Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Di Balik Perjalanan Aman LRT Jabodebek, Ada Kesiapsiagaan Petugas yang Terus Dilatih

48
×

Di Balik Perjalanan Aman LRT Jabodebek, Ada Kesiapsiagaan Petugas yang Terus Dilatih

Sebarkan artikel ini

Petugas LRT Jabodebek rutin berlatih menghadapi berbagai kondisi darurat agar penanganan berlangsung cepat, tepat, dan sesuai prosedur keselamatan.

Sebagian besar pengguna LRT Jabodebek tentu berharap perjalanan mereka selalu berlangsung aman dan nyaman tanpa pernah menghadapi kondisi darurat. Namun apabila situasi tersebut benar-benar terjadi, pengguna tidak perlu panik. Di balik operasional setiap hari, petugas LRT Jabodebek secara rutin menjalani simulasi berbagai kondisi darurat untuk memastikan setiap penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Pada kegiatan tersebut, simulasi mencakup berbagai skenario, mulai dari penanganan pengguna yang mengalami gangguan kesehatan, kebakaran, hingga bencana alam. Berbagai skenario tersebut bertujuan bertujuan memastikan setiap petugas memiliki kompetensi untuk mengambil keputusan secara cepat dan tepat sesuai prosedur keselamatan yang berlaku. Melalui simulasi tersebut, petugas menguji kecepatan respons, efektivitas komunikasi, koordinasi antarunit, serta penerapan prosedur penanganan keadaan darurat sesuai standar keselamatan yang berlaku.

Baca Juga :  Hadapi Tantangan Global, BINUS SCHOOL Surabaya Integrasikan Teknologi dan Inovasi dalam Pendidikan

“Sebagian besar pengguna tentu berharap tidak pernah menghadapi kondisi darurat selama menggunakan LRT Jabodebek. Namun kesiapan petugas justru harus dibangun sebelum situasi tersebut benar-benar terjadi. Karena itu LRT Jabodebek secara rutin melatih seluruh petugas melalui berbagai skenario agar ketika kondisi nyata terjadi, setiap tindakan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujar Manager Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika.

Pentingnya kesiapsiagaan tersebut sejalan dengan meningkatnya jumlah pengguna LRT Jabodebek. Berdasarkan data Semester 1 tahun 2026, LRT Jabodebek rata-rata melayani 115.095 pengguna pada hari kerja dan 45.436 pengguna pada akhir pekan, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat tersebut, kesiapsiagaan petugas menjadi salah satu aspek penting untuk memastikan setiap perjalanan tetap berlangsung aman dan andal.

Baca Juga :  3 Restoran di Ubud untuk Brunch Dengan Suasana Instaworthy

Meski kondisi darurat merupakan situasi yang jarang terjadi, kesiapan petugas tetap harus dijaga agar setiap potensi risiko dapat ditangani secara profesional tanpa mengganggu keselamatan maupun kenyamanan pengguna. Dalam situasi darurat, kecepatan dan ketepatan penanganan menjadi faktor penting untuk melindungi keselamatan pengguna serta meminimalkan risiko yang dapat timbul. Oleh karena itu, kesiapan petugas terus dipelihara melalui latihan yang dilakukan secara berkala.

“Pengguna tentu berharap perjalanan mereka berlangsung tanpa gangguan. Namun ketika situasi darurat benar-benar terjadi, mereka berhak mendapatkan penanganan yang cepat, tepat, dan sesuai prosedur. Karena itu kami terus memastikan setiap petugas siap memberikan respons terbaik demi menjaga keselamatan seluruh pengguna,” tutup Radhitya.

Panduan singkat bagi pengguna LRT Jabodebek apabila terjadi kondisi darurat di LRT Jabodebek, disarankan:

Baca Juga :  Lupa Waktu Main Idle RPG Ini! Luna Heroes Bikin Kamu Ketagihan! Cek Review-nya!

1. Tetap tenang dan tidak panik

Kepanikan dapat menyulitkan proses penanganan maupun evakuasi.

2. Ikuti arahan petugas

Petugas telah dilatih untuk menangani berbagai kondisi darurat sesuai prosedur keselamatan.

3. Jangan memaksa membuka pintu kereta atau memasuki area rel

Tindakan tersebut dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna lain.

4. Gunakan fasilitas darurat hanya apabila benar-benar dibutuhkan

Apabila menemukan kondisi darurat di dalam kereta, pengguna dapat memanfaatkan Emergency Intercom untuk berkomunikasi dengan petugas.

5. Berikan ruang kepada petugas untuk bekerja

Apabila terdapat pengguna yang membutuhkan pertolongan, hindari berkerumun agar proses penanganan dapat berlangsung lebih cepat.

6. Prioritaskan kelompok rentan

Apabila diperlukan evakuasi, dahulukan anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas sesuai arahan petugas.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *