Scroll untuk baca artikel

News

Diduga KPUM FT Harapan Tinggi Semena-Mena Membuat Keputusan

1220
×

Diduga KPUM FT Harapan Tinggi Semena-Mena Membuat Keputusan

Sebarkan artikel ini

Lensa Mata Sampang – Dalam rangka menyongsong Pemilihan Raya Mahasiswa (PEMIRA) di Fakultas Teknik (FT) Harapan Tinggi diletakkan pada kelancaran pelaksanaan demokrasi pemilihan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

Masyarakat akademis berharap bahwa setiap tahapan pemilihan dapat dijalankan sesuai dengan tupoksinya, menciptakan proses demokratis yang transparan, partisipatif, dan adil.
Dalam menghadapi Pemira, salah satu koboy kampus Agung Gumelar, menegaskan bahwa netralitas Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) sangat penting.

“KPUM harus bersikap netral agar proses pemilihan berjalan dengan adil dan tidak ada potensi kecurangan,” ujarnya, Sabtu (30/12/2023).

Baca Juga :  Sekjend Dewan Pimpinan Nasional Elang 3 Hambalang NKRI Tanggapi Masalah di Perumahan Damai Indah Medan

Harapan ini menjadi sorotan karena menunjukkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya lembaga penyelenggara pemilihan yang adil dan netral.
Terkait dengan kepemimpinan di tingkat fakultas, perhatian tertuju pada Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan (Wadek) 3.

Masyarakat mengharapkan bahwa Wadek 3 akan mengambil peran aktif dalam memastikan integritas dan kesehatan demokrasi di FT.

Baca Juga :  Soal Laporan Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI Asahan 2019-2025, Kejati Sumut Bilang Proses di Polres Asahan dan Inspektorat, AKBP Revi Felani : Belum Pernah Bahas dengan Kasat

Tanggung jawab Wadek 3 dianggap sangat penting, terutama dalam menghadapi potensi risiko atau masalah yang dapat merusak proses demokrasi pemilihan. Sejarah dua tahun terakhir pemilihan BEM FT yang berakhir secara aklamasi menjadi sorotan.

Beberapa mahasiswa dan pengamat demokrasi kampus berpendapat bahwa fenomena ini mencerminkan indikasi rusaknya demokrasi yang diterapkan dalam lingkungan kampus.

Kritik tersebut menyoroti perlunya perubahan dan penyegaran dalam mekanisme pemilihan, agar mahasiswa dapat lebih aktif terlibat dalam menentukan pemimpin mereka.

Baca Juga :  Kloter 20 Diberangkatkan, Doakan Bangsa dan Negara Senantiasa Dalam Lindungan Allah

KPUM FT dirasa tidak netral yang mana diduga semenena-mena dalam membuat keputusan tanpa pertimbangan yang sangat matang dan jelas, sehingga dirasa merugikan salah satu paslon.

“KPUM FT sudah tidak sehat lagi karena dirasa memihak pada salah satu paslon sebab (bendera) dan ini merupakan cara yang dilakukan untuk menang secara aklamasi,” ucap sang koboy kampus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News

Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2026, BRI Region 6 melaksanakan upacara bendera yang berlangsung dengan khidmat, tertib, dan penuh semangat kebangsaan. Kegiatan yang diikuti…