Scroll untuk baca artikel

News

Diduga Salah Satu SPPG Yang Berada Di Sei Kepayang Membuang Limbah Sembarangan   

76
×

Diduga Salah Satu SPPG Yang Berada Di Sei Kepayang Membuang Limbah Sembarangan   

Sebarkan artikel ini

 

Lensa Mata.id, Asahan

 

Di balik program mulia pemulihan gizi, tersembunyi praktik kelam yang mengancam kesehatan masyarakat Asahan. Satuan Pelayanan Pemulihan Gizi (SPPG) Desa Sei Kepayang Kanan diduga membuang limbah pengolahan makanan sembarangan. Skandal ini terkuak berkat bisikan anonim dan pengakuan mengejutkan via WhatsApp.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat sekitar yang memilih untuk tetap anonim karena takut akan intimidasi, SPPG Desa Sei Kepayang Kanan diduga belum memiliki saluran IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) yang memadai. Akibatnya, limbah pengolahan makanan dibuang begitu saja, mencemari lingkungan sekitar dan mengancam kesehatan warga.

Baca Juga :  Walau Terkena Stroke, Guru MAN 1 Langkat Semangat Untuk Mengajar

 

Saat dikonfirmasi wartawan melalui telpon WhatsApp pada Sabtu (30/5/2026), Bintang Sinaga yang menjabat sebagai Asisten Lapangan (Aslap) SPPG, memberikan jawaban yang mengejutkan. “Baru kemarin dibuat saluran IPAL nya, karna memang kemarin belum gambar dari BGN mengenai masalah IPAL nya,”Ucapnya.

Baca Juga :  Persatuan Guru Rebuplik Indonesia OKU Timur Beri Bantuan Dana 50 juta Kepada Guru di Semendawai Barat

 

Pengakuan Bintang Sinaga justru menimbulkan pertanyaan yang lebih besar. Jika saluran IPAL baru dibuat kemarin, lalu kemana limbah pengolahan makanan SPPG dibuang selama ini? Apakah ada praktik ilegal yang telah berlangsung lama dan membahayakan lingkungan serta kesehatan masyarakat?

 

Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada tindakan nyata dari pemerintah daerah untuk menyelidiki dugaan pelanggaran ini.

 

Kasus ini harus menjadi momentum untuk melakukan investigasi mendalam terhadap pengelolaan limbah di seluruh SPPG di Kabupaten Asahan. Transparansi dan akuntabilitas adalah kunci untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Baca Juga :  Usut Tuntas Dugaan Penjualan  Lahan Eks HGU di Desa Dalu Sepuluh A Kecamatan Tanjung Morawa Rp.3 M Lebih Pembayarannya Masuk ke Rekning Pribadi Mantan Dirut PTPN Inisial IP

 

Di balik misi mulia pemulihan gizi, SPPG kini menjadi sorotan. Apakah program ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, atau justru menjadi “bom waktu” yang mengancam kesehatan dan lingkungan? Jawabannya ada di tangan pemerintah dan pihak-pihak terkait.

 

( M J H )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News

Lensa Mata Gunungsitoli – Pemerintah Kota Gunungsitoli kembali menorehkan prestasi di bidang pengelolaan keuangan daerah. Untuk kedelapan kalinya secara berturut-turut, Kota Gunungsitoli meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan…