Scroll untuk baca artikel

News

Ini Kisah Pasutri Asal Sergai Penjual Pisang Goreng Naik Haji

1112
×

Ini Kisah Pasutri Asal Sergai Penjual Pisang Goreng Naik Haji

Sebarkan artikel ini

Lensa Mata Medan – Menunaikan ibadah haji ke tanah suci merupakan impian bagi Umat Islam. Tak terkecuali bagi pasanagn suami istri (Pasutri) Fadli Hariadi dan Arbainah.

Untuk mewujudkan Impian itu, butuh perjuangan, kerja keras dan kesabaran yang kuat. Seperti yang dialami Pasutri Asal Serdang Bedagai (Sergai) yang tergabung dalam Kloter 14 Embarkasi Medan. Setelah 20 tahun berjualan pisang goreng, Pasutri ini akhirnya bisa menunaikan Rukun Islam kelima.

Fadli sangat bersyukur akhirnya bisa menunaikan ibadah haji setelah 12 tahun menunggu.

“Sebelumnya saya bersama istri mendaftar dana talangan haji Rp 25 juta untuk mendapatkan nomor porsi, Alhamdulillah penantian Panjang menjadi Tamu Allah bisa terwujud,” ujranya.

Baca Juga :  Bagaikan Pasar, SPBU 44.507.15 Cengek-Kota Salatiga Jadi Ladang Pengambilan Bagi Mafia Solar, Diduga Aparat Penegak Hukum Polres Salatiga Tutup Mata

Ia menceritakan, sejak tahun 2005 mulai berjualan pisang goreng di pinggir jalan Desa Sialang Buah Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai.

“Setiap hari mulai pukul 8 pagi sampai pukul 4 sore saya berjualan bersama istri. Setiap hari kami jualan tidak ada hari libur, jika merasa lelah kami baru libur,” ungkapnya kepada Humas PPIH Embarkasi Medan, Sabtu (17/5/2025).

Suami istri yang memiliki 2 orang anak ini rutin menyisihkan uang sebagai tabungan untuk berangkat haji. Sedikit demi sedikit uang hasil penjualan pisang goreng dikumpulkan untuk tabungan haji.

Fadli menceritakan, suka dukanya bersama istri saat berjualan pisang goreng.

Baca Juga :  Calon Jemaah Haji Kloter I Asal Padang Sidempuan Tiba di Asrama Haji Medan

“Pendapatannya tidak menentu pak, terkadang ramai, namun juga terkadang sepi, apalagi kondisi ekonomi sekarang ini susah mencari uang, namun kami menjalaninya dengan penuh kesabaran karena rezeki sudah diatur Allah SWT,” ucapnya.

Sementara itu sang istri Ardiah mengungapkan, suka duka mulai merintis usaha jualan pisang goreng.

“Saat anak kami masih bayi, saya bersama suami memasang kain gendong dan mengayunkan anak kami di ranting sebatang pohon di dekat kami berjualan. Saat itu tempat berjualan kami masih berupa tenda bongkar pasang,” kata Ardiah.

“Anak kami besar-besar di jalan lah Pak,” ungkap Ardiah sambil tersenyum.

Baca Juga :  Pemkab Labuhanbatu Fasilitasi Kereta Api Menuju Ahmed, Tamu Allah Merasa Nyaman dan Tenang

Pasutri yang sebelumnya pernah melaksanakan umrah ini bersyukur bisa melaksanakan ibadah suci ke Baitullah. Mereka berharap dalam perjalanan hajinya ini, agar selalu diberi kesehatan dan kemudahan dalam melaksanakan rangkaian ibadah haji dan kembali ke Tanah Air dan mendapat predikat sebagai haji mabrur.

Di tanah suci nanti, Pasutri ini ingin mendoakan keluarga yang belum berkesempatan menunaikan ibadah haji agar bisa menunaikan Rukusan Islam Kelima.

Melalui kisah Pasutri ini kisa bisa mengambil Pelajaran bahwa tidak ada yang tidak mungkin jika kita bekerja keras diiringi doa dan kesabaran, jika Allah SWT berkehendak segala jalan akan dimudahkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *