Lensa Mata Sampang – Dalam rangka menyongsong Pemilihan Raya Mahasiswa (PEMIRA) di Fakultas Teknik (FT) Harapan Tinggi diletakkan pada kelancaran pelaksanaan demokrasi pemilihan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).
Masyarakat akademis berharap bahwa setiap tahapan pemilihan dapat dijalankan sesuai dengan tupoksinya, menciptakan proses demokratis yang transparan, partisipatif, dan adil.
Dalam menghadapi Pemira, salah satu koboy kampus Agung Gumelar, menegaskan bahwa netralitas Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) sangat penting.
“KPUM harus bersikap netral agar proses pemilihan berjalan dengan adil dan tidak ada potensi kecurangan,” ujarnya, Sabtu (30/12/2023).
Harapan ini menjadi sorotan karena menunjukkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya lembaga penyelenggara pemilihan yang adil dan netral.
Terkait dengan kepemimpinan di tingkat fakultas, perhatian tertuju pada Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan (Wadek) 3.
Masyarakat mengharapkan bahwa Wadek 3 akan mengambil peran aktif dalam memastikan integritas dan kesehatan demokrasi di FT.
Tanggung jawab Wadek 3 dianggap sangat penting, terutama dalam menghadapi potensi risiko atau masalah yang dapat merusak proses demokrasi pemilihan. Sejarah dua tahun terakhir pemilihan BEM FT yang berakhir secara aklamasi menjadi sorotan.
Beberapa mahasiswa dan pengamat demokrasi kampus berpendapat bahwa fenomena ini mencerminkan indikasi rusaknya demokrasi yang diterapkan dalam lingkungan kampus.
Kritik tersebut menyoroti perlunya perubahan dan penyegaran dalam mekanisme pemilihan, agar mahasiswa dapat lebih aktif terlibat dalam menentukan pemimpin mereka.
KPUM FT dirasa tidak netral yang mana diduga semenena-mena dalam membuat keputusan tanpa pertimbangan yang sangat matang dan jelas, sehingga dirasa merugikan salah satu paslon.
“KPUM FT sudah tidak sehat lagi karena dirasa memihak pada salah satu paslon sebab (bendera) dan ini merupakan cara yang dilakukan untuk menang secara aklamasi,” ucap sang koboy kampus.







