Scroll untuk baca artikel

News

KMP Hafamati di Pelabuhan Teluk Dalam Jadi Sorotan Pasca Tak Pernah Beroperasi Hampir 3 Tahun, Perencanaan – Biaya Operasional Dipertanyakan

353
×

KMP Hafamati di Pelabuhan Teluk Dalam Jadi Sorotan Pasca Tak Pernah Beroperasi Hampir 3 Tahun, Perencanaan – Biaya Operasional Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini
Kondisi Kapal KMP Hafamati di Pelabuhan Teluk Dalam Kab. Nias Selatan. ist/lensamata.id

Lensa Mata Nias Selatan – Kapal Bus Roro KMP. Hafamati (HF) dengan GT.36 No.40/Sdp berbiaya Rp11 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2023 di Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Nias Selatan jadi sorotan masyarakat, jelang tiga tahun sejak kapal tersebut datang belum pernah beroperasi atau jalan, hanya pajangan di Pelabuhan Lama Telukdalam.

Kapal motor bermesin double (dua) dan mesin genset dua unit untuk pembangkit listrik serta alat navigator kapal dengan menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) bio solar.

Dari hasil investigasi dilapangan, salah seorang narasumber yang namanya tidak mau di sebut kepada awak media Jumat (6/2) menyampaikan bahwa, sejak KMP. Hafamati HF datang sekitar bulan September 2023 tidak pernah melakukan perjalanan mengangkut penumpang sampai saat ini.

Baca Juga :  Hajab...Harga Makanan di Area RF Cekik Leher

“Sepengetahuan saya, Kapal Motor Penumpang (KMP) Hafamati HF sejak datang tidak pernah beroperasi, atau jalan mengangkut penumpang. Jelang tiga tahun kapal tersebut hanya stanby di pelabuhan Lama Telukdalam,” ungkapnya .

Disinggung mengenai operasional atau pengontrolan kapal tersebut, ia menyampaikan sejak datang kapal tersebut, hanya enam bulan berjalan normal penyuplai BBM solar 40 liter/hari dari Dishub Kabupaten Nias Selatan untuk kebutuhan memanaskan dua mesin.

Begitu juga doking (dok) untuk perawatan, perbaikan, atau pengecatan, terutama pada lambung di bawah garis air guna memastikan keamanan operasional, tidak pernah dilakukan, ujarnya.

Baca Juga :  Pimpin Rapat Perdana Bersama Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Ini Pesan Kalapas

Dia menambahkan, saat ini dari dua mesin hanya satu yang berfungsi dan dua mesin genset untuk pembangkit listrik dan navigator kapal,tidak lagi berfungsi (rusak ). Dan ini sudah berjalan hampir dua tahun lamanya,” tandasnya.

PPK Dinas Perhubungan Nias Selatan Boi Gowasa saat dkonfirmasi pada Senin (21/1/2026) lalu mengenai Kapal Motor Penumpang (KMP) Hafamati yang tidak pernah beroperasi terkesan lempar bola kepada pejabat lama yang merencanakan pengadaan kapal tersebut.

“Perencanaan ditanyakan sama PPK perencanaan dan kadis sebelumnya,” kata Boi Gowasa.

Ditanyai soal anggaran biaya operasional maintenance dan bahan bakar kapal, Boi Gowasa mengaku bukan ranahnya dan tidak tau menau terkait anggaran tersebut dan meyarankan untuk tanya langsung ke Kadis. Ia juga mengatakan bahwa tugas nya hanya sampai serah terima ke pengguna dan pada saat serah terima kapal tersebut dalam kondisi bagus pada tahun 2023.

Baca Juga :  Syah Afandin Buka Turnamen Volly Antar Pelajar SMA/SMK Negeri dan Swasta

“Bukan ranah saya, saya kurang tau bro, tanya ke pak kadis langsung, saya PPK pengadaan kapal 2023. Kondisi kapal pada saat serah terima sudah bagus, tugas saya hanya sampai serah terima ke pengguna.” ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan Nias Selatan Dame Omega saat dikonfrmasi pada Senin (21/1/2026) dan Selasa (22/1/2026) hingga berita ini diterbitkan lebih memilih bungkam menjawab konfirmasi wartawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *