Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Di Balik Botol: Kisah Puresia Menuju 100% Ramah Lingkungan

433
×

Di Balik Botol: Kisah Puresia Menuju 100% Ramah Lingkungan

Sebarkan artikel ini

Jakarta, 11 September 2024 — PURESIA memulai perjalanan baru dengan acara talk show bertajuk “Holistic Harmony: Embrace Wellness and Sustainability with PURESIA.” Acara ini sekaligus memperkenalkan PURESIA kepada publik sebagai salah satu brand lokal yang berkomitmen menjadi bagian dari gerakan lingkungan untuk membantu melindungi Bumi dari polusi plastik.

Komitmen tersebut kami wujudkan salah satunya dengan menghadirkan rangkaian produk perawatan tubuh yang menggunakan bahan-bahan alami, sudah melalui uji dermatologi, dan pastinya sudah bersertifikat vegan melalui Lab Biorius dari Eropa demi memastikan produk-produk kami tidak hanya baik untuk lingkungan tapi juga untuk semua jenis kulit termasuk kulit sensitif.

Melalui acara ini kami memperkenalkan rangkaian produk berupa body lotion, body wash, soap bar, hand wash, shampoo, conditioner, body butter, body scrub, massage oil, dan body mist dengan tiga aroma pilihan yaitu Jasmine & Ylang Ylang, Vanilla & Mint, dan Coconut & Lime.

Dalam acara talk show ini pun kami mengundang beberapa partner yang memiliki komitmen serupa dengan PURESIA untuk membantu melindungi Bumi. Salah satunya Benedict Wermter (@bule_sampah), yang aktif mengedukasi pengikutnya di media sosial untuk lebih sadar akan kebersihan lingkungan.

Baca Juga :  MoraRepublic Sukses Dukung Konektivitas GIIAS 2026, Ajang Otomotif Terbesar di Asia Tenggara

PURESIA menggaungkan slogan “Support Our Planet Earth” dan mengajak @bule_sampah untuk ikut mengedukasi masyarakat luas akan pentingnya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan bertanggung jawab terhadap sampah-sampah plastik yang kita gunakan.

“Yang paling penting dari proses melindungi Bumi dari polusi plastik itu sebenarnya bukan bagaimana kita rutin bersih-bersih saja. Tapi harus dari akarnya dulu yaitu edukasi tentang pengurangan penggunaan plastik sekali pakai dan bagaimana setiap individu harus bertanggung jawab terhadap sampah plastik yang mereka pakai. Karena justru hal sederhana ini yang masih kurang teredukasi kepada orang-orang Indonesia,” cerita @bule_sampah tentang misinya.

Salah satu langkah PURESIA untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai adalah dengan menggunakan kemasan daur ulang di seluruh kemasan produk dan mengutamakan kemasan yang dapat digunakan kembali atau upcycling.

Tak hanya pada kemasan produk saja, perhatian kami terhadap kemasan daur ulang ini juga kami terapkan pada kemasan pengiriman ke pelanggan. Tentunya sampah yang terkumpul dari paket-paket yang terkirim menjadi kekhawatiran yang harus kami perhatikan.

Baca Juga :  Analis Kebijakan Ahli Madya Dir Penyaluran Wilayah III Badan Gizi Nasional (BGN) Deni Iskandar ST MHan membuka secara resmi Bimbingan Teknis (Bintek) Penjamah Makanan untuk Program Makan Bergizi Gratis Wilayah 1 di Hotel Grand Elite Pekanbaru, Sabtu (18/10). Diikuti 8000 peserta yang tersebar di delapan hotel di Pekanbaru. Bimtek yang berlangsung dua hari tersebut, Sabtu (18/10) dan Minggu (19/10) dihadiri perwakilan BPOM Muhammad Rusydi Ridha S Farm Apt Mfarm MH, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Sukma Yenni Budiarti Latif SKM M dan perwakilan Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Gustiyanti SKM MKes. Dari BPOM memaparkan tentang Keamanan Pangan dan Standarisasi. Dinas Lingkungan Hidup tentang Laik Higienitas, Sanitasi dan IPAL. Persagi tentang Antropometri dan Status Gizi Anak Sekolah. Deni Iskandar ST MHan dalam sambutannya mengajak seluruh SPPG di seluruh Indonesia dapat menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan sebaik-baiknya. Jalankan standar operasional prosedur. Kejadian yang terjadi dilapangan itu akibat tidak berjalannya SOP tentang pengelolaan dapur yang baik. ‘’Bisa jadi juga kejadian pada makanan karena orang-orang yang tidak berkenan menjalankan SOP tersebut,’’ paparnya. Dia menekankan setiap dapur SPPG MBG untuk dapat mengikuti saran tenaga ahli gizi. ‘’Ahli gizi lah yang tahu terhadap makanan tersebut memiliki standar gizi. Semua dapur SPPG diharuskan berlatar belakang ahli gizi. Jangan sampai ahli gizi SPPG bukan berlatar belakang ahli gizi. Personal-personal yang ada di SPPG adalah merupakan pahlawan gizi,’’ ujarnya. Kejadian-kejadian pada SPPG MBG, katanya, mari intropeksi diri, apa yang viral di medsos, tiktok, instakram, facebook diperbaiki semua. Caranya dengan belajar seperti yang dilaksanakan pada Bimtek Penjamah Makanan untuk Program Makan Bergizi Gratis saat ini. Jadi nanti, semua prosedur-prosedur yang ditetapkan jangan sampai dilanggar. Apa saja yang tidak dibolehkan di dapur jangan dilakukan. Dia juga menyadari bahwa dapur MBG belum terstandar dengan baik semua, masih ada dapur yang belum standar. ‘’Nanti akan ada dapur-dapur MBG percontohan yang akan dibangun di 514 kabupaten kota di Indonesia. Tiap kabupaten kota akan ada tiga dapur SPPG milik BGN yang protektif, baik dari bangunannya, peralatan, semua sesuai dengan standar Operasional Prosedur dapur MBG. Sekarang sudah ada beberapa dalam proses pelelangan dan kontrak pemenang,’’ ujarnya. Disebutkannya, dapur SPPG BGN percontohan itu, tanahnya sudah disurvei, menggunakan tanah pemerintah daerah. Nanti pembangunan dan peralatannya dibiayai oleh APBN. Dapur tersebut tidak memakai yayasan atau mitra. Langsung dikontrol dari pusat. Dijelaskannya, pengelola dapur SPPG BGN itu ada yang dikelola oleh pemerintah, mitra swasta, instansi baik itu TNI, Polri. ‘’Kalau sudah berstandarisasi maka yang bekerja di SPPG akan lebih enak. Kalau dapurnya belum berstandar, kita akan repot, yang tadinya ingin menjadikan makanan higienis, menerapkan SOP susah karena sarana dan prasarana tidak mendukung. Dapur-dapur SPPG yang sudah ada ini diperbaiki secara perlahan-lahan. Sarana dan prasarana yang kurang bisa disampaikan oleh kepala SPPG kepada mitranya sehingga dapur menjadi sempurna,’’ terangnya. Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

Untuk itu kami bekerja sama dengan Mattera Solutions sebagai produsen kemasan pengiriman yang ramah lingkungan. Bahan yang kami gunakan terbuat dari bahan daur ulang dan sama sekali tidak menggunakan plastik. Atribut lain seperti bubble wrap kami ganti menjadi honey comb yang mudah terurai dan dapat didaur ulang.

“Yang sebenarnya berbahaya adalah ketika masyarakat menganggap isu limbah kemasan sebagai masalah kecil, padahal isu lingkungan dari kemasan produk seperti limbah dan jejak karbon bisa berkembang menjadi ancaman besar jika tidak segera ditangani. Mattera tentu mendukung brand seperti Puresia yang mendukung penuh gerakan untuk mengurangi dampak lingkungan sejak dini. Dengan langkah-langkah kecil yang konsisten, kami yakin bahwa bersama-sama kita dapat mencegah masalah ini semakin membesar dan menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan,” ucap Raeleen Tedjadinata Chief Executive Officer.

Sedangkan untuk menanggulangi kemasan kosong, PURESIA menjalin kerja sama dengan Waste4Change untuk mendaur ulang sampah plastik. Sekarang ini kami telah memberikan 360 kg kemasan plastik untuk didaur ulang kepada Waste4Change sebagai wujud komitmen kami dalam mengatasi sampah plastik.

Baca Juga :  Tren Positif, Pembiayaan Investasi BRI Finance Capai 10,83% YoY per September 2025

“PURESIA akan terus menjadi produk lokal vegan terdepan yang berfokus pada tanggung jawab lingkungan selagi memberikan produk dengan kualitas terbaik yang bisa dipakai semua orang,” ungkap Bruno Hasson, Founder PURESIA.

Tanggung jawab PURESIA tak hanya tentang sustainability saja. Menengok kembali pada tajuk acara talk show kami yaitu “Holistic Harmony: Embrace Wellness and Sustainability”, wellness atau kesehatan juga menjadi perhatian kami dalam mengembangkan produk.

Kami sadar banyak produk kecantikan maupun perawatan tubuh non-vegan yang memiliki efek kurang baik terhadap kulit, terutama kulit sensitif. Sedangkan produk vegan atau produk dengan bahan-bahan alami lebih cocok dan aman untuk semua jenis kulit. Hal ini juga menjadi salah satu alasan kenapa PURESIA memilih untuk menjadi produk vegan yang tidak menggunakan bahan kimia berbahaya seperti SLS, paraben, silikon, dan lain-lain.

Ke depannya PURESIA akan terus aktif mengangkat program-program yang sejalan dengan komitmen kami dalam hal sustainability dan mengembangkan produk-produk vegan yang baik untuk lingkungan serta tubuh kita.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *