Pada kesempatan tersebut, dilakukan prosesi pengalungan selempang kepada petugas kloter, ketua rombongan (Karom), dan ketua regu (Karu) sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam mendampingi serta melayani jemaah selama pelaksanaan ibadah haji. Pengalungan dilakukan oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara didampingi Kakanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Utara, Asisten I Setda Provinsi Sumatera Utara, dan Bupati Langkat.
Selanjutnya, perwakilan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Medan menyampaikan sosialisasi terkait pemantauan kesehatan jemaah selama 21 hari setelah kepulangan dari Arab Saudi.
Petugas BBKK Medan menjelaskan bahwa seluruh jemaah akan berada dalam masa pemantauan kesehatan guna mengantisipasi kemungkinan munculnya gangguan kesehatan pasca-perjalanan internasional. Jemaah diimbau segera melapor ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, muntah, atau keluhan kesehatan lainnya.
Selain itu, jemaah yang berada dalam kondisi sehat juga dianjurkan untuk tetap melapor kepada petugas kesehatan setempat sebagai bagian dari proses pendataan dan pemantauan kesehatan pasca-haji.
Berdasarkan data PPIH Debarkasi Medan, dari total manifest Kloter 02 terdapat satu jemaah atas nama Nadhirah Sirajuddin Ismail yang wafat di Makkah dan telah dimakamkan di Tanah Suci. Sementara satu jemaah lainnya atas nama Wagini Kasan Winangun belum dapat kembali bersama rombongan karena masih menjalani perawatan akibat sakit.
Usai acara penyambutan, panitia secara bertahap memanggil jemaah sesuai nomor manifes untuk proses penyerahan dokumen dan koper. Panitia juga menyediakan konsumsi bagi jemaah sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke daerah asal untuk berkumpul kembali bersama keluarga tercinta.
Kepulangan Kloter 02 Debarkasi Medan ini menandai berlanjutnya proses pemulangan jemaah haji Sumatera Utara dari Tanah Suci dengan harapan seluruh jemaah dapat membawa pulang nilai-nilai kemabruran haji untuk diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.














