Scroll untuk baca artikel

Food

4 Alasan Bisnis F&B Skeptis Terhadap Transformasi Digital [Data Riset 2023]

380
×

4 Alasan Bisnis F&B Skeptis Terhadap Transformasi Digital [Data Riset 2023]

Sebarkan artikel ini

4 Alasan Bisnis F&B Skeptis Terhadap Transformasi Digital [Data Riset 2023]

Respon “Nggak dulu deh!” dari para pelaku bisnis F&B terhadap implementasi transformasi digital ternyata punya alasan kuat, berikut 4 kategorisasinya!

Bandung – Tim di balik pengembangan aplikasi kasir Tantri melaksanakan survey langsung terhadap 500+ pelaku bisnis F&B (Food and Beverage) yang ada di Kota Bandung, Jawa Barat, sepanjang 2 kuartal (Q1-Q2/2023). Riset tersebut diinisiasi untuk mengetahui preferensi dan tantangan pelaku usaha terhadap percepatan penerapan teknologi digital dalam bisnis kuliner.

Hasil riset menunjukkan, setidaknya terdapat 4 (empat) faktor yang menjadi pemicu keengganan atau perilaku skeptis pelaku F&B dalam bertransformasi digital.

Baca Juga :  QNAP Bekerjasama Dengan Digital Ocean untuk meningkatkan keamanan data pengguna.

Grafik preferensi bisnis F&B terhadap transformasi digital/Source: Tantri.id

Pertama, pelaku bisnis menganggap mindset atau pandangan mereka sebagai pengaruh utama. Sebagian merasa aplikasi kasir belum mendesak, sementara lainnya memilih operasional konvensional.

Kedua, pedagang mempertimbangkan dampak langsung terhadap pelanggan dalam adopsi teknologi digital. Mereka menilai keterbantuan atau kebingungannya, serta mempertahankan interaksi langsung sebagai bagian dari citra atau branding bisnis mereka.

Proses pengambilan keputusan menjadi faktor penting lainnya, dan turut mempengaruhi pelaku bisnis F&B. Beberapa menilai kurangnya edukasi terkait teknologi F&B, sementara lainnya belum dapat bertemu dengan decision maker.

Baca Juga :  The WikiLeaks Emails Show How a Clinton White House Might Operate

Keempat, pelaku bisnis masih menilai kebutuhan sistem digital yang komprehensif. Mereka menginginkan fitur-fitur terintegrasi untuk mendukung efektivitas operasional, dari manajemen bisnis hingga manajemen pemesanan.

Tantangan kompleks di atas menghadang pelaku bisnis F&B dalam mengadopsi transformasi digital.

Padahal, masih banyak manfaat lain yang secara signifikan berdampak pada bisnis. Bahkan QSR Magazine dalam studinya “The Benefits of Going Digital with Your Menu“,  mengungkapkan:

“Restoran mengalami kenaikan pemesanan hingga lebih dari 30% setelah menggunakan menu digital dan aplikasi pemesanan.”

Tak dipungkiri, penerapan inovasi digital adalah langkah penting menuju peningkatan profitabilitas dan efisiensi operasional yang dapat memberikan dampak positif dalam bisnis kuliner.

Baca Juga :  Mengenal Raybe VTOL, Drone Buatan Lokal Ber-TKDN

Meskipun begitu, strategi dan perencanaan matang diperlukan untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut.

###

Press Release + Data Riset lengkap dapat Anda unduh melalui link berikut:

https://tantri.id/press-release-transformasi-digital-bisnis-fnb 

Sasana Digital adalah perusahaan penyedia solusi & jasa digital untuk bisnis Indonesia.

Juga sebagai developer Aplikasi Kasir & Scan QR Menu untuk bisnis F&B bernama Tantri.

Ratih Pratiwi
081572479886
ratih.sasanadigital@gmail.com

Media Sosial:
YouTube : @Officialtantri
Instagram: foodbazaartantri
LinkedIn : Tantri
Facebook : Tantri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

Franchise Makanan Dibawah 10 Juta Memulai bisnis franchise makanan bisa menjadi langkah strategis bagi pemula yang ingin masuk ke dunia usaha kuliner dengan risiko yang lebih terukur. Franchise memberikan keuntungan…