Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

BINUS @Bandung Torehkan Prestasi di Kompetisi EDUPRENEUR 2025 dengan Sabet Juara 2

247
×

BINUS @Bandung Torehkan Prestasi di Kompetisi EDUPRENEUR 2025 dengan Sabet Juara 2

Sebarkan artikel ini

Bandung, Oktober 2025 — Binusian jurusan Interactive Design & Technology BINUS @Bandung kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui keberhasilan meraih Juara 2 dalam kompetisi Business Case Competition EDUPRENEUR 2025, yang diselenggarakan oleh Divisi Kewirausahaan HIMA MBTI Telkom University Bandung. Ajang kompetisi ini dirancang untuk mendorong mahasiswa mengeksplorasi potensi kewirausahaan melalui analisis berbasis data, pemahaman konteks industri, serta penerapan strategi praktis yang relevan dengan kebutuhan bisnis masa kini.

EDUPRENEUR 2025 mengangkat tema “Start-up On a Shoestring: Building Business from a Limited Budget”, yang menantang peserta untuk merancang solusi bisnis kreatif dengan sumber daya yang terbatas.

Baca Juga :  Transaksi Kripto RI Hampir Rp100 Triliun, Pelaku Industri Mulai Profit

Peserta melalui serangkaian proses kompetitif mulai dari pengumpulan proposal, mentoring, hingga pemilihan Top 3 Grand Finalists.

Pada tahap grand final yang diselenggarakan secara onsite di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Telkom University Bandung, tim dari BINUS @Bandung oleh Valeriene Anjanette Haris dan Putri Checilia (keduanya dari program Interactive Design & Technology), mewakili BNCC Elite Team berhasil menyampaikan presentasi strategis selama 15 menit dan sesi tanya jawab 10 menit di hadapan dewan juri. Final presentasi ini menyoroti bagaimana solusi yang mereka bangun disusun melalui pendekatan analitis, penggunaan framework strategis, serta pemahaman terhadap kebutuhan nyata case collaborator.

Baca Juga :  Bittime Hadir di Coinfest Asia, Pengguna Baru Harian Naik 229%

Keikutsertaan dalam kompetisi ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengasah ketajaman analisis, kemampuan problem solving berbasis kasus nyata, serta kepercayaan diri dalam melakukan pitching di hadapan profesional industri. Serangkaian proses ini membuktikan komitmen mereka dalam menghadirkan rekomendasi bisnis yang aplikatif dan berdampak.

Kompetisi ini bukan hanya tentang menang, tetapi tentang bagaimana saya belajar menyatukan kreativitas dan rencana bisnis dengan relevan. BINUS @Bandung memberi ruang aman untuk bereksperimen dan mendorong kami berpikir layaknya seorang edupreneur yang adaptif.” ujar Valeriene.

Baca Juga :  Airdrop Hamster Kombat: Panduan Cara Mudah Dapat Token Gratis, Jangan Sampai Kelewatan!

Sebagai penutup, keberhasilan ini sekaligus mencerminkan karakter BINUS @Bandung sebagai Creative Technology Campus, yang mendorong mahasiswa untuk memadukan kreativitas, teknologi, dan data driven thinking dalam menghasilkan solusi bernilai bagi dunia industri. Prestasi ini menjadi bukti nyata bagaimana lingkungan akademik BINUS @Bandung berperan aktif membentuk talenta muda yang adaptif, inovatif, dan siap bersaing dalam lanskap bisnis digital.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

Pertumbuhan jumlah investor kripto dan perkembangan teknologi blockchain membuka peluang baru bagi transformasi aset digital di Indonesia. Founder dan CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis,menilai perkembangan tersebut menunjukkan bahwa aset kripto telah berkembang menjadi bagian dari industri jasa keuangan yang lebih luas. Dalam presentasinya di AWS Summit Jakarta 2026, Yudhono menyampaikan bahwa Indonesia saat ini memiliki lebih dari 20 juta investor aset kripto. Nilai transaksi aset kripto di Indonesia sepanjang 2025 juga telahmencapai lebih dari Rp400 triliun, sementara sekitar satu dari 14 penduduk Indonesia tercatat telah berinvestasi pada aset kripto. “Ini bukan lagi hanya cerita tentang kripto. Ini sudah menjadi cerita tentang industri jasa keuangan,” ujar Yudho dalam presentasinya di AWS Summit Jakarta 2026 dapa Kamis, 6 Agustus 2026. Menurut Yudho, tingkat penetrasi aset kripto di Indonesia yang masih berada di kisaran 7% menunjukkan bahwa ruang pertumbuhan industri masih terbuka lebar. Peluang tersebut juga semakin besar seiringberkembangnya stablecoin, tokenisasi aset dunia nyata atau real-world assets (RWA), serta integrasi kecerdasan buatan dengan sistem keuangan berbasis blockchain….