Scroll untuk baca artikel
Uncategorized

Dipimpin Ketua Tim Penggerak PKK Malra, Inilah Napak Tilas Perjalanan Nen Dit Sakmas Tahun 2023

1131
×

Dipimpin Ketua Tim Penggerak PKK Malra, Inilah Napak Tilas Perjalanan Nen Dit Sakmas Tahun 2023

Sebarkan artikel ini

MALRA, lensamata.id – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) kembali melaksanakan Napak Tilas Perjalanan Nen Dit Sakmas tahun 2023. Napak Tilas yang dilakukan mengisahkan perjalanan tokoh Perempuan Kei Nen Dit Sakmas di Kepulauan Kei dipimpin Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Malra Ibu Eva Eliyana Hanubun Rabu, (6/8/2023).

Napak Tilas perjalanan Nen Dit Sakmas merupakan kearifan lokal kebudayaan suku Kei. Warisan peninggalan leluhur setempat kembali dikemas dalam iven tahunan dalam rangka memperlihatkan peranan sosok perempuan Kei dengan tetap menjaga nilai-nilai kesakralan adat istiadat setempat.

Laporan reporter media ini, didominasi oleh ratusan ibu-ibu (kaum wanita) dan perempuan Kei, Napak Tilas perjalanan Nen Dit Sakmas diawali dengan ziarah ke makam rat Ohoivuur bertempat di Desa Letvuan.

Didalam makam inilah dilakukan ritual adat sebagai wujud penghormatan dengan mempersembahkan sesajian sirih dan pinang beserta emas dan uang.

“Disinilah tempat awal persinggahan Nen Dit Sakmas yang dulu dikenal dengan nama Teluk Surabaya, sekarang lebih dikenal dengan sebutan teluk Hoat Sorbay sehingga menjadi primadona di wilayah setempat.” ujar Bupati M. Thaher Hanubun.

Baca Juga :  Kandang Ayam "Biarkan Jadi Sarang Hantu" Apa Bila Tidak Sesuai Dengan Ketentuan Yang Berlaku

Tempat tersebut sangat bersejarah dan dipercaya kesakralannya maka bagi setiap pengunjung yang datang harus melepaskan alas kakinya sebelum memasuki gerbang teluk.

Kata Hanubun, tempat ini didepannya adalah teluk Surabaya atau yang lebih dikenal dengan sebutan Hoat Sorbay. Mengapa demikian karena menyesuaikan dengan lidah kita orang Key. Sebutan ini pula yang menandakan bahwa dulunya tempat ini pernah disinggahi orang dari luar.

Hal ini dibuktikan dengan kehadiran KASDEUW bersama istri dan keturunannya. Disini pula, lahirnya seorang perempuan bernama DIT SAKMAS.

Beliau inilah yang selama pencariannya untuk menemukan HILA’AI, menyinggahi beberapa tempat dan mengalami peristiwa- peristiwa yang mana diketahui bahwa Beliau turut ambil bagian bersama HILAAI lainnya menetapkan hukum adat LARVUL NGABAL.

“Ini adalah cerita pendek karena yang lebih tahu sejarahnya adalah para tokoh adat, Raja dan lainnya, dan demikian bukan hanya ada kala kita hanya mengikuti saja tetapi tidak tahu maknanya apa.

Kenapa harus di Letvuan, karena dari sinilah, dari kisah perempuan inilah hubungan LORLIM dan URSIUW diperbaiki secara baik setelah selalu ada konflik antara keduanya.

Baca Juga :  Tidak Dilibatkan Mutasi ASN, Wakil Walikota Subulussalam Hentikan Pelantikan Sumpah Jabatan Eselon II, III dan IV

Olehnya kini tradisi ini kita angkat agar menjadi peringatan bagi kita generasi sekarang bahwa kita kini adalah satu dan sama, tidak ada perbedaan diantara kita semua.” Jelasnya.

Selain mempersembahkan sesajian adat, turut dipersembahkan sekunjur kembang bunga dimakam rat Ohoivuur.

Makam rat Ohoivuur sendiri merupakan makam tertua yang menceritakan pertemuan DIT SAKMAS dan HILA’AI.

“Bukan hanya perkawinan biologis tetapi juga perkawinan idiologis dimana dibekali dengan sasi hawear balwirin yang menjaga perjalanan Beliau. Hal ini memberi makna bahwa emansipasi wanita telah hadir pada saat itu. Kita memaknai perjalan NEN DIT SAKMAS ini sebagai bagian dari sejarah kita yang mana akhirnya melahirkan hukum adat Kei.” tambah Thaher Hanubun.

Dari Woma El’vovot Letvuan, rombongan Napak Tilas berkendara menuju rumah raja Danar dan beristirahat sejenak. Setelah itu Napak Tilas dilanjutkan ke Ohoi Elaar Let, tempat dimana Hukum Adat Larvul Ngabal dicetuskan dengan mempersembahkan sesajian adat.

Selanjutnya, perjalanan Napak Tilas dilanjutkan ke Ohoi Wain dan berakhir Ohoi Samawi Kecamatan Kei Kecil Timur. Dimakan Nen Dit Sakmas inilah diadakan prosesi adat yang diawali dengan tarian penjemputan rombongan Dit Sakmas (Perempuan Kei).

Baca Juga :  Yamaha Gelar Baksos & Bukber Bersama Wartawan, KOL dan Photographer

Memasuki Makam Nen Dit Sakmas, perempuan Kei yang dipimpin Ketua Tim Penggerak PKK Maluku Tenggara Ny. Eva Eliyana Hanubun didampingi Ibu Kapolres Malra, ibu Dandim 1503 Tual, Ibu Danlanal Tual dan Ibu Danlanud Dominicus Dumatubun melakukan ziarah ke makam Nen Dit Sakmas.

Dikesempatan itu turut dipersembahkan sesajian adat yang diisi dalam luv adat. Luv adat adalah piring yang terbuat dari anyaman daun kelapa putih untuk menyimpan sesajian adat sebagai penghormatan terhadap roh nenek moyang.

Napak Tilas perjalanan tokoh perempuan Kei Nen Dit Sakmas dilaksanakan bertujuan untuk terus melestarikan nilai-nilai adat dan budaya suku Kei dengan tetap menjaga harkat dan martabat PEREMPUAN di mata dunia.

Turut hadir Bupati Maluku Tenggara, para Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda, Forkopimda, pimpinan TNI/Polri, OPD, Camat, Kepala Desa dan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *