dr. Dara melanjutkan bahwa terdapat beberapa masalah kulit yang sulit diatasi hanya dengan penggunaan skincare. Penuaan dini dan pigmentasi kulit yang banyak dialami oleh kelompok usia di atas 25 tahun adalah dua contohnya.
Dalam situasi seperti ini, treatment seperti perawatan laser, mikrodermabrasi, atau injeksi botox dapat memberikan hasil yang lebih dramatis dan segera. Teknologi dan prosedur lanjutan ini dapat bekerja lebih intensif dalam merangsang produksi kolagen, mengencangkan kulit, atau mengurangi masalah hiperpigmentasi.
Walaupun demikian, menurut ZAP Beauty Index 2023 jenis treatment di klinik kecantikan yang paling difavoritkan oleh para wanita tak selalu berkaitan dengan masalah kulit yang berat.
Tiga treatment kecantikan populer menurut hasil survei ZAP Beauty Index 2023 adalah facial untuk membuat wajah lebih glowing (64,4%), facial untuk menghilangkan jerawat (59,7%), dan mencukur bulu ketiak (49,1%).
Saran profesional dari dermatologis dan dokter menjadi salah satu kelebihan melakukan treatment di klinik kecantikan. Mereka dapat memberikan konsultasi mengenai treatment yang cocok dengan permasalahan kulit serta mengintegrasikannya dengan produk skincare yang tengah digunakan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa produk skincare maupun treatment tidak saling bertentangan.
Terlebih, setiap treatment biasanya memiliki instruksi after care seperti tidak memakai skincare dengan kandungan bahan aktif selama beberapa hari.
“Saran untuk menjeda penggunaan skincare setelah treatment bertujuan untuk memastikan kulit fokus pada penyembuhan dan pemulihan tanpa adanya faktor eksternal yang dapat mengganggu atau mengiritasinya. Beberapa treatment yang bersifat agresif atau invasif dapat membuat kulit menjadi lebih sensitif, merah, atau bahkan sedikit terluka. Dalam periode ini, kulit perlu waktu untuk pulih sembari memproses hasil treatment untuk menampakkan hasilnya,” kata dr. Dara Ayuningtyas.





