Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

BRI Finance dan YBM BRILiaN Perkuat Dukungan Pemulihan Masyarakat Terdampak Gempa NTT

45
×

BRI Finance dan YBM BRILiaN Perkuat Dukungan Pemulihan Masyarakat Terdampak Gempa NTT

Sebarkan artikel ini

Upaya pemulihan masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak. Merespons kondisi tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) berkolaborasi dengan Yayasan Baitul Maal BRILiaN (YBM BRILiaN) menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui program “BRIF Sehati – Tanggap Bencana Gempa NTT”.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Melalui BRIF Sehati, kami ingin mengambil bagian dalam upaya membantu masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Kolaborasi dengan YBM BRILiaN memungkinkan dukungan ini disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam masa pemulihan setelah bencana.”

Baca Juga :  Tren Snack Box Custom Meningkat, Lokasoka Hadirkan Ide Snack Box Praktis hingga Premium untuk Berbagai Kebutuhan

Gempa bumi M7,7 terjadi pada 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB dengan episentrum di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, NTT, pada kedalaman 15 kilometer. BMKG menyebut gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar naik pada struktur Flores Back-arc Thrust. Gempa juga sempat memicu peringatan dini tsunami sebelum peringatan tersebut diakhiri pada hari yang sama.

Dampak gempa tidak hanya dirasakan pada saat kejadian, tetapi juga berlanjut pada proses pemulihan masyarakat. Berdasarkan data BNPB per 7 September 2026, sebanyak 51.591 unit rumah telah diverifikasi dari 102.384 unit rumah yang menjadi sasaran pendataan awal di tujuh kabupaten terdampak.

Baca Juga :  Dari Limbah Jadi Nilai: BINUS @Malang Transformasikan Plastik menjadi Peluang Ekonomi Berkelanjutan

Dari rumah yang telah diverifikasi tersebut, 2.382 unit tercatat mengalami rusak berat, 7.276 unit rusak sedang, dan 14.177 unit rusak ringan. Data tersebut masih bersifat dinamis seiring proses verifikasi di lapangan.

Kolaborasi menjadi salah satu aspek penting dalam penanganan pascabencana. BNPB sebelumnya juga menekankan pentingnya kerja sama dengan berbagai mitra dalam melakukan pemetaan kebutuhan masyarakat terdampak, termasuk melalui joint needs assessment di Kabupaten Sikka agar dukungan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Baca Juga :  Telkom dan Google Developer Student Berikan Panduan Praktis dan Inspiratif Cara Menavigasi Karir di Bidang Teknologi untuk Para Developer

BRI Finance berharap bantuan melalui program BRIF Sehati dapat memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak sekaligus menjadi bagian dari semangat gotong royong dalam mendukung proses pemulihan di NTT.

“Semoga masyarakat NTT yang terdampak diberikan kekuatan dalam menghadapi proses pemulihan ini. Kami juga berharap dukungan dari berbagai pihak dapat terus berjalan sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dan membangun kehidupan mereka secara bertahap,” tutup Dhani.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

Akselerasi hilirisasi mineral di Indonesia dinilai tidak cukup hanya mengandalkan investasi dan kapasitas industri. Sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor kunci agar manfaat nilai tambah dapat dirasakan…

Ekonomi

K Mall at Menara Jakarta menghadirkan Glow Society, rangkaian aktivitas yang berlangsung pada 11 September hingga 4 Oktober 2026. Mengusung semangat Discover Your Inner Glow, Glow Society mengajak pengunjung menikmati…

Ekonomi

PT SUCOFINDO (PERSERO) menyelenggarakan seminar bertajuk “Beyond Compliance: Innovation for Sustainable Business and Resilient Community” sebagai bagian dari rangkaian Road to Environmental and Social Innovation Award (ENSIA) 2026. Kegiatan yang…