Scroll untuk baca artikel
News

Oknum Guru SMK di Lahat Diduga Lecehkan Anak Didiknya Saat Ambil Ijazah

3129
×

Oknum Guru SMK di Lahat Diduga Lecehkan Anak Didiknya Saat Ambil Ijazah

Sebarkan artikel ini

Lensa Mata Lahat – Tak bermoral, mungkin itu kalimat yang cocok untuk oknum guru inisial DM di SMK di Kabupaten Lahat Sumatera Selatan. Pasalnya, ia diduga melakukan tindakan menyimpang dan tidak terpuji dengan melakukan sodomi terhadap anak didiknya. Hal itu berdasarkan keterangan korban inisial D pada Kamis (21/12/2023).

Menurut keterangan korban, kejadian tersebut bermula saat ia selesai mengikuti pendidikan Ijazah Paket C di salah satu SMK di Kabupaten Lahat. Kejadian keji dan tidak bermoral itu terjadi di salah satu kamar di lantai satu Losmen Simpang pada beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Pemkab Pakpak Bharat Gelar Rapat Monitoring Terkait Target PAD dan Realisasi Belanja Daerah

Saat itu, pelaku yang merupakan ASN itu menyuruh korban datang ke Losmen Simpang untuk mengambil Ijazah Paket C. Setiba di lokasi, pelaku mengajak korban masuk ke salah satu kamar losmen di lantai satu, lalu mengatakan kepada korban jika ingin mengambil ijazah harus membuka celana.

Korban mengaku, saat itu ia sempat bertanya maksud pelaku memintanya untuk membuka celana, namun pelaku mengatakan untuk menurut saja dan jangan membantah jika ingin mengambil ijazah.

Tanpa menaruh curiga akan niat buruk pelaku, korban menuruti kehendak pelaku. Setelah korban membuka celananya, pelaku juga membuka celana dan kemudian langsung melancarkan aksinya menyodomi korban.

Baca Juga :  Awal November, Kejati Sumut Kembali Hentikan Penuntutan 5 Perkara Berdasarkan Perja No. 15 Tahun 2020

“Kejadian (sodomi) pada sekira jam 21.00 WIB pada Juli 2023 ini,” jelas Korban.

Namun, kejadian tersebut terkuak setelah beberapa hari kemudian korban bercerita kepada keluarganya mengenai kejadian bejat yang menimpanya itu.

Saat itu, pihak keluarga korban meminta bantuan orang terdekat untuk membantu melakukan mediasi dengan pelaku. Hingga akhirnya dilakukan pertemuan di rumah paman korban.

Saat itu telah ada kesepakatan damai, namun pihak korban menilai pelaku tidak menghargai pihak korban dan tidak mendapatkan hasil memuaskan dari pertemuan tersebut. Pihak korban menilai pelaku tidak ada niat dan iktikad baik kepada pihak korban.

Baca Juga :  Dewan Kehormatan PWI Minta Ketum Tuntaskan Pelaksanaan Sanksi Kasus UKW BUMN

“Kami dari pihak korban sangat terpukul atas kejadian ini. Kami mohon kepada instansi di Kabupaten Lahat kiranya perbuatan seorang ASN seperti ini jangan sampai ada dimana-mana, jangan sampai ada lagi seperti ini, apa lagi sampai muncul D yang lainnya,” jelas salah satu anggota keluarga korban.

Akibat kejadian itu, korban mengalami trauma berat dan mentalnya terganggu.

Sementara, Kepala Sekolah tempat DM mengabdi, sampai berita ini ditayangkan belum bisa dikonfirmasi terkait permasalahan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News

Lensa Mata Medan – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mengingatkan Duta Generasi Berencana (GenRe) Kota Medan agar tidak cepat puas hanya dengan gelar dan penampilan semata. Duta…

News

Perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI), dan pemanfaatan data telah menjadi faktor utama dalam mendorong transformasi berbagai sektor industri di seluruh dunia. Menjawab tantangan tersebut, BINUS Online…

News

BINUS University resmi meluncurkan Global Trade Management (GTM), program studi baru di bawah BINUS Business School Undergraduate Program, pada Rabu (16/9) di Multimedia Gallery, BINUS @Bekasi. Peluncuran ini menandai satu dasawarsa…