Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

BRI BO Sudirman Semanggi Gelar Simulasi BCM, Perkuat Kesiapan Hadapi Kondisi Darurat

58
×

BRI BO Sudirman Semanggi Gelar Simulasi BCM, Perkuat Kesiapan Hadapi Kondisi Darurat

Sebarkan artikel ini

BRI BO Sudirman Semanggi melaksanakan kegiatan Business Continuity Management (BCM) sebagai langkah strategis untuk memastikan kesiapan pekerja dan unit kerja dalam menghadapi berbagai kondisi darurat maupun potensi gangguan operasional.

Pelaksanaan BCM menjadi momentum penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan seluruh pekerja terhadap prosedur yang harus dilakukan apabila terjadi kondisi yang berpotensi mengganggu keberlangsungan kegiatan operasional. Melalui kegiatan ini, setiap pekerja diharapkan mampu memahami peran dan tanggung jawab masing-masing dalam menjaga kelangsungan layanan perbankan.

Baca Juga :  5 Tips Membuat Ruang Bersantai Semi Outdoor yang Menawan, Yuk Buat Segera!

Kegiatan berlangsung dengan melibatkan pekerja BRI BO Sudirman Semanggi secara aktif. Simulasi dilakukan untuk menguji kesiapan, koordinasi, komunikasi, serta efektivitas prosedur penanganan kondisi darurat yang telah ditetapkan. Antusiasme dan keterlibatan para pekerja menunjukkan komitmen bersama dalam membangun budaya kerja yang tanggap, disiplin, dan responsif.

Baca Juga :  Ingin Slow Living di Desa, Apa Saja yang Harus Disiapkan?

Melalui pelaksanaan BCM, BRI BO Sudirman Semanggi terus berupaya memperkuat business resilience dan memastikan layanan kepada nasabah dapat tetap berjalan secara optimal dalam menghadapi berbagai kemungkinan gangguan. Kesiapan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan nasabah serta keberlangsungan operasional BRI.

Dengan semangat “Memberi Makna Indonesia”, pelaksanaan BCM di BRI BO Sudirman Semanggi diharapkan dapat meningkatkan kesiapan seluruh pekerja sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menghadapi kondisi darurat, sehingga operasional unit kerja dapat tetap terjaga dan pelayanan kepada nasabah senantiasa berjalan dengan baik.

Baca Juga :  Pembiayaan Kendaraan Bekas BRI Finance Naik 77,64% Hingga Mei 2026

Tentang PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Region 6/Jakarta 1
Jl. Veteran II No. 8 Gambir Jakarta Pusat 10110

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

Pertumbuhan jumlah investor kripto dan perkembangan teknologi blockchain membuka peluang baru bagi transformasi aset digital di Indonesia. Founder dan CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis,menilai perkembangan tersebut menunjukkan bahwa aset kripto telah berkembang menjadi bagian dari industri jasa keuangan yang lebih luas. Dalam presentasinya di AWS Summit Jakarta 2026, Yudhono menyampaikan bahwa Indonesia saat ini memiliki lebih dari 20 juta investor aset kripto. Nilai transaksi aset kripto di Indonesia sepanjang 2025 juga telahmencapai lebih dari Rp400 triliun, sementara sekitar satu dari 14 penduduk Indonesia tercatat telah berinvestasi pada aset kripto. “Ini bukan lagi hanya cerita tentang kripto. Ini sudah menjadi cerita tentang industri jasa keuangan,” ujar Yudho dalam presentasinya di AWS Summit Jakarta 2026 dapa Kamis, 6 Agustus 2026. Menurut Yudho, tingkat penetrasi aset kripto di Indonesia yang masih berada di kisaran 7% menunjukkan bahwa ruang pertumbuhan industri masih terbuka lebar. Peluang tersebut juga semakin besar seiringberkembangnya stablecoin, tokenisasi aset dunia nyata atau real-world assets (RWA), serta integrasi kecerdasan buatan dengan sistem keuangan berbasis blockchain….