Scroll untuk baca artikel

News

Dorong Kemandirian Ekonomi Pemko Medan Gelar Pelatihan Vokasional Bagi Warga Disabilitas

235
×

Dorong Kemandirian Ekonomi Pemko Medan Gelar Pelatihan Vokasional Bagi Warga Disabilitas

Sebarkan artikel ini

Lensa Mata Medan– Sebagai wujud nyata komitmen Pemko Medan dalam mendorong kemandirian ekonomi serta membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi warga Disabilitas, Bappeda Kota Medan menggelar pelatihan Vokasional di Siloam Hospital Dirga Surya, jalan Imam Bonjol, Senin (20/10/25).

Pelatihan Vokasional yang diikuti 35 warga disabilitas ini dihadiri dan dibuka Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas. Turut hadir kepala BPJS Ketenagakerjaan, perwakilan PT KIM dan Pimpinan RS Siloam Hospital Dirga Surya, Ketua Kadin Kota Medan serta Ketua HIPMI Kota Medan.

Dalam sambutannya Rico Waas mengatakan kita hidup diciptakan setara semuanya dan diberikan kesempatan dan kemampuan yang sama. Oleh karena itu sejatinya dalam kehidupan kita layak sekali memberikan kesempatan yang luas kepada seluruh warga termasuk warga disabilitas.

Baca Juga :  Cegah Gangguan Kamtibmas, Sat Samapta Polres Tanjung Balai Patroli di Daerah Rawan Gangguan Kamtibmas

“Hari ini kita melakukan pelatihan kepada warga disabilitas yang sejatinya memiliki kesempatan yang sama. Sebab kami meyakini seluruh manusia memiliki kemampuan dan potensi yang sama”, kata Rico Waas.

Baca Juga :  Marak Pengangsu Solar Subsidi  di SPBU 44 59516

Diakhir sambutannya Rico Waas meminta kegiatan pelatihan ini tidak hanya seremonial saja, namun menjadi peringatan bagi kita semua untuk mendorong baik di tingkat Pemerintahan maupun swasta untuk mempekerjakan warga disabilitas.

Baca Juga :  Pengawasan Dana Desa Oleh Wartawan, Langkah Penting Dalam Memujudkan Transparansi dan Akuntabilitas

Sebelumnya Kepala Bappeda Ferry Ichsan menyampaikan pelatihan ini merupakan wujud nyata komitmen Pemko Medan dalam mendorong kemandirian ekonomi serta membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi warga disabilitas agar dapat berperan aktif dalam pembangunan daerah.

 

Respon (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *