Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

KAI Logistik Kembali Menguat, Kinerja Batu Bara Melonjak di Triwulan III 2025

161
×

KAI Logistik Kembali Menguat, Kinerja Batu Bara Melonjak di Triwulan III 2025

Sebarkan artikel ini

KAI Logistik anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (Persero), mencatatkan kinerja positif pada layanan angkutan batu bara di triwulan III 2025. Hingga akhir September 2025, KAI Logistik telah mengelola total 12,7 juta ton batu bara, menunjukkan tren pemulihan signifikan setelah perlambatan pada triwulan II.

Pada triwulan III 2025, volume angkutan batu bara mencapai 4.359.567 ton, meningkat 21% dibandingkan triwulan II yang tercatat sebesar 3.612.428 ton. Peningkatan ini mencerminkan pemulihan performa operasional yang solid, seiring dengan penguatan harga batu bara global dan kenaikan volume angkutan.

Direktur Utama KAI Logistik, Fredi Firmansyah menyampaikan bahwa “Fluktuasi harga batu bara global menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kami untuk memperkuat ketahanan sistem logistik nasional. KAI Logistik menjawabnya dengan strategi efisiensi, penguatan teknologi, dan optimalisasi kapasitas layanan. Langkah ini memastikan kami tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan pasokan batu bara bagi kebutuhan energi nasional,”.

Baca Juga :  Dolar Naik, Apa Dampaknya ke Keuangan Sehari-hari?

Saat ini KAI Logistik melayani angkutan batu bara melalui lima terminal utama, yaitu Kertapati, Sukacinta, Muaralawai, Merapi, dan Banjarsari. Di antara lokasi tersebut, Terminal Kertapati telah menjadi terminal dengan penerapan teknologi dan modernisasi infrastruktur logistik melalui pembangunan conveyor belt system yang terintegrasi dengan shiploader berkapasitas 1.500 ton per jam. Melalui modernisasi ini, KAI Logistik beralih dari metode konvensional berbasis dump truck, sehingga kegiatan bongkar muat menjadi lebih efisien dan ramah lingkungan. Setiap hari, KAI Logistik mengelola lebih dari 59.000 ton batu bara per hari dari berbagai titik terminal.

Baca Juga :  Tren Positif Dogecoin, Ini Analisis untuk Menentukan Waktu Beli yang Tepat

Selain modernisasi terminal, KAI Logistik juga menerapkan teknologi berupa implementasi RFID pada kontainer batu bara untuk mengoptimalkan supply chain management. “Komitmen pelayanan logistik energi melalui serangkaian inovasi dan modernisasi merupakan langkah nyata kami dalam meningkatkan efisiensi rantai distribusi sekaligus mengurangi emisi karbon dari aktivitas logistik,” tambah Fredi. Upaya ini sejalan dengan komitmen KAI Logistik untuk mendorong agenda ketahanan energi nasional melalui transportasi yang efisien, aman, dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Disruptive Doctors Conference 2025: Bermitra dengan Bisnis Kesehatan untuk Membentuk Masa Depan Kedokteran

Dalam meningkatkan layanan pengelolaan batu bara, KAI Logistik juga tengah membangun terminal baru, CY Merapi 2 dengan kapasitas angkutan batu bara sebesar 4,54 juta ton/tahun. Pembangunan CY Merapi 2 ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam meningkatkan kapasitas produksi dan menyokong kebutuhan logistik energi nasional.

KAI Logistik optimistis kinerja positif juga akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2025, didukung oleh stabilnya permintaan sektor energi, penguatan kerja sama dengan pelanggan strategis, serta peningkatan investasi pada infrastruktur logistik berbasis teknologi.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

Keamanan dalam ekosistem keuangan digital telah menjadi prioritas utama seiring dengan meningkatnya volume transaksi lintas negara. Di tengah kemudahan akses pasar global, risiko kejahatan siber dan pencucian uang juga turut…