Scroll untuk baca artikel

News

Genangan Mirip ‘Kubangan Kerbau’ Didepan SMK Negeri 13 Medan Ganggu Aktifitas Warga, LSM Sukma : Jangan Hanya Proyek Besar Saja Yang Diperhatikan

713
×

Genangan Mirip ‘Kubangan Kerbau’ Didepan SMK Negeri 13 Medan Ganggu Aktifitas Warga, LSM Sukma : Jangan Hanya Proyek Besar Saja Yang Diperhatikan

Sebarkan artikel ini

Lensa Mata Medan – Ada hal yang sangat menarik ketika warga Kota Medan melintasi Jalan Seruai, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, tepatnya didepan SMK Negeri 13 Medan.

Pasalnya, ketika siapapun warga yang melintas didepan sekolah milik negara itu, pasti disajikan dengan pemandangan dan fenomena yang sangat tidak mengenakkan mata. Para pengguna jalan disajikan oleh pemandangan genangan air seperti ‘kubangan kerbau’ ketika hujan turun , dan debu tebal saat hari diterpa oleh teriknya matahari.

Bahkan warga sekitar menyebutnya dengan kolam mirip ‘kubangan kerbau’, yang tak lain pemandangan jalan rusak yang luput dari pembangunan Kota Medan. Meski jalan hancur itu merupakan Jalan umum, namun sampai tahun 2025 ini, jalan itu tetap begitu adanya.

pantauan wartawan dilokasi,Jumat (17/1/25), lubang yang menganga lebar seperti ‘kubangan kerbau’ yang pada dasanya bagian dari jalan lintas di Jalan Seruai itu belum juga diperbaiki oleh Pemko Medan, dan banyak warga sekitar yang mengeluh karena dampaknya bukan cuma bagi pengguna jalan yang melintas saja. Akan tetapi juga masyarakat setempat ikut merasakan imbasnya.

Baca Juga :  Kunker ke Kodim 1503 Tual, Ini Yang Dilakukan Pangdam Pattimura

” Kan ini jalan lintas. Bahkan mungkin bapak-bapak pejabat Pemko Medan sering melintasi jalan ini. Tapi apa gak risih mata mereka melihat ruas jalan yang hancur seperti ini?. Kami yang berjualan dan tinggal disekitar sini setiap hari makan debu. Dan kalau musim hujan seperti ini sulit untuk beraktitas, karena jalan itu sudah pasti tergenang air berlumpur,”kata Lukman warga yang tinggal di delt lokasi genangan air berlumpur tersebut kepada wartawan.

Sejumlah pelajar SMKN 13 pun juga sangat resah dengan adanya genangan mirip ‘kubangan kerbau’ tersebut. Mereka dengan terpaksa harus berjalan memepet tembok pagar sekolah mereka agar tidak menginjak genangan air dari ‘kolam mirip kubangan kerbau’ itu.

Baca Juga :  Menpora Tekankan Permintaan Audit PON XXI Untuk Preventif, Bukan Tekanan Bagi Penyelenggara

“Kami terpaksa berjalan memepet dekat temboklah pak. Kalo engak ya sepatu kami akan basah berlumpur,” kata salah seorang dari rombongan pelajar SMK 13, sambil berjalan memepet tembok pagar menuju ke sekolah mereka.

Menanggapi persolan tersebut Ketua LSM Suara Keadilan Masyarakat (Sukma), Evi Tanjung, menyesalkan sikap ‘masa bodo’ yang ditunjukkan oleh para pejabat yang berwenang di Pemko Medan, khususnya di Kecamtan Medan Labuhan.

“Seperti tak ada kepedulian dari Pemko Medan. padahal ada Kepling, ada Kelurahan, ada Kecamatan di kawasan itu, bahkan ada UPT Dinas SDABMBK sebagai perpanjangan tangan yang emestinya melakukan gerak cepat (Gercep) memberikan laporan kepada Kepala Dinasnya,” Kata Evi kepada wartawan, Minggu (19/1/25).

Para pejabat tersebut lanjut Evi, harusnya jangan tutup mata, jangan tidak peduli. Karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Sampaikan kepada pejabat dan instansi terkait kalau ada fasilitas umum yang harus diperbaiki, bukan masa bodo seprti itu,” tegasnya.

Baca Juga :  Plt Walikota Ajak Warga Medan Terus Jaga & Rawat Serta Pelihara Kerukunan  

Untuk itu Dia meminta Walikota Medan dan wakilnya untuk turun meninjau ke lokasi tersebut, agar melihat langsung bagaimana sebenarnya kondisi pembangunan yang terjadi di Kota Medan.

“Kita minta Walikota Medan turun meninjau langsung ke lapangan biar tahu bagaimana yang sebenarnya terjadi kondisi di Kota Medan ini. Pemimpin kan tidak hanya duduk dibelakang meja saja dan terima laporan yang baik-baik dari bawahan. hal-hal seperti fasilitas umum yang hancur seperti jalan didepan SMk 13 itu juga harus jadi perhatian serius, jangan hanya proyek-proyek besar saja yang diperhatikan,”tandasnya.

Plt Kadis SDABMBK Gibson  Panjaitan, mengatakan, akan segera menindaklanjuti. Dan sudah diinfokannya ke ke UPT.

“Akan segera kita tindak lanjuti bg. Minggu lalu sudah saya infokan ke UPT,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *