Scroll untuk baca artikel
Uncategorized

PT KIM Paparkan Proyek Penyediaan Air Bersih dan Penyelesaian Masalah Air Tanah

291
×

PT KIM Paparkan Proyek Penyediaan Air Bersih dan Penyelesaian Masalah Air Tanah

Sebarkan artikel ini

Lensa Mata MEDAN || PT Kawasan Industri Medan (PT KIM) berinvestasi dalam peningkatan infrastruktur dan layanan air bersih di Kawasan Industri Medan.

Menurut Direktur Utama (Dirut) PT KIM Daly Mulyana dalam konferensi pers, Rabu (7/6/2023) hal tersebut sesuai komitmennya pada Rapat Koordinasi Penyelesaian Pemakaian Air Bawah Tanah yang dilaksanakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Kementerian Perindustrian, Pemprov Sumut, Pemkab Deli Serdang, Pemko Medan dan Asosiasi Perusahaan KIM pada 17 Maret 2022 dan 23 November 2022.

Daly Mulyana menjelaskan, berbagai hal tentang progres pembangunan infrastruktur air bersih yang rinciannya adalah :

1. Pembangunan Water Treatment Plant (WTP) Tahap 2 Pada 19 Oktober 2022, PT KIM memulai pembangunan pengembangan WTP
Tahap 2 sebagai lanjutan dari WTP Tahap 1 dengan total kapasitas air bersih tersedia sebesar 500.000 sampai dengan 600.000 m3/bulan. Pada 3 Mei 2023, dilakukan Commissioning Test untuk menguji kesiapan operasional atas WTP Tahap 2 serta ditargetkan beroperasi penuh pada bulan Juni 2023. Sebagai bagian dari paket kerja sama Build, Operate & Transfer, WTP Tahap 2 dibangun oleh PT Dain Celicani Cemerlang, selaku mitra kerja sama air bersih PT KIM,
melalui pengawasan PT KIM.

Baca Juga :  Jaksa Kejati Sulsel Limpahkan Berkas Perkara Dugaan Korupsi PDAM Makasar ke Pengadilan TIPIKOR

2. Pembangunan dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah Sejalan dengan arahan KPK pada rapat koordinasi 23 November 2022 dalam upaya penghentian penggunaan air tanah di Kawasan Industri Medan sekaligus langkah-langkah luar biasa oleh PT KIM dalam memenuhi kebutuhan air, maka dilakukan pembangunan dan pemanfaatan air bawah tanah oleh PT KIM. Hal ini sesuai surat Kementerian Perindustrian Nomor B1284/KPAII.3/PWI/IV/2022
tanggal 14 April 2022 berlandaskan pada Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 40 tahun 2016 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Kawasan Industri. Dalam pelaksanaannya, PT KIM bersinergi dengan anggota Holding Danareksa, yakni PT Jasa Tirta Luhur dalam membangun sumur yang akan dimanfaatkan sebesar 300.000 m3/bulan dan disalurkan kepada tenant di
Kawasan Industri Medan. Proyek tersebut mulai dikerjakan tanggal 27 Januari 2023 dengan nilai kontrak sebesar 22 miliar dan ditargetkan beroperasi pada bulan Juni 2023.

Baca Juga :  Janggal, KPK Diminta Verifikasi Lagi LHKPN Kakanwil DJBC Sumut

3. Kolaborasi Perumda Tirtanadi PT KIM melakukan sinergi dengan Perumda Tirtanadi, selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Sumatera Utara yang melayani kebutuhan air industri maupun rumah tangga di Sumatera Utara. Perumda Tirtanadi berkomitmen untuk melayani kebutuhan tenant KIM Blok 1 sebesar 200.000 m3/bulan pada bulan Juni 2023.

4. Pembangunan Reservoir dan Jaringan Distribusi Air Bersih PT KIM melakukan investasi pembangunan reservoir (bak penampung) dan jaringan pipa distribusi air bersih ini dengan bersinergi melalui anggota Holding Danareksa. Sebagai BUMN yang berpengalaman di bidang perencanaan, PT
KIM menunjuk PT Indra Karya dalam melakukan penyusunan kajian serta PT
Nindya Karya selaku kontraktor pembangunan reservoir dan jaringan distribusi air bersih bervolume 300.000 m3/bulan dengan panjang pipa 5 km. Melalui reservoir ini, air bersih akan ditampung dan disalurkan melewati jaringan pipa distribusi hingga ke seluruh tenant sesuai kebutuhannya. Dengan investasi sekitar 65 miliar, proyek ini ditargetkan selesai pada Juni 2023.

Baca Juga :  Polsek Pesisir Selatan Polres Pesisir Barat Merespon Cepat Adanya Kebakaran Lahan

Dalam konferensi pers didampingi Manajer Perencanaan dan Tekhnik Eka Wahyudin Panjaitan, Kepala Bagian Hukum Raymon dan Humas Niko Pardamean, Daly Mulyana menjelaskan, selaku anak perusahaan BUMN dan anggota Holding Danareksa, PT KIM melakukan investasi di infrastruktur air bersih sebagai wujud pemenuhan kebutuhan air tenant di kawasan.

“Sejalan dengan peningkatan penyerapan air oleh tenant, diharapkan tidak ada tenant yang menggunakan air tanah sebagaimana telah dilarang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 142 Tahun 2015 tentang Kawasan Industri,” paparnya di Lantai 2 Wisma KIM.

Dia menerangkan, dalam setiap penyusunan anggaran investasi hingga pelaksanaanya, PT KIM menerapkan prinsip kehati-hatian dan Good Corporate Governance, yakni mengacu pada peraturan yang berlaku di lingkungan Badan Usaha Milik Negara maupun di Holding Danareksa serta peraturan internal PT KIM. (LM/An)

Uncategorized

Lensa Mata Deli Serdang || Muѕуаwаrаh Dаеrаh (Muѕdа) Muslimat Al Wаѕhlіуаh Kаbuраtеn Dеlі Serdang di Gеdung PKK Dеlі Serdang, Lubuk Pakam, Sаbtu (23/9/2023), mеruраkаn momentum untuk ѕеmаkіn menggairahkan dаn mеnghіduрkаn…