Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

BCA Syariah Apresiasi Program LindungiHutan

542
×

BCA Syariah Apresiasi Program LindungiHutan

Sebarkan artikel ini
BCA Syariah terlibat dalam program penghijauan di Tambakrejo (Semarang) dengan menggandeng LindungiHutan.

Sebagai salah satu lembaga jasa keuangan terkemuka di Indonesia, BCA Syariah, menunjukkan dukungan terhadap kelestarian lingkungan melalui inisiatif Environmental, Social, and Governance (ESG). BCA Syariah turut berpartisipasi mengupayakan pengurangan emisi karbon dan pelestarian sumber daya alam hayati melalui langkah konkret program penanaman mangrove bersama LindungiHutan.

Sekretaris Perusahaan BCA Syariah, Nadia Amalia, menyatakan bahwa aspek sosial (Social) dan tata kelola perusahaan (Governance) telah menjadi fokus utama BCA Syariah dalam beberapa tahun terakhir, termasuk perhatian terhadap lingkungan (Environmental).

“Setelah kami review kembali kinerja ESG BCA Syariah, kami melihat S-nya sudah, G-nya sudah, sementara E-nya ini masih belum optimal,” ungkap Nadia.

Langkah awal yang diambil BCA Syariah adalah menghitung besaran emisi karbon yang dihasilkan dari operasional bisnis mereka.

Baca Juga :  Arus Balik Nataru Masih Tinggi, KAI Sediakan 13.000 Tiket dan Diskon 30 Persen

“Sebagai Bank, emisi terbanyak dihasilkan dari kegiatan operasional diantaranya konsumsi energi listrik, transportasi karyawan dan kegiatan lainnya. Dengan kesadaran itu, kami mulai untuk mengukur dan mencatatnya,” tambah Nadia.

Melihat hal tersebut, salah satu upaya BCA Syariah untuk memberikan kompensasi pada emisi karbon dengan melakukan penanaman mangrove bersama LindungiHutan yang bertajuk “1000 Pohon untuk Tambakrejo”.

Pemilihan LindungiHutan sebagai partner kolaborasi dilandasi karena LindungiHutan memiliki rekam jejak kerja sama yang baik dengan berbagai perusahaan, termasuk dengan grup BCA seperti BCA Life dan BCA Insurance.

BCA Syariah melihat LindungiHutan sebagai mitra yang mampu menyediakan lokasi penanaman, bibit pohon, serta memastikan pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan baik.

“Penjajakan kemungkinan kerja sama dilakukan dan akhirnya ditemukan program yang sesuai dengan kebutuhan BCA Syariah,” jelas Nadia.

Kegiatan penanaman mangrove di pesisir Tambakrejo, Kota Semarang, dihadiri oleh perwakilan manajemen Kantor Pusat BCA Syariah Nadia Amalia, Pimpinan Cabang BCA Syariah Semarang Maria Henniwati, rekan-rekan BCA Syariah, tim LindungiHutan, dan kelompok lokal CAMAR dalam menanam mangrove di area yang terdampak abrasi.

Baca Juga :  KAI Logistik Gelar Sosialisasi TIPIKOR dan SMAP dalam Rangka Peringatan HAKORDIA 2025

“Seru pastinya karena ini pengalaman pertama. Kalau bukan karena kegiatan ini, belum tentu saya dan teman-teman akan ke sana. Buat kami ini life-changing experience ya, kapan sih kita akan terjun-terjun ke dalam lumpur kalau bukan karena melakukan kegiatan ini,” ungkap Nadia.

Pesisir Tambakrejo yang terletak di Kelurahan Tanjung Mas, Kota Semarang, telah mengalami abrasi yang cukup parah. Dengan penanaman mangrove ini, BCA Syariah berharap dapat membantu masyarakat setempat dalam mencegah abrasi yang lebih lanjut dan memberikan dampak positif terhadap ekosistem lokal.

Menanggapi layanan yang diberikan oleh LindungiHutan selama pelaksanaan program penanaman, Nadia memberikan nilai 9 dari 10.

Baca Juga :  DESA EKONOMI MAJU DAN SEJAHTERA Sandiaga Uno Mendorong Pertumbuhan Ekononomi Desa Mandiri Melalui Implementasi One Village One Product Berbasis Potensi Lokal Indonesia

“Selama pelaksanaan kegiatan di sana cukup rapi mulai dari penjemputan, pada saat di lokasi penjelasan di lapangan, koordinasi dengan kelompok petaninya juga kami rasa sudah dipersiapkan dengan baik. Sekarang tinggal ke aktivitas pasca penanaman seperti reporting dan monitoring yang masih harus ditingkatkan,” terang Nadia.

Tentang LindungiHutan

LindungiHutan adalah start-up lingkungan yang berfokus pada aksi konservasi hutan dan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. Sebanyak 848 ribu pohon telah ditanam bersama 547 brand dan perusahaan. Kami menggandeng masyarakat lokal di 50 lokasi penanaman yang tersebar di Indonesia. Kami menghadirkan beberapa program seperti The Green CSR, Collaboratree dengan skema Product Bundling, Service Bundling dan Project Partner, serta program Carbon Offset.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

Pertumbuhan jumlah investor kripto dan perkembangan teknologi blockchain membuka peluang baru bagi transformasi aset digital di Indonesia. Founder dan CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis,menilai perkembangan tersebut menunjukkan bahwa aset kripto telah berkembang menjadi bagian dari industri jasa keuangan yang lebih luas. Dalam presentasinya di AWS Summit Jakarta 2026, Yudhono menyampaikan bahwa Indonesia saat ini memiliki lebih dari 20 juta investor aset kripto. Nilai transaksi aset kripto di Indonesia sepanjang 2025 juga telahmencapai lebih dari Rp400 triliun, sementara sekitar satu dari 14 penduduk Indonesia tercatat telah berinvestasi pada aset kripto. “Ini bukan lagi hanya cerita tentang kripto. Ini sudah menjadi cerita tentang industri jasa keuangan,” ujar Yudho dalam presentasinya di AWS Summit Jakarta 2026 dapa Kamis, 6 Agustus 2026. Menurut Yudho, tingkat penetrasi aset kripto di Indonesia yang masih berada di kisaran 7% menunjukkan bahwa ruang pertumbuhan industri masih terbuka lebar. Peluang tersebut juga semakin besar seiringberkembangnya stablecoin, tokenisasi aset dunia nyata atau real-world assets (RWA), serta integrasi kecerdasan buatan dengan sistem keuangan berbasis blockchain….