Scroll untuk baca artikel

News

Kelangkaan Semen Bikiin Developer Perumahan Subsidi Menjerit

77
×

Kelangkaan Semen Bikiin Developer Perumahan Subsidi Menjerit

Sebarkan artikel ini

 

 

Lensa Mata.id Tanjungbalai

 

Kelangkaan semen yang menggila di Kota Tanjungbalai kini menjadi momok mengerikan bagi para pengembang perumahan subsidi. ISRAFIN NAHRI, salah satu developer yang fokus membangun rumah bagi rakyat berpenghasilan rendah, mengaku semakin tertekan dengan kondisi yang makin meruncing. “Bagaimana mewujudkan cita-cita Bapak Presiden Prabowo jika suplai material naik gila-gilaan?” ujarnya dengan nada khawatir.

 

Data yang diperoleh menunjukkan kenaikan harga semen yang sangat signifikan di pasar Tanjungbalai. Semen Andalas kini terjual dengan harga mencapai Rp 75.000 per sak, sementara Semen Merah Putih berada di angka Rp 62.000 per sak dan Semen Rajawali mencapai Rp 70.000 per sak. Tak hanya harganya yang melambung, ketersediaan material pun menjadi masalah baru yang harus dihadapi para pengembang.

Baca Juga :  Pemdes Padang Bindu Gelar Musdes Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih

 

“Kita sering harus mengantri atau bahkan tidak mendapatkan pasokan sama sekali, padahal jadwal pembangunan sudah ditetapkan dengan matang,” tambah Israfin Nahri.

 

Masalah tidak hanya berhenti pada semen. Kenaikan harga besi sebagai material konstruksi utama lainnya juga semakin membebani beban pengembang. Kombinasi antara kelangkaan dan kenaikan harga material membuat banyak pekerjaan pembangunan rumah subsidi terpaksa dihentikan di tengah jalan.

 

Rumah-rumah yang seharusnya menjadi tempat tinggal layak bagi rakyat justru terpaksa ditinggalkan dengan struktur yang belum selesai. Banyak keluarga yang sudah menunggu dengan harap-harap cemas harus menerima kabar bahwa proses pembangunan akan tertunda tak tentu waktu.

Baca Juga :  Direktur LBH Marhaenis Sumut Makmur Sardion Malau, S.H :Poldasu Suka Tumpuk Perkara dan Minta Kapoldasu, Dirkrimsus Dievaluasi

 

Israfin menegaskan bahwa para pengembang perumahan subsidi bukan hanya bergerak untuk mencari keuntungan, tetapi juga turut berkontribusi dalam mewujudkan visi negara. “Seharusnya ini harus menjadi perhatian pemerintah, karena para pengembang perumahan juga sedang mewujudkan cita-cita Presiden RI,” jelasnya dengan tegas.

 

Ia mengajak pemerintah untuk segera mengambil langkah-langkah strategis dalam menangani masalah ini. Beberapa langkah yang diharapkan antara lain adalah regulasi harga material konstruksi esensial, peningkatan pasokan melalui distribusi yang lebih baik, atau bahkan pemberian insentif bagi pengembang yang fokus pada pembangunan rumah subsidi.

 

Masyarakat Tanjungbalai yang telah menunggu rumah subsidi berharap bahwa pemerintah dapat segera memberikan solusi yang konkret. Kelangkaan dan kenaikan harga material tidak hanya menghambat pembangunan fisik, tetapi juga merusak harapan rakyat untuk memiliki tempat tinggal yang layak dan terjangkau.

Baca Juga :  Kajati Sumut Hadiri Acara Yayasan Thongs di Lapangan Benteng Medan dari Jalan Santai, Santunan Disabilitas, dan Doorprize

 

“Kita berharap ada sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mengatasi masalah ini. Cita-cita Presiden tentang rumah bagi rakyat tidak bisa hanya tinggal dalam kata-kata saja,” pungkas Israfin sambil melihat salah satu proyek perumahan yang terpaksa terhenti.

 

Semoga dengan adanya perhatian yang serius dari pihak berwenang, kelangkaan dan kenaikan harga material dapat segera teratasi, sehingga pembangunan rumah subsidi dapat berjalan kembali dan impian rakyat untuk memiliki rumah sendiri dapat segera terwujud.

 

 

( M J H )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *