Lensa Mata Medan – Gotong royong membersihkan aliran drainase dan pinggiran sungai mengawali kegiatan Sapa Warga yang digelar Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas di Kecamatan Medan Baru, Sabtu (17/10/2026).
Salah seorang warga mengeluhkan insentifnya sebagai guru magrib mengaji yang tidak lagi diterima. Pengajuan Program Keluarga Harapan (PKH) miliknya juga terkendala data yang masih mencatat menantunya berstatus PNS, meski yang bersangkutan telah meninggal dunia. Kini, warga tersebut tinggal seorang diri dalam satu Kartu Keluarga dan mengandalkan bantuan seadanya dari anak-anaknya.
Menanggapi keluhan itu, Rico Waas menginstruksikan Dinas Sosial bersama lurah setempat melakukan verifikasi faktual terhadap kondisi keluarga dan desil kemiskinan warga tersebut. Ia juga meminta perangkat kelurahan mendatangi rumahnya untuk membantu melengkapi berkas administrasi. Pendataan untuk anggaran 2027 diminta turut mencatat kembali statusnya sebagai guru mengaji.
Keluhan berikutnya disampaikan Erliana Boru Damanik yang berharap rumahnya mendapat bantuan bedah rumah. Rumah yang ditempatinya kerap terdampak banjir dan kondisinya memprihatinkan.
Rico Waas meminta camat, lurah, dan kepala lingkungan memeriksa kelengkapan dokumen hak waris tersebut. Jika seluruh persyaratan administrasi terpenuhi, proses bedah rumah dijadwalkan pada 2027 tanpa pungutan biaya tambahan.






