Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

ESR dan INA Perluas Kemitraan untuk Pengembangan Logistik Baru di Indonesia

17
×

ESR dan INA Perluas Kemitraan untuk Pengembangan Logistik Baru di Indonesia

Sebarkan artikel ini

• Investasi ini akan membangun dua fasilitas logistik berstandar institusional di Cikarang, Jabodetabek.
• Kerja sama ini mencerminkan komitmen kedua belah pihak untuk mendorong pengembangan sektor logistik dan industri manufaktur, serta memperkuat rantai pasok di Indonesia.

ESR, pemilik dan pengelola aset real estat yang berfokus di Asia-Pasifik bersama Indonesia Investment Authority (“INA”) dan mitra pemodal lainnya, berkomitmen untuk melakukan investasi bersama dalam pembangunan dua fasilitas logistik modern berstandar institusional di Cikarang, Jabodetabek guna mendukung pertumbuhan jangka panjang sektor logistik, industri manufaktur dan rantai pasok di Indonesia.

Pembangunan ESR Cikarang Logistics Park 4 diresmikan dengan acara Groundbreaking pada hari ini. Proyek ini merupakan fasilitas industri dan logistik bertaraf Grade A yang berlokasi strategis di Kawasan Industri Jababeka. Ditargetkan selesai pada tahun 2027, fasilitas ini akan menjadi gudang modern yang disewakan kepada pihak ketiga (non-captive) terbesar di area Jababeka. Kehadirannya diharapkan dapat memenuhi tingginya kebutuhan para penyedia jasa logistik pihak ketiga (third-party logistics/3PL) internasional dan regional, hingga pabrik-pabrik multinasional yang mencari lokasi strategis dengan konektivitas yang kuat terhadap kawasan industri dan jaringan rantai pasok di Indonesia.

Baca Juga :  Siap-Siap Moonbag! 3 Meme Coin Ini Diprediksi Bakal Melonjak!

Selain ESR Cikarang Logistics Park 4, investasi ini mencakup pembangunan ESR Cibitung Distribution Hub, fasilitas logistik tiga lantai bertaraf Grade A yang ditargetkan selesai pada tahun 2028. ESR Cibitung Distribution Hub  akan berlokasi di MM2100 Industrial Town, salah satu kawasan industri yang strategis dan telah berkembang di Cikarang, Kabupaten Bekasi, akan beroperasi pada 2028 untuk memenuhi kebutuhan pelanggan akan pergudangan modern yang dirancang khusus untuk kegiatan manufaktur dan distribusi regional.

Berlokasi di koridor industri wilayah timur Jabodetabek, kedua proyek tersebut berada di dalam klaster manufaktur dan logistik Indonesia yang telah berkembang pesat. Investasi ini akan menambah pasokan infrastruktur logistik modern guna mendukung pertumbuhan sektor industri nasional serta pengembangan rantai pasok yang semakin maju. Pasar transportasi barang dan logistik Indonesia diproyeksikan melampaui US$188 miliar pada tahun 2031[1], didorong oleh tingginya permintaan di sektor e-commerce, peningkatan ekspor manufaktur, dan pertumbuhan konsumsi domestik yang terus meningkat.

Jai Mirpuri, Head of Southeast Asia, ESR, mengatakan, “Kami sangat antusias untuk terus memperkuat kemitraan strategis dengan INA, setelah baru-baru ini berhasil melakukan realisasi investasi yang sukses bagi mereka di Indonesia. Indonesia merupakan salah satu pasar paling menarik di Asia Tenggara, didukung oleh pertumbuhan fundamental yang kuat. Kami terus melihat tingginya permintaan pasar dari para pelanggan, baik di sektor manufaktur maupun logistik, dan pembangunan fasilitas-fasilitas baru di kawasan Jabodetabek ini telah dirancang untuk memenuhi kebutuhan mereka yang terus berkembang. Pembangunan ini berada pada posisi yang strategis untuk memenuhi permintaan pelanggan yang membutuhkan aset berskala lebih besar dengan spesifikasi yang lebih tinggi di kawasan logistik strategis, yang dilengkapi dengan fitur-fitur pendukung otomatisasi, efisiensi operasional dan keberlanjutan.”

Baca Juga :  Elmedinah Indonesia Meluncurkan Habbasy Garlic: Inovasi Baru dalam Menjaga Kesehatan

Oki Ramadhana, Ketua Dewan Direktur INA, mengatakan, “Sejak menjalin kemitraan dengan ESR pada tahun 2023, kami terus memperkuat kolaborasi kami di Indonesia. Berlokasi strategis di dua kawasan industri terkemuka di koridor industri wilayah timur Jabodetabek, proyek-proyek pengembangan ini merupakan investasi strategis di pasar pergudangan modern Indonesia yang tingkat penetrasinya masih rendah, sekaligus mencerminkan keyakinan kami terhadap potensi pertumbuhan jangka panjang di sektor ini. Prospek pergudangan modern tetap kuat, didukung oleh tren nearshoring pada aktivitas manufaktur (relokasi kegiatan produksi agar lebih dekat dengan pasar utama), peningkatan penetrasi e-commerce, dan industrialisasi yang terus berkembang. Keahlian sektoral ESR yang mendalam serta rekam jejak eksekusi yang telah terbukti dalam seluruh proses dan manajemen siklus aset menjadi fondasi yang kuat untuk menghadirkan fasilitas berkualitas tinggi dengan lokasi strategis yang mampu memenuhi kebutuhan pasar yang terus berubah. Bersama-sama, kami berupaya memperkuat infrastruktur yang mendukung pertumbuhan industri Indonesia.”

Baca Juga :  BRI Region 6/Jakarta 1 Dukung Peluncuran Program ACCES dan Seminar Pembiayaan UMKM

Kedua fasilitas ini akan dikembangkan dengan standar teknis tinggi, dilengkapi dengan jarak bebas vertikal atas yang tinggi dan daya dukung lantai yang diperkuat untuk mendukung otomasi tingkat tinggi dan kebutuhan pelanggan yang terus berkembang. Fasilitas-fasilitas ini juga akan mengadopsi desain hemat energi seperti pencahayaan dan ventilasi alami, sistem pembangkit energi terbarukan di lokasi serta sistem proteksi kebakaran yang sesuai dengan standar industri terkemuka.

[1] Indonesia Freight and Logistics Market Report by Mordor Intelligence

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

Melihat tingginya antusiasme para blogger dan komunitas penulis di seluruh Indonesia, Dupoin Futures secara resmi memutuskan untuk memperpanjang periode Dupoin Blog Competition hingga 31 Oktober 2026. Kompetisi penulisan blog ini tetap diselenggarakan…