Lensa Mata Maluku Tenggara || Dibalik raut wajahnya yang kejam mengenaskan dan galak, masyarakat suku Kei berhati mulia di kalangan Pemuda di Indonesia. Hal itu disampaikan langsung Ketua Tim KKN Universitas Gajah Mada Yogyakarta (UGM) Ohoi Wain Baru Avra saat diwawancarai wartawan media ini di Desa Wain, Sabtu (8/7/2023).
Arva mengatakan, beberapa orang Kei yang terkenal akan kejahatannya di Indonesia tidak sama persisnya dengan yang ia alami saat ini. Pasalnya, selama 2 minggu melaksanakan tugas KKN di Kabupaten Maluku Tenggara dirinya merasakan hal yang unik dan berbeda bersama masyarakat setempat.
Dalam kunjungan perdana di Bumi Larvul Ngabal itu, Avra mengisahkan akan penjalanan panjang yang dilalui bersama rekan-rekannya hingga tiba di Kota tanah kelahiran bung John Kei ini.
“Perjalanan pertama kita berangkat pada hari Minggu tanggal 25 Juni 2023. Dari Surabaya Bandara Juanda, kita ceritan ke Makassar lalu kemudian kita terbang ke Ambon dan kemudian kita terbang ke Bandara Langgur. Ucap Avra.
Selain bersama tim-nya, lanjut dia ada pula beberapa tim lain yang ikut melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku.
“Kalau di Maluku Tenggara ada 3 kampung yang pertama Wain Baru, Isso dan Disuk. Kira-kira dua minggu kami disini dan, turut berpartisipasi bersama masyarakat Muslim dari Ohoi Wain Baru mengantar sumbangan kepada umat Katolik di Desa Wain.” Jelasnya.
Disinggung terkait kehidupan sosial, adat istiadat dan budaya daerah setempat, Avra mengaku kehidupan toleransi masyarakat di Kei sungguh benar-benar luar biasa.
“Menurut saya, ini adalah salah satu bukti toleransi yang ada di Pulau Kei karena dari dulu kita sering kali melihat toleransi tetapi ternyata disini, toleransinya sangat kental sekali sehingga bisa kita contoh untuk mungkin ceritakan ke Pulau Jawa besok bahwa toleransi disini sangat tinggi.” Puji Avra, heran.
Untuk kehidupan bermasyarakat di Wilayah Kecamatan Kei Kecil Timur Avra menyaksikan sendiri bahwa mereka (masyarakat Kei-red) hidup rukun dan kompak serta sangat kental dengan adat sosialnya.
“Kemarin sempat berbicara dengan salah satu masyarakat bahwa masyarakat Kei berhati Hello Kitty. Wajah boleh galak tapi hati Hello Kitty.” Pungkasnya.(LM/Daniel Mituduan)














