Scroll untuk baca artikel

News

Diduga Lelet, Masyarakat Sangat Kecewa dengan Janji Pemkab Nias Selatan Dalam Menangani Bencana

1198
×

Diduga Lelet, Masyarakat Sangat Kecewa dengan Janji Pemkab Nias Selatan Dalam Menangani Bencana

Sebarkan artikel ini

Lensa Mata Nias Selatan || Sudah seminggu berlalu (15/10/2023), dimana putusnya jalan penghubung di lokasi Desa Hiliana’a Kecamatan Gomo, Kabupaten Nias Selatan, Sumut, Seorang Warga/Netizen di akun Facebooknya bernama @Yusman Zebua, menyatakan kekecewaannya terhadap Pemerintah Kabupaten Nias Selatan, Sabtu, 20/10/2023 secara siaran langsung /live streaming di Medsos.

Hal ini diketahui Awak Media dari video siaran langsung akun Facebook milik @Yusman Zebua, yang berdurasi 3.25 Menit, Sabtu kemarin, 20/10/2023.

Dalam video tersebut Yusman menyampaikan kekecewaannya terhadap Pemerintah karena keterlambatan Pemerintah dalam menangani jalan putus tersebut, yang mana itu adalah jalan penghubung satu-satunya antara masyarakat kecamatan Gomo dan Boronadu di kabupaten Nias Selatan.

“Dikarenakan keterlambatannya Pemerintah Kabupaten Nias Selatan mengambil kebijakan, maka dalam hal ini, antusias masyarakat kecamatan Gomo dan Boronadu sama-sama turut ambil bagian dalam hal melaksanakan gotong royong bersama,” ujar Yusman.

Baca Juga :  Obat Terlarang Golongan G di Perjual Belikan Secara Bebas di Wilayah Kabupaten Klaten, Polres Klaten Berhasil Mengamankan Pelaku

Selain itu, Yusman juga memohon kepada Bapak Bupati Nias Selatan untuk segera mengambil kebijakan putusnya jalan penghubung yang dimaksud.

“Dalam siaran langsung ini yang kami tayangkan, kami mohon kepada Pemerintah Kabupaten Nias Selatan, kepada Hilarius Duha, S.H., M.H., Bupati Nias Selatan untuk segera mengambil kebijakan dalam hal ini,” sambung Yusman dengan nada tegas.

Lanjut Yusman, dengan nada kesal dan sangat kecewa, mengatakan “Kesasar masyarakat kamu Pak, tolong diperhatikan Pak, kemarin sudah disini Pak Wabu, Firman Giawa telah hadir di tempat kejadian bencana alam di Desa Hiliana’a Kecamatan Gomo, namun sampai saat ini belum ada kejelasan janjinya kepada masyarakat.” tutur Yusman.

Baca Juga :  Bangunan SDN & Rumah Warga Suka Makmur Kota Subulusslam Rusak Diterpa Angin Puting Beliung

Selanjutnya, dalam siaran langsung itu, Yusman sekaligus memohon dan mengharapkan bantuan sesegera mungkin dari Pemerintah Kabupaten Nias Selatan, mengatakan “Untuk itu Pak, menderita masyarakat mu yang 2 kecamatan ini, Gomo dan Boronadu, diperkirakan jiwa masyarakatnya 12 Ribu Pak, itulah permintaan kami kepada Pemerintah Kabupaten Nias Selatan,” pungkas Yusman Zebua.

Untuk diketahui, dalam video tersebut Yusman menyebutkan bahwa beberapa warga yang ikut ambil bagian gotong royong bersama itu, antara lain Masyarakat, Tokoh Masyarakat, Siswa SMK N 1 Boronadu dan Sekcam Boronadu, beserta Anggota Koramil-11 Gomo.

Baca Juga :  Karena Faktor "Tuak Nifaro", Inilah 5 Kasus Tertinggi Selama Tahun 2024 di Wilayah Hukum Polres Nias Selatan

Selain itu, dalam siaran langsung tersebut, Yusman juga menyebutkan salah satu nama Tokoh dari Dapil 4, alias Ama Gledis yang saat itu juga ikut serta turun ke lokasi dan memantau kegiatan itu.

Namun, yang paling lucu dan anehnya, dalam siaran langsung itu Yusman mengatakan “Disini ada juga Pak Sekcam, Sekcam Boronadu, yang kerjanya hanya memantau, tidak mau kerja, merokok aja dia, inilah bukti-bukti kinerja Bapak di lapangan (dalam video, terlihat Sekcam sedang berdiri sendirian dan merokok), ucap Yusman diduga menyindir Pemerintah.

Sejak ditayangkan berita ini, Awak Media sedang berupaya mencoba melakukan konfirmasi kepada Pihak Terkait. (LM/Harpendik Waruwu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *