Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Minat Kemitraan Meningkat, Service Point KALOG Express Tumbuh 31% dalam 7 Bulan

267
×

Minat Kemitraan Meningkat, Service Point KALOG Express Tumbuh 31% dalam 7 Bulan

Sebarkan artikel ini

PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik), anak perusahaan dari PT Kereta Api Indonesia (Persero), kian memperkuat komitmennya dalam mendukung distribusi logistik nasional, termasuk di lingkungan KAI Group. Melalui layanan bisnis retail KALOG Express, mencatat pertumbuhan signifikan dalam pengembangan jaringan layanan. Hingga Juli 2025, jumlah service point KALOG Express meningkat 31% dibanding akhir 2024, dari 196 menjadi 257 titik, yang tersebar di berbagai wilayah strategis di Jawa, Bali, dan Sumatra.

Direktur Pengembangan Usaha KAI Logistik, Riyanta, menyampaikan, “Pertumbuhan service point ini merupakan bukti nyata kepercayaan mitra dan pelanggan kepada KAI Logistik, sekaligus mencerminkan kesadaran akan pentingnya layanan logistik yang terintegrasi dan andal. Kami mengapresiasi seluruh mitra yang telah bergabung, dan ke depan kami akan terus memperluas jangkauan demi memberikan kemudahan bagi pelanggan di seluruh wilayah.”

Baca Juga :  LiDAR untuk Manajemen Koridor ROW Jalur Pipa Migas

Riyanta menegaskan, komitmen ini tidak hanya fokus pada penambahan jumlah titik layanan, tetapi juga pada pemberdayaan mitra dan peningkatan kualitas layanan di setiap lokasi. Peningkatan jumlah service point tersebut sekaligus mencerminkan tingginya minat masyarakat dan pelaku usaha untuk bermitra dengan KALOG Express. Melalui skema kemitraan ini, mitra lokal memperoleh peluang mengembangkan usaha, sekaligus menghadirkan akses layanan logistik yang lebih cepat, mudah, dan terjangkau bagi masyarakat sekitar.

Kehadiran service point di berbagai daerah juga diharapkan membuka peluang ekonomi baru serta mendorong pertumbuhan wirausaha di sektor logistik. Ekspansi ini sejalan dengan program pemerintah dalam mendorong pertumbuhan wirausaha nasional. Menteri Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman sebelumnya menargetkan rasio kewirausahaan nasional mencapai 3,6% pada 2029[1]. Kehadiran jaringan KALOG Express di berbagai wilayah diharapkan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi lokal.

Baca Juga :  Desain Komunikasi Visual dan Interior BINUS @Bandung Tampilkan Karya di Jakarta Doodle Fest 2025

“Hingga saat ini, layanan KALOG Express telah menjangkau 257 titik di Jawa, Bali, dan Sumatera. Target awal kami di 2025 adalah menambah 50 service point, namun hingga Juli jumlah tersebut telah terlampaui 22% dengan bertambahnya 61 titik baru. Antusiasme wirausaha untuk terjun di sektor logistik menjadi motivasi kami untuk terus memperluas jaringan,” lanjut Riyanta.

Pencapaian ini sejalan dengan strategi jangka panjang KAI Logistik dalam memperkuat konektivitas logistik nasional. Perluasan service point tidak hanya difokuskan pada daerah dengan pertumbuhan ekonomi tinggi, tetapi juga wilayah yang selama ini minim akses logistik, demi terciptanya pemerataan layanan Dengan langkah konsisten ini, KAI Logistik berkomitmen mendukung program pemerintah sekaligus memperkuat ekosistem kewirausahaan di Indonesia.

Baca Juga :  Perempuan Makin Aman dan Nyaman Naik Kereta, KAI Tawarkan Fitur Female Seat Map Di Aplikasi Acces By KAI

Tentang KAI Logistik

PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) dibentuk dengan tujuan melayani distribusi logistik berbasis kereta api, dengan kemasan bisnis hingga layanan door to door service untuk memberikan pelayanan yang excellent bagi Pelanggan. KAI Logistik fokus pada orientasi bisnis sebagai jasa layanan distribusi logistik terpadu (total logistics solution) melalui “End-to-End Services”. Mengusung tagline KAI Logistik Ispossible yaitu semuanya menjadi mungkin, KAI Logistik menyediakan ragam layanan logistik melalui 3 segmentasi yaitu KALOG Express, KALOG Plus dan KALOG Pro.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

Pertumbuhan jumlah investor kripto dan perkembangan teknologi blockchain membuka peluang baru bagi transformasi aset digital di Indonesia. Founder dan CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis,menilai perkembangan tersebut menunjukkan bahwa aset kripto telah berkembang menjadi bagian dari industri jasa keuangan yang lebih luas. Dalam presentasinya di AWS Summit Jakarta 2026, Yudhono menyampaikan bahwa Indonesia saat ini memiliki lebih dari 20 juta investor aset kripto. Nilai transaksi aset kripto di Indonesia sepanjang 2025 juga telahmencapai lebih dari Rp400 triliun, sementara sekitar satu dari 14 penduduk Indonesia tercatat telah berinvestasi pada aset kripto. “Ini bukan lagi hanya cerita tentang kripto. Ini sudah menjadi cerita tentang industri jasa keuangan,” ujar Yudho dalam presentasinya di AWS Summit Jakarta 2026 dapa Kamis, 6 Agustus 2026. Menurut Yudho, tingkat penetrasi aset kripto di Indonesia yang masih berada di kisaran 7% menunjukkan bahwa ruang pertumbuhan industri masih terbuka lebar. Peluang tersebut juga semakin besar seiringberkembangnya stablecoin, tokenisasi aset dunia nyata atau real-world assets (RWA), serta integrasi kecerdasan buatan dengan sistem keuangan berbasis blockchain….