Scroll untuk baca artikel

Ekonomi

KAI Logistik Kelola 3,6 Juta Ton Barang di TW 1 dengan Peningkatan 24% pada Angkutan Peti Kemas

129
×

KAI Logistik Kelola 3,6 Juta Ton Barang di TW 1 dengan Peningkatan 24% pada Angkutan Peti Kemas

Sebarkan artikel ini

Di tengah dinamika perekonomian global yang masih diwarnai ketidakpastian, KAI Logistik sebagai perusahaan penyedia layanan total logistics solution, berhasil mencatatkan kinerja operasional yang kokoh pada Triwulan I 2026. Perusahaan mencatatkan total volume pengelolaan angkutan barang mencapai sekitar 3,6 juta ton. Angka ini menunjukkan konsistensi perusahaan dalam menjaga kelancaran rantai pasok nasional.

Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, menyampaikan bahwa sepanjang tiga bulan pertama, operasional bisnis tetap berjalan secara optimal meski di tengah momentum beberapa hari libur nasional yang berdekatan. ”Pencapaian sebesar 3,6 juta ton tersebut didominasi oleh lini angkutan batu bara dengan volume mencapai 2 juta ton. Kontribusi signifikan lainnya berasal dari layanan pra dan purna BBM/BBK sebanyak 769 ribu ton, layanan peti kemas sebesar 663 ribu ton, angkutan semen dan limbah B3 sekitar 74 ribu ton, serta layanan pengiriman barang ritel sebesar 18.671 ton.”

Pertumbuhan signifikan terjadi pada layanan angkutan peti kemas, yang mengalami peningkatan sebesar 24% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025. Volume angkutan peti kemas naik dari 535 ribu ton menjadi 663 ribu ton pada Triwulan I 2026. Pertumbuhan ini didorong oleh berbagai langkah inovasi strategis yang telah diimplementasikan perusahaan untuk meningkatkan keandalan layanan.

Baca Juga :  2025 Jadi Tahun Emas Polda NTT: Keamanan Kondusif, Penegakan Hukum Profesional dan Optimal

Kinerja positif KAI Logistik ini sejalan dengan proyeksi Bank Indonesia pada laporannya yang menempatkan sektor Transportasi dan Pergudangan sebagai lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi pada kisaran 10,8% hingga 11,6% (YoY). Angka ini melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional, mempertegas peran vital sektor logistik dalam mendukung konektivitas nasional.

“Pencapaian pada Triwulan I  ini merupakan bukti nyata dari ketangguhan operasional perusahaan dalam merespons kebutuhan pasar yang dinamis. Kami terus berfokus pada inovasi layanan dan optimalisasi kapasitas angkut untuk memastikan setiap segmen bisnis memberikan kontribusi terukur bagi penguatan rantai pasok nasional, sejalan dengan visi besar perusahaan dalam menyediakan solusi logistik terintegrasi,” ujar Yuskal.

Baca Juga :  Analis Kebijakan Ahli Madya Dir Penyaluran Wilayah III Badan Gizi Nasional (BGN) Deni Iskandar ST MHan membuka secara resmi Bimbingan Teknis (Bintek) Penjamah Makanan untuk Program Makan Bergizi Gratis Wilayah 1 di Hotel Grand Elite Pekanbaru, Sabtu (18/10). Diikuti 8000 peserta yang tersebar di delapan hotel di Pekanbaru. Bimtek yang berlangsung dua hari tersebut, Sabtu (18/10) dan Minggu (19/10) dihadiri perwakilan BPOM Muhammad Rusydi Ridha S Farm Apt Mfarm MH, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Sukma Yenni Budiarti Latif SKM M dan perwakilan Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Gustiyanti SKM MKes. Dari BPOM memaparkan tentang Keamanan Pangan dan Standarisasi. Dinas Lingkungan Hidup tentang Laik Higienitas, Sanitasi dan IPAL. Persagi tentang Antropometri dan Status Gizi Anak Sekolah. Deni Iskandar ST MHan dalam sambutannya mengajak seluruh SPPG di seluruh Indonesia dapat menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan sebaik-baiknya. Jalankan standar operasional prosedur. Kejadian yang terjadi dilapangan itu akibat tidak berjalannya SOP tentang pengelolaan dapur yang baik. ‘’Bisa jadi juga kejadian pada makanan karena orang-orang yang tidak berkenan menjalankan SOP tersebut,’’ paparnya. Dia menekankan setiap dapur SPPG MBG untuk dapat mengikuti saran tenaga ahli gizi. ‘’Ahli gizi lah yang tahu terhadap makanan tersebut memiliki standar gizi. Semua dapur SPPG diharuskan berlatar belakang ahli gizi. Jangan sampai ahli gizi SPPG bukan berlatar belakang ahli gizi. Personal-personal yang ada di SPPG adalah merupakan pahlawan gizi,’’ ujarnya. Kejadian-kejadian pada SPPG MBG, katanya, mari intropeksi diri, apa yang viral di medsos, tiktok, instakram, facebook diperbaiki semua. Caranya dengan belajar seperti yang dilaksanakan pada Bimtek Penjamah Makanan untuk Program Makan Bergizi Gratis saat ini. Jadi nanti, semua prosedur-prosedur yang ditetapkan jangan sampai dilanggar. Apa saja yang tidak dibolehkan di dapur jangan dilakukan. Dia juga menyadari bahwa dapur MBG belum terstandar dengan baik semua, masih ada dapur yang belum standar. ‘’Nanti akan ada dapur-dapur MBG percontohan yang akan dibangun di 514 kabupaten kota di Indonesia. Tiap kabupaten kota akan ada tiga dapur SPPG milik BGN yang protektif, baik dari bangunannya, peralatan, semua sesuai dengan standar Operasional Prosedur dapur MBG. Sekarang sudah ada beberapa dalam proses pelelangan dan kontrak pemenang,’’ ujarnya. Disebutkannya, dapur SPPG BGN percontohan itu, tanahnya sudah disurvei, menggunakan tanah pemerintah daerah. Nanti pembangunan dan peralatannya dibiayai oleh APBN. Dapur tersebut tidak memakai yayasan atau mitra. Langsung dikontrol dari pusat. Dijelaskannya, pengelola dapur SPPG BGN itu ada yang dikelola oleh pemerintah, mitra swasta, instansi baik itu TNI, Polri. ‘’Kalau sudah berstandarisasi maka yang bekerja di SPPG akan lebih enak. Kalau dapurnya belum berstandar, kita akan repot, yang tadinya ingin menjadikan makanan higienis, menerapkan SOP susah karena sarana dan prasarana tidak mendukung. Dapur-dapur SPPG yang sudah ada ini diperbaiki secara perlahan-lahan. Sarana dan prasarana yang kurang bisa disampaikan oleh kepala SPPG kepada mitranya sehingga dapur menjadi sempurna,’’ terangnya. Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

Seiring dengan fokus pemerintah dalam memperkuat struktur industri manufaktur yang ditargetkan tumbuh 5,51% pada tahun 2026. KAI Logistik juga memposisikan diri sebagai mitra strategis dalam pemenuhan kebutuhan rantai pasok. Saat ini, sekitar 11% basis pelanggan KAI Logistik berasal dari industri manufaktur. Untuk mendukung sektor ini, perusahaan tengah merampungkan rencana penambahan kapasitas angkut pada layanan angkutan kereta api peti kemas yang akan segera dieksekusi dalam waktu dekat.

Selain sektor industri, pertumbuhan volume juga tercatat pada sektor ritel melalui layanan KALOG Express yang tumbuh sebesar 27%. Volume pengiriman pada Triwulan I 2026 mencapai 18.671 ton, meningkat dari 14.649 ton pada periode yang sama tahun lalu. Capaian ini menjadi landasan bagi perusahaan untuk memperluas jangkauan pasar dengan membidik penambahan 70 titik layanan ritel baru di sepanjang tahun 2026.

Baca Juga :  Perjalanan 13 Tahun Rima Alir Tirta merintis Alir Tirta Batik

“KAI Logistik akan selalu berkomitmen untuk terus memperkuat peran sebagai penyedia solusi logistik terintegrasi yang andal dan berkelanjutan. Melalui peningkatan kapasitas, inovasi layanan, serta perluasan jaringan operasional, perusahaan optimistis dapat menjaga tren pertumbuhan positif sepanjang tahun 2026 sekaligus berkontribusi lebih besar dalam mendukung efisiensi distribusi dan daya saing ekonomi nasional,” tutup Yuskal.

About KAI Logistik

PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) dibentuk dengan tujuan melayani distribusi logistik berbasis kereta api, dengan kemasan bisnis hingga layanan door to door service untuk memberikan pelayanan yang excellent bagi Pelanggan. KAI Logistik fokus pada orientasi bisnis sebagai jasa layanan distribusi logistik terpadu (total logistics solution) melalui “End-to-End Services”. Mengusung tagline KAI Logistik, ispossible! yaitu semuanya menjadi mungkin, KAI Logistik menyediakan ragam layanan logistik melalui 3 segmentasi yaitu KALOG Express, KALOG Plus dan KALOG Pro.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *