Scroll untuk baca artikel

News

Seberangi Laut Demi Syiar Islam, Pengabdian Latifah Sudarmy Berikan Penyuluhan Warga Pesisir Batu Bara

275
×

Seberangi Laut Demi Syiar Islam, Pengabdian Latifah Sudarmy Berikan Penyuluhan Warga Pesisir Batu Bara

Sebarkan artikel ini

Lensa Mata Batu Bara – Setiap hari Kamis, perjalanan Latifah Sudarmy selalu dimulai dengan menyeberangi laut menggunakan sampan kecil.

Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tanjung Tiram, Kementerian Agama Kabupaten Batu Bara ini rutin menuju Desa Bandar Rahmat, sebuah desa pesisir yang hanya dapat diakses melalui jalur laut.

Di desa inilah Latifah menjalankan kegiatan Suluh Laut sebagai bagian dari tugas pembinaan keagamaan.

Desa Bandar Rahmat memiliki keterbatasan akses transportasi dan kondisi geografis yang cukup menantang. Selama ini, jarak dan sarana menjadi kendala dalam pelaksanaan pembinaan keagamaan.

Namun bagi Latifah, keterbatasan tersebut tidak mengurangi komitmen untuk tetap hadir mendampingi masyarakat, khususnya sebagai wujud layanan Kementerian Agama bagi wilayah pesisir dan terpencil.

Baca Juga :  Dikbud Kepahiang Dukung Program Gubernur Pantau SPMB 2025

Dalam setiap pelaksanaan Suluh Laut, Latifah terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan kepala desa serta tokoh agama setempat. Pendekatan ini dilakukan agar kegiatan penyuluhan berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat dan mendukung penguatan kehidupan keagamaan di Desa Bandar Rahmat.

Kegiatan pembinaan kemudian dilanjutkan dengan pengajian rutin di masjid dan rumah-rumah warga. Selain itu, Latifah juga aktif memberikan pendampingan keagamaan kepada Majelis Taklim Al-Amin, kelompok bimbingan dan penyuluhan yang dibinanya di desa tersebut.

Materi keagamaan disampaikan secara bertahap dan berkelanjutan, menyesuaikan dengan kondisi serta keseharian masyarakat pesisir.

Seiring waktu, kegiatan ini menunjukkan hasil yang positif. Pengajian yang sempat tidak aktif kembali berjalan, partisipasi masyarakat dalam kegiatan keagamaan meningkat, serta semangat gotong royong dalam memakmurkan masjid mulai tumbuh. Keterlibatan pemuda dalam aktivitas keagamaan juga semakin terlihat, memberikan harapan baru bagi keberlanjutan pembinaan di desa tersebut.

Baca Juga :  Desember 2025, BTN Pastikan Likuiditas Rp 25 Triliun Terserap Opimal

Pengabdian sebagai Penyuluh Agama Islam membawa pengalaman unik bagi Latifah yang harus menempuh perjalanan pergi dan pulang menggunakan sampan.

Pengalaman tersebut baru pertama kali ia rasakan sepanjang hidupnya sejak bertugas di lokasi binaan tersebut pada tahun 2022. Akses perairan menjadi satu-satunya jalur untuk menjangkau masyarakat.

Meski SK Penyuluh telah diterima sejak tahun 2020 dan sebelumnya bertugas di wilayah Toba, penugasan di Batu Bara menghadirkan tantangan tersendiri. Medan dakwah yang harus ditempuh melalui jalur air tidak menyurutkan semangat pengabdian. Perjalanan dengan sampan menjadi simbol komitmen dan keikhlasan dalam melayani umat.

Baca Juga :  Walikota Kukuhkan Paskibraka Kota Medan 2025

Melalui program Suluh Laut, Kementerian Agama Kabupaten Batu Bara terus berkomitmen menghadirkan layanan pembinaan keagamaan yang inklusif dan merata untuk memberikan pemahaman yang benar tentang ajaran agama.

Kehadiran penyuluh agama hingga ke wilayah pesisir menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama memastikan bahwa pembinaan keagamaan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali serta mengajak umat lebih dekat dengan Allah SWT (Tuhan Yang Maha Esa) serta menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan moderasi beragama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News

Dalam proses pendidikan tinggi, pengalaman yang diperoleh mahasiswa tidak hanya terbatas pada pembelajaran akademik di ruang kelas, tetapi juga melalui berbagai aktivitas pengembangan diri yang membentuk karakter, keterampilan, dan kesiapan…