Scroll untuk baca artikel

Uncategorized

Diperjuangkan Orang-orang Hebat, Gereja Efata Fako Menjadi Tanda Keselamatan Bagi Seluruh Umat

1220
×

Diperjuangkan Orang-orang Hebat, Gereja Efata Fako Menjadi Tanda Keselamatan Bagi Seluruh Umat

Sebarkan artikel ini

MALRA, lensamata.id – Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun menegaskan pembangunan Gedung Gereja Protestan Maluku (GPM) Efata Desa Fako di Kecamatan Kei Besar tidak terlepas dari perjuangan orang-orang hebat.

“Kita juga patut bersyukur karena kepada kita dikaruniai kondisi kehidupan kekerabatan, persaudaraan, dan sikap saling menghargai dalam harmoni sosial yang terus tumbuh dan terjaga dalam kekayaan Tradisi di Bumi Larwul Ngabal.” ujar Thaher.

Persembahan Puji dan Syukur turut pula ia panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena kepadanya telah diberikan kesempatan, kekuatan, dan kesehatan untuk melanjutkan karya, tugas dan pengabdian kita kepada masyarakat, Daerah, Bangsa dan Jemaat.

“Secara khusus pada kesempatan yang berbahagia ini, kita diperkenankan merayakan Peresmian dan Penthabisan Gedung Gereja Efata Jemaat GPM Fako. Semoga Gereja ini, menjadi tanda keselamatan bagi seluruh umat.” tutur Hanubun dalam sambutannya pada acara peresmian dan pemberkatan GPM Efata Fako Minggu, (10/9/2023) pukul 09:00 WIT.

Kata Bupati, hari ini, menjadi hari yang penuh bahagia, bagi Jemaat Gereja Protestan Maluku, atas Peresmian dan Petahbisan Gedung Gereja Baru Efata Jemaat GPM Fako. Kebahagian ini semakin lengkap dengan kehadiran Sekertaris Sinode Maluku beserta seluruh Tamu Undangan yang datang untuk menyaksikan momentum bahagia ini.

Bagi seluruh Jemaat GPM Efata Fako, dalam kebahagiaan ini, Bupati mengajak semua, terlebih khusus Jemaat GPM Fako untuk mengingat kembali perjuangan pribadi-pribadi Hebat yang telah memperjuangkan sampai terselesaikannya Gedung Gereja Efata yang baru ini.

Baca Juga :  Pemkab Deli Serdang Tetap Fokus Turunkan Angka Stunting

“Mereka telah memulai dengan segala keterbatasan mereka. Mereka telah memulai dengan sebuah kerja keras yang terkadang diwarnai dengan caci maki dan hujatan.

Mereka telah memulai dengan keringat dan air mata, dan hari ini sebuah kerinduan besar mereka telah terlaksana.” terang Bupati.

Thaher juga mengajak semua mengenang kembali para Pendeta dan Guru Agama yang telah turut menjaga dan memelihara Iman Gereja Protestan Maluku agar tetap tumbuh subur di Ohoi Fako ini sebagai penghormatan. “Untuk itu, mari kita hening sejanak mendoakan mereka.” tuturnya, hening sejenak.

Lanjut Hanubun, sejak dahulu kala kekristenan di Maluku khususnya di Kepulauan Kei ini terpelihara, salah satunya oleh peran guru-guru Agama yang nota benenya memiliki Pendidikkan yang tidaklahmemadai. Namun demikian, di antara mereka terdapat orang-orang yang memimpin jemaat, atau sering disebut “Guru Jemaat”.

“Guru-guru ini menyampaikan khotbah yang mereka susun sendiri, dan layak disebut sebagai pendeta Tentu kondisi dahulu sudah jauh berbeda dengan kondisi saat ini, dimana Gereja Protestan Maluku telah berhasil melahirkan banyak sekali pendeta pelayan Umat.” jelasnya.

Ia mengakui, sudah sangat banyak Umat Kristen yang terlayani oleh Pendeta. Tetapi disisi lain, peran guru-guru jemaat ini harusnya diperhatikan dengan serius. Pasalnya, Sejarah membuktikan, bahwa disaat ketiadaan Pendeta, Guru jemaat berperan sungguh luar biasa.

Baca Juga :  Bupati Minta Pelaksanaan Pembayaran PBB P2 Dipercepat

Dalam momen perayakan peresmian dan pemberkatan GPM Efata Jemaat GPM Fako, Hanubun mengambil faedah dalam sebuah tulisan menarik di Media Social yang pernah ia baca “Apa Makna Gereja yang diakui bersama?” Dalam sebuah artikel diungkapkan bahwa pada dasarnya panggilan gereja dibagi menjadi 2 bagian besar, yaitu:

Membangun kualitas iman jemaat, melalui kegiatan pembinaan “Kedalam,” yang akan menghasilkan orang yang hidupnya berpadanan dengan Kristus dan mengenal Tuhan secara benar.

Sedangkan panggilan “Keluar,” adalah secara lembaga maupun bersama jemaat, membawa Berita Injil Allah kepada orang yang belum mengenal Tuhan, agar mereka pun memperoleh keselamatan.

“Gereja harus menjadi jawaban, orang Kristen ke Gereja harus mendapat sesuatu yang tidak diperoleh dari dunia ini.” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, juga Bupati berterima kasih kepada Keluarga Besar Gereja Protestan Maluku, karena kader-kader yang lahir dari Jemaat GPM telah memberikan sumbangsih nyata bagi pembangunan di Maluku Tenggara.

“Hari-hari ini, kita dihantam berbagai persoalan yang membutuhkan Kedewasaan hati yang bersih untuk memilah-milah dan menganalisa berbagai persoalan secara lebih baik dan bijaksana.

Ancaman perpecahan terus ada dan datang dari mereka yang tidak ingin daerah ini bangkit dan lebih maju lagi.

Kita harus berjalan Bersama, bergandengan tangan untuk menatap Maluku Tenggara yang lebih baik. Semoga Gedung Gereja Efata yang diresmikan hari ini, menjadi tanda persaudaraan bagi kita semua.

Saya atas nama Pemerintah dan seluruh masyarakat Maluku Tenggara, mengucapkan selamat atas peresmian dan Penthabisan Gedung Gereja Efata Hako.” pungkasnya.

Baca Juga :  Asisten Tindak Pidana Militer Kejati Sulsel Melaksanakan Penerangan Hukum di Lantamal VI Makassar

Peresmian GPM Efata Desa Fako dihadiri Bupati Maluku tenggara, Drs. H. M. Thaher Hanubun M.Si, Sekertaris Sinode Maluku, Pdt S. I. Sapulette M.Si, Kapolres Malra, AKBP Frans Duma, S.P, Danlanut Dominicus Dumatubun, Letkol Pas Muhammad Juinaidi SH, Pj. Sekda Malra Nicodemus Ubro, Ketua FKUB, Hi. Arifin Difinubun, Sekertaris Kesbangpol Karel Rahayaan, Ketua Klasik Kei Besar, Pdt. E. Belwawin, Kapolsek Kei Besar, Ipty M. Paunno, Camat Kei Besar, Titus Betaubun S. Sos, Para Pdt se-Klasis Kei Besar, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat dan Masyarakat Jemaat Desa Fako.

Acara peresmian ditandai dengan penjemputan Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun bersama rombongan dalam rangka penahbisan dan peresmian Gedung Gereja Baru Efata Jemaat GPM Fako Klasis GPM Kei Besar yang diawali dengan Doa Adat (ririn), Pengalungan Syal serta Suguhan Tarian Adat bertempat di Ohoi Fako Kecamatan Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku.

Setibanya, dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Maluku Tenggara dan Sekretaris Sinode SPM Maluku dan dilanjutkan dengan pengguntingan pita oleh Ketua Klasis Kei Besar Sarah Far-far.

Acara dilanjutkan dengan ibadah syukur di hari Minggu bertempat di gedung Gereja baru GPM Efata Desa Fako yang diikuti ribuan masyarakat dan tamu undangan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *