Scroll untuk baca artikel

News

Pemerintah Kota Tual Bersama Dinas Ketapang Maluku Gelar Rakor SPHP di Kota Tual

1835
×

Pemerintah Kota Tual Bersama Dinas Ketapang Maluku Gelar Rakor SPHP di Kota Tual

Sebarkan artikel ini

Lensa Mata Tual – Pemerintah Kota Tual bersama Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Provinsi Maluku menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) bertempat di Aula Kantor Walikota Tual Kamis, (30/11/2023) pukul 15:30 WIT.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tual Sarmin S.Pt, M.Si dalam laporannya mengatakan, peserta Rakor terdiri dari stakeholder terkait yaitu TPID, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku, Mitra FDP, Perwakilan Rumah Pangan Keluarga dan para konsumen masyarakat sebanyak 85 orang.

Adapun Narasumber terdiri dari Perum Bulog sebagai pelaksana teknis SPHP, BPS dan Pemerintah Daerah Kota Tual. Kegiatan ini bersumber dari dana Dekonsetrasi Provinsi Maluku Tahun 2023

Baca Juga :  Jemaah Haji Kloter 9 Kunjungi Mesjid Nabawi

“Demikian yang dapat saya laporkan semoga kegiatan ini dapat memberikan rekomendasi terbaik dalam pelaksanaan stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) untuk pengendalian inflasi di Kota Tual,” ucap Sarmin.

Baca Juga :  Pemerintah Kota Subulussalam Terima Penghargaan Dari KPK

Pejabat Walikota Tual Hi. Akhmad Yani Renuat, S.Sos, M.Si, M.H mengatakan dalam Roadmap Ekonomi Nasional menyebutkan bahwa Ketahanan Pangan merupakan salah satu issu strategis dalam konteks pembangunan ekonomi berkelanjutan. Karena memiliki dua pilar penyangga yang bersentuhan langsung kebutuhan dasar yaitu Stabilitas Pasokan dan stabilitas.

Harga yang tentu menjadi instrument utama dalam pengendalian inflasi. Stabilitas pasokan berhubungan erat dengan kecukupan ketersediaan bahan pangan yang jika dibiarkan secara terus menerus akan memicu kondisi kerawanan dan krisis pangan yang berujung pada kelaparan.

Baca Juga :  Sekda Pakpak Bharat Hadiri Acara Sinode Sinunu ke XI Gereja Kristen Protestan Pakpak Dairi

Sedangkan stabilitas harga berhubungan erat dengan keterjangkauan dan mahalnya bahan pangan yang dapar berpengaruh pada rendahnya daya beli masyarakat yang berujung pada ketidak-stabilan ekonomi dan memungkinan untuk terjadi gejolak sosial di masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *