Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Nalar Bicara Meluncurkan Video Baru: Kenapa Credit Score Buruk Bisa Bikin Hidup Makin Susah?

707
×

Nalar Bicara Meluncurkan Video Baru: Kenapa Credit Score Buruk Bisa Bikin Hidup Makin Susah?

Sebarkan artikel ini

“Nalar Bicara” adalah seri video podcast yang mengeksplorasi topik-topik penting dalam dunia bisnis, startup, serta pengembangan diri. Dengan tujuan utama untuk meningkatkan literasi keuangan dan mendorong semangat kewirausahaan, setiap episode dari “Nalar Bicara” menghadirkan pengusaha-pengusaha yang telah berpengalaman dalam bidangnya masing-masing. Mereka berbagi cerita tentang bagaimana mereka memulai bisnis mereka, tantangan-tantangan yang dihadapi, serta visi mereka untuk masa depan, semua dalam upaya untuk memperkaya pengetahuan audiens. Tersedia di platform seperti YouTube dan Spotify, “Nalar Bicara” menjadi sumber daya yang berharga bagi siapa saja yang ingin memperdalam pengetahuan bisnis dan mendapatkan inspirasi untuk memulai, mengembangkan, dan mempertahankan usaha mereka.

Jakarta, Indonesia – 20 Juni 2024 – Dalam usaha terbarunya dalam penyampaian cerita digital, Nalar Bicara hari ini merilis “Punya Credit Score Jelek Bisa Bikin Hidup Makin Susah? With Ongki”. Video berdurasi 57 menit yang menceritakan perjalanan karir Ongki sebagai CEO dan Co-Founder dari Skorlife menempati posisi strategis di perusahaan besar, pertemuannya dengan co-founder nya, hingga tercetus ide untuk membangun startupnya sendiri. Video ini menceritakan tantangan dan pelajaran yang diperoleh saat membangun dan mengembangkan sebuah startup teknologi, memberikan gambaran detil tantangan yang dihadapi dalam mengedukasi pasar. Keinginan yang paling mendasar pada waktu memulai startup ini adalah untuk memberikan pengguna Skorlife transparansi dalam proses inklusi keuangan.

Baca Juga :  Dukung Investasi Delong Steel, Krakatau Steel Group Siapkan Lahan Lebih Dari 500 Hektar di Cilegon

“Berdiskusi dengan Ongki memberikan saya perspektif baru betapa penting nya inklusi keuangan dan literasi keuangan” kata Rey Kamal, host dari “Nalar Bicara”. “Misi untuk meningkatkan kedua aspek tersebut di Indonesia sangat relevan dan bisa memberikan dampak positif kepada Indonesia di masa-masa yang akan datang”

Baca Juga :  Seminar “Get to Know Data Analyst” UPN Veteran Jatim: Langkah Awal Mahasiswa Menjadi Data Analyst

Sorotan dari video ini:

– Pentingnya credit score untuk dapat mengakses produk-produk finansial seperti KPR dan kredit kendaraan bermotor

– Bukan hanya ability to pay yang di nilai oleh lembaga-lembaga keuangan, tapi juga willingness to pay. Hal ini hanya dapat terlihat dari data histori dalam rentan waktu tertentu.

– Assertive communication menjadi hal yang sangat penting bagi founder-founder yang ingin memulai merintis perusahaan startup-nya

Dibuat dengan bahasa yang mudah dicerna, video ini diharapkan dapat menginspirasi kalangan millenial dan GenZ yang bercita-cita untuk memiliki usahanya sendiri.

Baca Juga :  Bitcoin Melonjak Pasca Pemangkasan Suku Bunga AS, Bagaimana Dampaknya ke Pasar Kripto?

Untuk menonton episode kali ini dan menjelajahi lebih dalam, silahkan untuk mengunjungi kanal YouTube kami: https://www.youtube.com/@nalar.bicara.

“Kami mengundang semua orang untuk menyaksikan dan membagikan video ini, untuk mendukung pengusaha lokal dan memperluas pengetahuan tentang pentingnya entrepreneurship bagi ekonomi Indonesia” tambah Rey.

About Ledgerowl
Ledgerowl adalah sebuah perusahaan teknologi yang mengembangkan sistem akuntansi otomatis bagi pelaku usaha UMKM. Ledgerowl memiliki visi untuk dapat berkontribusi positif terhadap peningkatan literasi keuangan serta penciptaan lapangan pekerjaan di Indonesia.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

Pertumbuhan jumlah investor kripto dan perkembangan teknologi blockchain membuka peluang baru bagi transformasi aset digital di Indonesia. Founder dan CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis,menilai perkembangan tersebut menunjukkan bahwa aset kripto telah berkembang menjadi bagian dari industri jasa keuangan yang lebih luas. Dalam presentasinya di AWS Summit Jakarta 2026, Yudhono menyampaikan bahwa Indonesia saat ini memiliki lebih dari 20 juta investor aset kripto. Nilai transaksi aset kripto di Indonesia sepanjang 2025 juga telahmencapai lebih dari Rp400 triliun, sementara sekitar satu dari 14 penduduk Indonesia tercatat telah berinvestasi pada aset kripto. “Ini bukan lagi hanya cerita tentang kripto. Ini sudah menjadi cerita tentang industri jasa keuangan,” ujar Yudho dalam presentasinya di AWS Summit Jakarta 2026 dapa Kamis, 6 Agustus 2026. Menurut Yudho, tingkat penetrasi aset kripto di Indonesia yang masih berada di kisaran 7% menunjukkan bahwa ruang pertumbuhan industri masih terbuka lebar. Peluang tersebut juga semakin besar seiringberkembangnya stablecoin, tokenisasi aset dunia nyata atau real-world assets (RWA), serta integrasi kecerdasan buatan dengan sistem keuangan berbasis blockchain….