Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Bersinergi dengan Konsulat Jenderal Singapura, BINUS @Medan Perluas Akses Binusian Menuju Ekosistem Global

203
×

Bersinergi dengan Konsulat Jenderal Singapura, BINUS @Medan Perluas Akses Binusian Menuju Ekosistem Global

Sebarkan artikel ini

Jakarta, September 2025 — BINUS @Medan menerima kunjungan dari Konsulat Jenderal Singapura di Medan, pertemuan ini diharapkan dapat  membuka banyak peluang dan kemungkinan kerjasama dengan perguruan tinggi ataupun industri di Singapura yang dapat direkomendasikan oleh Konsulat Jenderal Singapura kepada BINUS @Medan. Kegiatan ini berlangsung di kampus BINUS @Medan pada tanggal 29 September 2025. Fokus pembahasan tertuju pada peluang digitalisasi destinasi wisata, hingga menjembatani kerjasama dengan perguruan tinggi di Singapura.

Dalam sesi diskusi, pihak Konsulat Jenderal Singapura yang dihadiri oleh Dr. Edmund Chia, selaku Konsul Jenderal, serta YAP Wee Ping Jerrica, selaku Consul (Administration and Consular) memberikan berbagai sudut pandang terkait peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan, terutama untuk menjadikan BINUS @Medan sebagai kampus berdampak dalam bidang digitalisasi terutama pariwisata, dan tidak menutup kemungkinan ikut membantu penanganan sampah di kota Medan.

Baca Juga :  Efba Kosmetindo Dorong Standar Baru Brand Skincare

Selain itu, Konsulat Jenderal Singapura juga menyoroti pentingnya kerja sama lintas sektor antara institusi pendidikan dan pelaku industri dalam membuka peluang bisnis baru di berbagai bidang di Kota Medan. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat proses digitalisasi sektor pariwisata sekaligus menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat lokal.

Tri Juniarty, S.Kom., M.M. selaku BINUS @Medan Campus Director menyampaikan bahwa melalui kolaborasi ini BINUS @Medan menegaskan perannya sebagai Global Digitalpreneur, kampus global yang berorientasi pada pengembangan kewirausahaan digital, sekaligus menjadi penggerak transformasi di bidang pariwisata, teknologi, dan bisnis kreatif.

Pertemuan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi internasional bukan hanya tentang pertukaran gagasan, tetapi tentang membangun masa depan yang terhubung secara digital dan berakar pada nilai dan kekayaan budaya kita,” ujar Tri Juniarty, S.Kom., M.M. selaku BINUS @Medan Campus Director.

Baca Juga :  Tokocrypto Buka Akses Saham NVIDIA hingga SpaceX Lewat Kripto, Investor Indonesia Bisa Ikut Masuk!

Pertemuan ini juga dihadiri oleh para Head of Program dari tiga program studi di BINUS @Medan, yaitu Dr. Evawaty Tanuar, S.Kom., M.Comp.Sc. (Head of Computer Science Department), Citra Fadillah, S.Sn., M.Ds. (Head of Visual Communication Design Program), dan Dr. Dimas Yudistira Nugraha, S.S., M.M. (Head of Digital Business Study Program). Ketiganya berperan aktif dalam memperdalam arah kolaborasi lintas bidang dengan pendekatan multidisiplin. Mulai dari pemanfaatan digitalisasi untuk mendukung pengelolaan kebersihan lingkungan kota, pengembangan strategi promosi pariwisata berbasis kreativitas dan digitalisasi, hingga wacana penguatan potensi wisata halal di beberapa lokasi pariwisata di Sumatera Utara.

Kesimpulan utama dari pertemuan ini menegaskan bahwa Konsulat Jenderal Singapura menyambut baik kehadiran BINUS @Medan dan melihat potensi besar dalam pengembangan kolaborasi ke depan. Pihak Konsulat memberikan berbagai arahan strategis terkait peluang pengembangan pariwisata di Medan, sekitarnya, serta wilayah Sumatera Utara pada umumnya, serta membuka kemungkinan kerjasama antarperguruan tinggi lintas negara.

Baca Juga :  Primecare Clinic: Klinik Kesehatan Keluarga Tepercaya Mengadakan Makan Siang Apresiasi untuk Para Dokter

Sebagai tindak lanjut konkret, dalam waktu dekat BINUS @Medan juga dijadwalkan untuk menerima kunjungan dari Nanyang Polytechnic (NYP) Singapore untuk melihat kemungkinan bidang kerjasama yang dapat dilakukan antara Nanyang Polytechnic dengan BINUS @Medan, pertemuan ini dijembatani oleh Konsulat Jenderal Singapura.

Dengan semangat globalisasi dan inovasi digital, BINUS @Medan terus memperkuat perannya sebagai Global Digitalpreneur, siap bersinergi dengan berbagai mitra internasional untuk membangun ekosistem pendidikan dan industri kreatif yang berdaya saing global.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

Pertumbuhan jumlah investor kripto dan perkembangan teknologi blockchain membuka peluang baru bagi transformasi aset digital di Indonesia. Founder dan CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis,menilai perkembangan tersebut menunjukkan bahwa aset kripto telah berkembang menjadi bagian dari industri jasa keuangan yang lebih luas. Dalam presentasinya di AWS Summit Jakarta 2026, Yudhono menyampaikan bahwa Indonesia saat ini memiliki lebih dari 20 juta investor aset kripto. Nilai transaksi aset kripto di Indonesia sepanjang 2025 juga telahmencapai lebih dari Rp400 triliun, sementara sekitar satu dari 14 penduduk Indonesia tercatat telah berinvestasi pada aset kripto. “Ini bukan lagi hanya cerita tentang kripto. Ini sudah menjadi cerita tentang industri jasa keuangan,” ujar Yudho dalam presentasinya di AWS Summit Jakarta 2026 dapa Kamis, 6 Agustus 2026. Menurut Yudho, tingkat penetrasi aset kripto di Indonesia yang masih berada di kisaran 7% menunjukkan bahwa ruang pertumbuhan industri masih terbuka lebar. Peluang tersebut juga semakin besar seiringberkembangnya stablecoin, tokenisasi aset dunia nyata atau real-world assets (RWA), serta integrasi kecerdasan buatan dengan sistem keuangan berbasis blockchain….