Scroll untuk baca artikel
News

Sengketa Lahan Rumah Makan Bebek Sinjay yang Sempat Viral, Ini Jawaban Dari H. Muhaimin Selaku Penyewa

1168
×

Sengketa Lahan Rumah Makan Bebek Sinjay yang Sempat Viral, Ini Jawaban Dari H. Muhaimin Selaku Penyewa

Sebarkan artikel ini

Lensa Mata Bangkalan – Pemilik rumah makan bebek Sinjay H. Muhaimin adakan jumpa pers dan klarifikasi terkait berita yang sempat viral di medsos minggu kemarin, berita dugaan penyerobotan tanah oleh rumah makan bebek sinjay yang berada di Jalan Raya Tangkel desa Benangkah, kecamatan Burneh, kabupaten Bangkalan terhadap pemilik tanah yang bersertifikat. Namun Choirul Anam meminta supaya mengosongkan bangunan tersebut.

M. Sholeh menyatakan, Ia juga mengaku bahwa tanah yang disewa oleh sinjay tersebut adalah miliknya, tapi pihaknya kalah dalam gugatan di PTUN.

H. Muhaimin mengatakan, bahwasanya saya adalah pihak ketiga, Saya hanya penyewa tanah dari M. Sholeh yang ia ketahui adalah pemilik tanah tersebut.

Baca Juga :  Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungbalai Gelar Rapat Pembahasan Tindak Lanjut Inpres No 1 Tahun 2025 Tentang Efisiensi Anggaran

“Saya minta agar kami ini tidak jadi bulan bulanan, karena sinjay itu paling mudah dijadikan bahan positif atau pun negatif. Karena kami sangat koperatif, tidak ada yang di tutup-tutupi,” tutur H. Muhaimin kepada para awak media, Jum’at (12/01/2024) pukul 09.30 Wib.

Baca Juga :  Kapolri dan Panglima TNI Pimpin Wisuda Prabhatar Akademi TNI-Akpol 2023

Dikatakan dia, bahwa bangunan sinjay yang berada di Desa Benangkah tersebut sudah memiliki izin resmi, seperti NIB dan juga jembatan yang telah memiliki izin. Selain itu ia menyewa tanah dari 2021 hingga 2031.

“Memang sebelumnya yang saya ketahui pemilik asli tanah adalah aba Sholeh, sebelum pak klebun ini dilantik kepala desa dan setelah dilantik kepala desa baru ini saya kaget kok ada sertifikat lain yang atas nama Choirul Anam,” Kesalnya.

Baca Juga :  Pimpin Rapat Pertama dengan 26 OPD dan 21 Camat, Ini Yang Diinginkan Rico -Zaki  

“Tentunya kami merasa di rugikan, karena sebenarnya sinjay itu memiliki manajemen yang baik sehingga tidak mungkin asal bangun di tempat yang bersengketa. Semoga masyarakat memahami lah dengan nama sinjay yang besar tidak mungkin salah mengelola pemasaran kami,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *