Scroll untuk baca artikel

News

Maknai Idulfitri dengan Saling Memaafkan, Silaturahmi, dan Berbagi

724
×

Maknai Idulfitri dengan Saling Memaafkan, Silaturahmi, dan Berbagi

Sebarkan artikel ini

Lensa Mata.id – Wali Kota Medan Bobby Nasution mengajak masyarakat memaknai hari besar Islam ini dengan saling memaafkan, silaturahmi, dan berbagi.

Hal ini disampaikannya usai menunaikan salat Idulfitri 1445 H di Lapangan Sejati, Kelurahan Pangkalan Masyhur, Kota Medan, Rabu (10/4).

Sebelumnya, bersama istrinya Kahiyang Ayu dan anaknya, Bobby Nasution tiba di lokasi sekitar pukul 07.20 WIB. Tampak pula menunaikan Salat Idulfitri Wakil Wali Kota Aulia Rachman, Sekda Wiriya Alrahman, dan segenap pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan.

Baca Juga :  DPD PDIP Maluku Akan Hidupkan Mesin Partai Untuk Kemenangan Pemilu di Tahun 2024

Suasana khidmat dan kebersamaan terasa dalam Salat Idulfitri yang diikuti masyarakat itu.
Bertindak sebagai khatib dalam salat itu Ketua MUI Medan H. Hasan Matsum dan imam Suhaili Daulay yang merupakan qori nasional.

Ditemui usai menunaikan Salat Idulfitri, Bobby Nasution mengharapkan masyarakat dalam memaknai Idulfitri 1445 ini dengan saling memaafkan, bersilaturahmi, dan berbagi.

Baca Juga :  Bupati Deli Serdang Gelar Halal Bihalal Bersama Tokoh dan Organisasi Lintas Agama Se Kabupaten Deli Serdang

“Sebagaimana disampaikan Khatib, mari kita maknai Idulfitri 1445 H ini dengan saling memaafkan, silaturahmi, dan berbagi,” ungkapnya.

H. Hasan Matsum dalan khutbahnya memaparkan, silaturrahim memiliki aspek mental dan keluasan hati.

“Sesuai dengan asal kata dari silaturrahim itu sendiri, kata shilah
yang berarti menyambungkan atau menghimpun, dan ar-rahiim
yang berarti kasih sayang,” sebutnya.

Baca Juga :  Jaksa Daring Kejati Sumut 'On The Spot' Langsung dari Sekolah Adhyaksa Medan

Hasan mengatakan,
hidup ini tidak akan merasakan ketenangan dan
mendapatkan keberkahan kalau ukhuwah terputus, karena
dengan terputusnya ukhuwah, di dalam hati seseorang
tersimpan kebenciaan dan rasa permusuhan.

“Apabila dalam
suatu lingkungan masyarakat ada orang-orang yang sudah tidak saling tegur sapa, saling menjauhi, saling membelakangi.
saling menggunjing dan memfitnah, maka rahmat Allah akan
semakin jauh dari masyarakat seperti
ini,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News

Dalam proses pendidikan tinggi, pengalaman yang diperoleh mahasiswa tidak hanya terbatas pada pembelajaran akademik di ruang kelas, tetapi juga melalui berbagai aktivitas pengembangan diri yang membentuk karakter, keterampilan, dan kesiapan…