Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

BINUS @Malang Kembangkan Inovasi Teknologi Atasi Penyakit dan Hama pada Apel Manalagi

198
×

BINUS @Malang Kembangkan Inovasi Teknologi Atasi Penyakit dan Hama pada Apel Manalagi

Sebarkan artikel ini

Malang, 21 Oktober 2025 — Kabupaten Malang dikenal sebagai salah satu sentra penghasil apel terbesar di Indonesia, terutama varietas Apel Manalagi yang menjadi kebanggaan masyarakat lokal. Namun dalam beberapa tahun terakhir, petani menghadapi tantangan serius akibat meningkatnya serangan hama dan penyakit tanaman. Kondisi ini menyebabkan penurunan kualitas dan kuantitas hasil panen, yang berdampak langsung pada kesejahteraan petani serta perekonomian daerah.

Menanggapi fenomena tersebut, dosen Program Studi Computer Science BINUS @Malang M. Aldiki Febriantono, ST., MT mengambil langkah inovatif melalui kegiatan Inovasi Teknologi untuk Mengatasi Penyakit dan Hama pada Tanaman Apel Manalagi di Kabupaten Malang. Kegiatan ini menjadi wujud nyata penerapan semangat Digitechpreneur, yaitu penggabungan inovasi digital dan pemecahan masalah nyata di masyarakat melalui pendekatan kewirausahaan dan teknologi.

Langkah ini bertujuan untuk mengatasi penurunan hasil panen yang disebabkan oleh serangan hama dan penyakit melalui penerapan teknologi digital berbasis mobile. Dengan adanya solusi ini, petani dapat lebih cepat dan akurat dalam mengidentifikasi penyakit dan hama tanaman, sehingga dapat melakukan tindakan pengendalian yang lebih efektif. Teknologi ini diharapkan mampu meminimalkan kerugian dan meningkatkan hasil panen apel Manalagi yang berkualitas tinggi.

Baca Juga :  Dalam rangka memperingati Hari Kartini, para pekerja BRI Branch Office Kramat menggelar kegiatan lomba busana nasional dengan penuh semangat dan antusiasme. Kegiatan ini menjadi ajang bagi para pekerja untuk menampilkan pakaian nasional terbaik sekaligus mengekspresikan kecintaan terhadap budaya Indonesia. Berbagai busana adat dari beragam daerah dikenakan dengan anggun dan percaya diri oleh para peserta. Setiap penampilan menonjolkan keunikan motif, warna, serta filosofi yang terkandung dalam masing-masing pakaian tradisional, menjadikan suasana semakin meriah dan berwarna. Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antarpekerja serta menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya bangsa. Meski berlangsung dalam suasana santai dan penuh kegembiraan, para pekerja tetap menjaga profesionalisme dalam menjalankan tugas sehari-hari. Melalui peringatan Hari Kartini ini, BRI Branch Office Kramat berharap semangat perjuangan R.A. Kartini dapat terus hidup dalam diri setiap pekerja, khususnya dalam berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan dan masyarakat. About PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Region 6/Jakarta 1 Jl. Veteran II No. 8 Gambir Jakarta Pusat 10110 Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Proses pengembangan ini telah dimulai sejak Januari 2025 melalui forum diskusi grup (FDG) antara Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAPELITBANGDA) Kabupaten Malang dan BINUS @Malang, kemudian berlanjut pada Agustus 2025 dengan kunjungan lapangan ke kebun apel Manalagi. Dalam kegiatan ini, tim dosen melakukan observasi langsung terhadap kondisi tanaman, berdialog dengan petani, serta memperkenalkan solusi digital yang diberi nama ManalagiCare.

Aplikasi ManalagiCare menjadi hasil nyata dari kolaborasi ini. Aplikasi berbasis mobile ini dirancang khusus untuk membantu petani dalam mengidentifikasi penyakit dan hama tanaman apel secara real-time. Salah satu fitur unggulannya adalah identifikasi visual menggunakan kamera ponsel. Petani cukup mengarahkan kamera ke bagian tanaman yang dicurigai terinfeksi, dan aplikasi akan secara otomatis mendeteksi jenis penyakit atau hama tersebut. Setelah itu, sistem menampilkan informasi diagnostik yang jelas, termasuk jenis penyakit atau hama serta rekomendasi tindakan pengendalian yang sesuai. Dengan dukungan kecerdasan buatan (AI), aplikasi ini terus belajar dari data lapangan untuk meningkatkan akurasi deteksi dan efektivitas saran yang diberikan.

Baca Juga :  Telkom Indigo Dukung Kreativitas Mahasiswa Pengembang Gim Melalui Gametech Exhibition (GTX) 2024 Re On The Game

Melalui teknologi ini, petani tidak hanya terbantu dalam pengambilan keputusan yang cepat dan tepat, tetapi juga mendapatkan akses terhadap informasi yang sebelumnya sulit dijangkau. Selain itu, data yang dikumpulkan dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk memantau pola serangan penyakit dan hama secara lebih luas, sehingga kebijakan pertanian dapat dibuat dengan lebih efektif dan terarah.

Baca Juga :  KAI Daop 2 Bandung Siapkan Sejumlah Petugas untuk Menjaga Keamanan, Keselamatan, dan Kenyamanan Perjalanan Kereta Api pada Masa Angkutan Nataru 2025/2026

“Kami ingin menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi solusi nyata bagi masyarakat, khususnya di sektor pertanian. Melalui pengembangan aplikasi ManalagiCare, kami berharap petani dapat memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas dan menjaga keberlanjutan pertanian lokal” ujar Bapak Aldiki.

Selain memberikan manfaat langsung bagi petani apel Manalagi, inovasi ini juga membuka peluang penelitian lanjutan di bidang agritech, mendorong kolaborasi lintas disiplin antara teknologi informasi dan pertanian, serta memperluas dampak ekonomi daerah. Aplikasi ini diharapkan menjadi langkah awal menuju sistem pertanian cerdas (smart agriculture) yang lebih efisien, berkelanjutan, dan adaptif terhadap tantangan perubahan iklim di masa depan.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *