Lensa Mata Medan || Menjadi sorang penyanyi profesional atau artis ternyata bukan hal yang gampang, tak semudah membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan pengorbanan dan kerja keras untuk mencapai semua itu. Banyak orang-orang yang terlibat untuk mewujudkan semua itu.
“Artinya, berbagai tahapan harus dilalui. Dari mulai pencipta lagu, penata lagu, aransemen sampai pengambilan gambar (Vidio) dan pengeditannya. Dan itu semua hanya bisa dilakukan boleh para profesional,” ungkap salah seorang arransemen musik, Ryandika Barus, kepada wartawan, di Medan, Selasa (16/09/23).
Pria yang sudah lebih kurang 18 tahun berkecimpung didunia musik ini menyampaikan, kunci sukses untuk menjadi artis atau penyanyi itu sangat sederhana, yaitu jangan sombong.
“Jangan sombong,itu kunci suksesnya. Setinggi apapun karir seorang artis, bahkan sudah dipapan atas sekalipun kalau dia sombong, maka tidak akan pernah lama dia dipuncak kesuksesan itu,” ujarnya.
Pada kesempatan itu dia menyebutkan, sebelum memilih berprofesi sebagai seorang arranger, Ryan sempat bekerja di salah satu perusahaan pamannya, Ismed Barus yang saat ini sebagai anggota DPRD Langkat.
“Sebelumnya saya ini bekerja sebagai CS di Perusahaan Paman saya. Dan Paman saya jugalah yang mendidik dan selalu menyarankan saya untuk menjadi seorang air arrnger.
Berkat kesabaran sang paman dalam membimbingnya untuk menjadi seorang musisi, sampai saat ini Ryan pun terus memperdalam dan menekuni profesinya.
” Tak cuma aransemen saja yang saya dalami saat ini, bahkan sampai pengatur lagu dan proses pengambilan sampai editing gambar juga saya kerjakan,” ucapnya.
Dia juga mengaku, tidak hanya lagu-lagu Indonesia saja yang ditanganinya, bahkan dia juga sering mendapat tawaran proyek dari negara jiran yaitu Malaysia, untuk menggarap lagu bersama salah seorang pencipta lagu, Emen, salah satu lagunya sempat menggoyangkan blantika musik tanah air yang berjudul ‘Syahara’. ” Sering juga kita dan bang Emen ditawari proyek dari perusahaan musik Malaysia,” ujarnya.
Ketika disinggung soal penghasilan, ayah 4 anak ini menyebutkan, Meskipun profesi yang dijalaninya ini tidak semua orang bisa melakukannya, namun dalam hal rejeki belum ada standard. Artinya, belum ada patokan honor yang diberikan oleh para pemilik rumah produksi yang membutuhkan jasanya.
” Belum ada standardnya, berapa mereka beri (rumah produksi-red) ya itulah yang kita terima. Meski demikian, ya disyukuri aja dan jangan banyak mengeluh. Karena itu rejeki yang Allah beri untuk kita,” ucap Ryan sebagai penata lagu Nabasa Trio berjudul Orang Ketiga.








