Scroll untuk baca artikel

Ekonomi

KAI Logistik Wujudkan Komitmen Green Logistics Melalui Transparansi Jejak Karbon di Invoice Pelanggan

172
×

KAI Logistik Wujudkan Komitmen Green Logistics Melalui Transparansi Jejak Karbon di Invoice Pelanggan

Sebarkan artikel ini

Sebagai bagian dari komitmen menghadirkan layanan logistik yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, KAI Logistik meluncurkan inovasi terbaru berupa informasi carbon footprint atau jejak karbon yang kini tercantum langsung di setiap invoice pelanggan. Melalui inovasi ini, pelanggan dapat mengetahui jumlah emisi karbon (CO₂) yang dihasilkan dari aktivitas pengiriman barang melalui moda kereta api. Langkah ini menjadi wujud nyata tanggung jawab KAI Logistik dalam mendukung implementasi Green Logistics di Indonesia serta memperkuat peran BUMN dalam mendorong sistem transportasi yang efisien dan berwawasan lingkungan.

Riyanta, Direktur Pengembangan Usaha KAI Logistik mengungkapkan “Kehadiran fitur informasi jejak karbon merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk mendorong kesadaran lingkungan di setiap aktivitas bisnis. Transparansi merupakan langkah awal menuju perubahan yang lebih berkelanjutan. Melalui fitur carbon footprint di invoice, kami ingin mengajak pelanggan memahami dampak emisi dari setiap aktivitas pengiriman. Ini bukan sekadar data, melainkan cerminan tanggung jawab kami dalam mengelola bisnis yang berorientasi pada efisiensi energi dan keberlanjutan”.

Pemanfaatan moda kereta api sendiri menjadi kunci penting dalam strategi efisiensi karbon. Moda KA merupakan transportasi dengan emisi karbon yang jauh lebih rendah dibandingkan moda darat lainnya. Dengan demikian, setiap kiriman barang yang menggunakan moda KA berkontribusi langsung dalam mengurangi jejak emisi transportasi dan membantu upaya nasional dalam menekan dampak perubahan iklim. Dengan memberikan informasi emisi secara terbuka kepada pelanggan, KAI Logistik ingin menumbuhkan kesadaran bahwa setiap keputusan pengiriman dapat menjadi bagian dari upaya bersama memastikan keberlanjutan.

Baca Juga :  Libur Panjang, 228 Ribu Orang Pilih LRT Jabodebek untuk Wisata dan Aktivitas Kota

“Komitmen penerapan green logistics tidak hanya sebatas pada pencantuman emisi pada invoice pelanggan, tetapi semakin diperkuat dengan perhitungan emisi GRK tier 3 dan pelaporan emisi GRK sesuai dengan kerangka ISO 14083, dan KAI Logistik menjadi pioneer dalam implementasi tersebut. Langkah ini menjadi inisiatif strategis yang selaras dengan visi jangka panjang khususnya dalam implementasi green logistics,” lanjut Riyanta.

Baca Juga :  Marianna Resort & Convention, Tuktuk Samosir Merayakan Ulang Tahun Pertama

Sejalan dengan meningkatnya kesadaran terhadap efisiensi energi dan keberlanjutan, minat pelaku industri untuk beralih ke moda kereta api juga terus meningkat. Pertumbuhan tersebut tercermin dari peningkatan signifikan pada layanan angkutan kereta kontainer. Sepanjang Triwulan II tahun ini, volume angkutan kontainer KAI Logistik tumbuh sebesar 14 persen dibandingkan Triwulan I sebelumnya. Tren positif ini berlanjut pada Triwulan III dengan pertumbuhan sebesar 6 persen dibandingkan kinerja Triwulan II, dengan total volume pengangkutan mencapai lebih dari 650 ribu ton, naik dari sekitar 610 ribu ton pada periode TW II sebelumnya.

Baca Juga :  Analis Kebijakan Ahli Madya Dir Penyaluran Wilayah III Badan Gizi Nasional (BGN) Deni Iskandar ST MHan membuka secara resmi Bimbingan Teknis (Bintek) Penjamah Makanan untuk Program Makan Bergizi Gratis Wilayah 1 di Hotel Grand Elite Pekanbaru, Sabtu (18/10). Diikuti 8000 peserta yang tersebar di delapan hotel di Pekanbaru. Bimtek yang berlangsung dua hari tersebut, Sabtu (18/10) dan Minggu (19/10) dihadiri perwakilan BPOM Muhammad Rusydi Ridha S Farm Apt Mfarm MH, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Sukma Yenni Budiarti Latif SKM M dan perwakilan Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Gustiyanti SKM MKes. Dari BPOM memaparkan tentang Keamanan Pangan dan Standarisasi. Dinas Lingkungan Hidup tentang Laik Higienitas, Sanitasi dan IPAL. Persagi tentang Antropometri dan Status Gizi Anak Sekolah. Deni Iskandar ST MHan dalam sambutannya mengajak seluruh SPPG di seluruh Indonesia dapat menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan sebaik-baiknya. Jalankan standar operasional prosedur. Kejadian yang terjadi dilapangan itu akibat tidak berjalannya SOP tentang pengelolaan dapur yang baik. ‘’Bisa jadi juga kejadian pada makanan karena orang-orang yang tidak berkenan menjalankan SOP tersebut,’’ paparnya. Dia menekankan setiap dapur SPPG MBG untuk dapat mengikuti saran tenaga ahli gizi. ‘’Ahli gizi lah yang tahu terhadap makanan tersebut memiliki standar gizi. Semua dapur SPPG diharuskan berlatar belakang ahli gizi. Jangan sampai ahli gizi SPPG bukan berlatar belakang ahli gizi. Personal-personal yang ada di SPPG adalah merupakan pahlawan gizi,’’ ujarnya. Kejadian-kejadian pada SPPG MBG, katanya, mari intropeksi diri, apa yang viral di medsos, tiktok, instakram, facebook diperbaiki semua. Caranya dengan belajar seperti yang dilaksanakan pada Bimtek Penjamah Makanan untuk Program Makan Bergizi Gratis saat ini. Jadi nanti, semua prosedur-prosedur yang ditetapkan jangan sampai dilanggar. Apa saja yang tidak dibolehkan di dapur jangan dilakukan. Dia juga menyadari bahwa dapur MBG belum terstandar dengan baik semua, masih ada dapur yang belum standar. ‘’Nanti akan ada dapur-dapur MBG percontohan yang akan dibangun di 514 kabupaten kota di Indonesia. Tiap kabupaten kota akan ada tiga dapur SPPG milik BGN yang protektif, baik dari bangunannya, peralatan, semua sesuai dengan standar Operasional Prosedur dapur MBG. Sekarang sudah ada beberapa dalam proses pelelangan dan kontrak pemenang,’’ ujarnya. Disebutkannya, dapur SPPG BGN percontohan itu, tanahnya sudah disurvei, menggunakan tanah pemerintah daerah. Nanti pembangunan dan peralatannya dibiayai oleh APBN. Dapur tersebut tidak memakai yayasan atau mitra. Langsung dikontrol dari pusat. Dijelaskannya, pengelola dapur SPPG BGN itu ada yang dikelola oleh pemerintah, mitra swasta, instansi baik itu TNI, Polri. ‘’Kalau sudah berstandarisasi maka yang bekerja di SPPG akan lebih enak. Kalau dapurnya belum berstandar, kita akan repot, yang tadinya ingin menjadikan makanan higienis, menerapkan SOP susah karena sarana dan prasarana tidak mendukung. Dapur-dapur SPPG yang sudah ada ini diperbaiki secara perlahan-lahan. Sarana dan prasarana yang kurang bisa disampaikan oleh kepala SPPG kepada mitranya sehingga dapur menjadi sempurna,’’ terangnya. Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

Hingga September 2025, KAI Logistik telah mencatat total angkutan kontainer mencapai 1,8 juta ton, meningkat 7 persen dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun lalu sebesar 1,68 juta ton. Capaian ini menjadi bukti bahwa penggunaan moda kereta api oleh sektor industri semakin meningkat, seiring dengan tumbuhnya kesadaran terhadap efisiensi biaya, ketepatan waktu, serta dampak lingkungan yang lebih rendah.

“Melalui langkah ini, KAI Logistik berharap dapat memperkuat kesadaran industri akan pentingnya transisi menuju moda transportasi yang lebih hijau, serta mendorong peralihan berkelanjutan ke moda kereta api yang lebih efisien dan rendah emisi,” tutup Riyanta.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

Barantum menyatukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API dalam satu dashboard, memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Hasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan…

Ekonomi

Jaringan transmisi listrik mencakup ribuan menara yang tersebar di berbagai kondisi terrain, termasuk area bervegetasi lebat dan lokasi terpencil. Pertumbuhan vegetasi yang mendekati konduktor dan kemiringan tiang yang tidak terdeteksi…