Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Membangun Budaya Perawatan Aset yang Efektif & Efisien

293
×

Membangun Budaya Perawatan Aset yang Efektif & Efisien

Sebarkan artikel ini

Bedah buku ‘Cara Hebat Merawat Aset’ melalui pemanfaatan artificial intelligence dalam pengelolaan industri migas di Indonesia oleh Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional Dr. Ir. Taufik Aditiyawarman, M.M., PMP., IPU, di Jakarta, Sabtu (6/12/2025).

JAKARTA, 7 Desember 2025 – Aging Assets (aset yang menua) cenderung meningkatkan biaya operasional (operational expenditures/OPEX) dan pengeluaran modal (capital expenditures/CAPEX) karena memerlukan biaya tambahan yang tidak terduga. Selain itu, aging assets dapat mengacaukan perencanaan bisnis akibat penghentian produksi (cessation of production/CoP) dan penghentian operasi. Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional Dr. Ir. Taufik Aditiyawarman, M.M., PMP., IPU. dalam acara bedah buku ‘Cara Hebat Merawat Aset’ di Jakarta, Sabtu (6/12/2025).

“Studi yang dilakukan Business Wire mengungkapkan bahwa lebih dari 70% perusahaan masih belum memiliki kesadaran penuh terhadap jadwal perawatan, peningkatan, atau penggantian peralatan. Kurangnya pemahaman ini berisiko memperpanjang waktu henti operasional serta memperburuk efisiensi dan keselamatan kerja,” kata Taufik, Sabtu (6/12/2025).

Menurut Taufik, aging assets harus disikapi bukan sebagai sebuah masalah, namun sebuah tantangan yang perlu dicari solusinya dalam rangka menjaga aset tersebut tetap produktif secara optimal dan aman dalam kaitannya dengan keselamatan kerja. Salah satu solusinya adalah dengan memanfaatkan perkembangan teknologi artificial intelligence dalam pemeliharaan aset.

Baca Juga :  BRI Jakarta Kalimalang Salurkan "Berkah Ramadhan" Bagi Pedagang Pasar Inpres Pondok Bambu

“Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) bukanlah ancaman bagi ketersediaan lapangan kerja. AI hanyalah sebatas alat yang perlu dipelajari sebagai bekal untuk analisa dan pengambilan keputusan terkait faktor-faktor produksi agar lebih efektif, efisien, serta meningkatkan profitabilitas dan keberlanjutan bisnis,” ujarnya.

Kunci pemanfaatan AI, lanjut Taufik, adalah Big Data yang valid dan representatif, sehingga diperlukan adanya suatu kolaborasi yang terintegrasi antar-stakeholder dalam penyediaan data secara voluntary. Sehingga, data menjadi lebih berkualitas dan accessible untuk pengembangan oleh masing-masing kontributor/pemangku kepentingan.

“Buku ini diharapkan dapat menjadi kontribusi penulis dalam diskursus ilmiah terkait AI, serta menjadi pemantik pengembangan dan pemanfaatan AI lebih lanjut dalam industri migas pada khususnya dan industri-industri lain secara umum,” tutup Taufik menyimpulkan pemaparannya.

Baca Juga :  Rayakan HUT RI ke-81 Bersama HONOR, Nikmati Flash Sale Diskon Hingga 50%

Acara bedah buku ini diselenggarakan oleh Ikatan Ahli Fasilitas Produksi Minyak dan Gas Bumi Indonesia (IAFMI) dan Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas Indonesia (Aspermigas). Turut hadir sebagai penanggap, Sekretaris Jenderal Aspermigas Ir. Elan Biantoro, M.T., MBA, serta Guru Besar Tetap Fakultas Teknik Universitas Indonesia Prof. Dr. Ir. Johny Wahyuadi, DEA.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

Mengadakan rapat dengan partisipan yang tersebar di berbagai negara adalah tantangan tersendiri bagi bisnis multinasional. Sebab, waktu kerja yang tidak selalu sinkron karena perbedaan zona waktu dan hari libur nasional bisa menyulitkan perencanaan rapat. …

Ekonomi

Menggunakan satu kontraktor umum untuk berbagai jenis proyek bangunan dapat menghemat biaya, waktu koordinasi, dan mempermudah pengelolaan dokumen. Pemilihan kontraktor sebaiknya didasarkan pada kemampuan teknis dan kompleksitas proyek, bukan hanya…