Lensa Mata Nias Selatan – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nias Selatan, kembali menyelenggarakan Debat Terbuka tahap kedua sekaligus debat terakhir Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Nias Selatan yang berlangsung di Hall Defnas, Jln. Pramuka Kelurahan Pasar Telukdalam Kecamatan Telukdalam Kabupaten Nias Selatan Provinsi Sumatera Utara, Sabtu (09/11/2024) lalu.
Adapun tema debat yang diselenggarakan oleh KPU Nias Selatan, yakni “Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia serta Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Infrastruktur dan Aksesibilitas Wilayah.”
Dalam kegiatan tersebut seluruh paslon menghadiri debat terbuka yang diselenggarakan oleh KPU, antara lain:
1. Paslon nomor urut 1, Sokhiatulo Laia dan Yusuf Nache, S.T , M.M.
2. Paslon nomor urut 2, Firman Giawa, S.H., M.H., dan Robert Maduwu Z. Dakhi, S.E.
3. Paslon nomor urut 3, Idealisman Dachi dan Pdt. Dr. Foluaha Bidaya
4. Paslon nomor urut 4, Fajarius Laia, S.T., dan Sifaoita Buulolo, S.T.
Pada debat terbuka tersebut, ada 6 segmen yang diselenggarakan oleh KPU Nias Selatan, yang mana pada segmen ke-4, masing-masing paslon diberikan kesempatan bertanya kepada paslon lainnya.
Pada saat debat terbuka antara paslon nomor urut 2 dengan paslon nomor urut 3, paslon nomor urut 3 (Calon Bupati Idealisman Dachi) menyentil paslon nomor urut 2 (Calon Bupati Firman Giawa, S.H., M.H.) dengan menyoroti Calon Bupati Firman Giawa, S H., M.H terkait prestasi Firman Giawa selama dan masih menjabat sebagai Wakil Bupati Nias Selatan hingga sekarang.
Yang mana, Idealisman Dachi menyinggung soal janji kampanye petahana tentang program bibit unggul babi dan pengadaan 1001 kolam, menurutnya, bahwa janji tersebut belum dilaksanakan oleh Firman Giawa dan merupakan suatu kebohongan.
Menanggapi pertanyaan Idealisman Dachi tentang program Hilarius Duha dan Firman Giawa saat duet Calon Bupati dan Wakil Bupati tahun 2020 lalu, Firman menyebutkan bahwa program pengadaan bibit babi tersebut telah terlaksana dan telah dianggarkan walau tidak tersentuh secara menyeluruh.
Ini tanggapan Firman Giawa, “Sebesar 1,8 Milyar yang sudah kita anggarkan terkait program pengadaan bibit babi, apakah semua tersentuh? Tidak! Kami pastikan bahwa posisi struktur anggaran Kabupaten Nias Selatan tidak seperti yang disampaikan, jangan kita bodohi masyarakat,” ucap Firman dengan tegas.
Selain itu, Firman Giawa juga mempertegas bahwa program 1001 kolam semasa kepemimpinannya bersama Hilarius Duha, sudah terlaksana dan telah terealisasi dengan anggaran sebesar 800 Juta Rupiah.
“Ada kelompok yang sudah kita bangun dengan anggaran 800 juga. Apakah semua sanggup? tidak! Itu tergantung kepada posisi anggaran,” terangnya.
Lanjut Firman menjelaskan, bahwa “Di tahun 2020 kami dilantik, apa yang kita hadapi? covid-19, 2021, apa yang kita hadapi 2022? Inflasi! Untuk di 2023 apa yang kita hadapi? anggaran untuk Pilkada 2024, maka tidak semua janji-janji itu terlaksana sepenuhnya,” ucapnya dengan tegas.
Lanjut, “Soal prestasi selama menjabat Wakil Bupati, status laporan keuangan Pemerintah Nias Selatan sudah membaik dan terjaminnya kenyamanan ASN dalam bekerja,” ujarnya.
“Masalah laporan keuangan kita mungkin di masa kepemimpinan 03 (saat menjabat Bupati Nias Selatan) kita selalu disclaimer kalau kita sudah naik status bapak, itu menunjukkan bahwa prestasi kami sudah kita mulai, kedua, masalah ketenangan ASN dalam bekerja,” pungkas Firman, sentil balik Idealisman Dachi selama menjabat Bupati Nias Selatan 2011-2016.
Inilah tanggapan Idealisman Dachi atas jawaban Firman Giawa, yang mana Idealisman membanggakan program pendidikan gratis yang pernah dilaksanakannya selama menjabat Bupati. Kata Idealisman, bahwa program tersebut telah dinikmati dan dirasakan secara merata oleh masyarakat.
Menurut Idealisman Dachi bahwa programnya tidak sebanding program Firman Giawa.
“Membangun Rumah Sakit di tengah hutan sana, bagaimana aksesibilitas kita untuk menggapai kesehatan kepada rakyat dalam melayani? Masa iya sih Rumah Sakit 49 miliar dibangun di tengah hutan, apa masuk akal?, ini pertanggungjawaban kepada rakyat,” sentil Idealisman lagi.
Menanggapi soal penempatan RSUD Nias Selatan di tengah hutan yang diklaim oleh Idealisman Dachi, justru Firman Giawa menjelaskan kepada Idealisman Dachi bahwa lokasi tersebut bukanlah hutan.
“Kalau itu hutan, pasti pemerintah tidak bisa membangunnya, hal ini perlu diluruskan ya! masyarakat sudah pandai dan jangan kita bodohi dan pengaruhi, mereka bisa membedakan mana hutan dan yang mana bukan hutan,” tutur Firman Giawa.
Bahkan Firman Giawa juga menyoroti masa kepemimpinan Idealisman Dachi selama memimpin Kabupaten Nias Selatan, yang mana telah meninggalkan utang dimana-mana.
“Kurang lebih 10 tahun yang lalu, saya pastikan bahwa dimana-mana ada hutang bapak yang ditinggalkan ya, jujur, makanya saya sampaikan tadi bahwa jangan kita membodohi masyarakat, jangan kita mempengaruhi masyarakat! Masyarakat sudah menikmati rumah sakit umum daerah yang sudah dibangun pemerintah sekarang,” pungkas Firman disambut riuh oleh simpatisan.
Untuk diketahui, bahwa lokasi keberadaan Rumah Sakit Daerah (RSUD) Nias Selatan yang dimaksud di atas adalah RSUD Nias Selatan yang berada di Desa Hiliana’a Kecamatan Telukdalam, berbatasan dengan Desa Hilisondrekha Kecamatan Telukdalam.














