Scroll untuk baca artikel

News

Korban Tanah Longsor Desa Sembahe Berhasil Ditemukan, 5 Tewas 1 Luka Ringan

254
×

Korban Tanah Longsor Desa Sembahe Berhasil Ditemukan, 5 Tewas 1 Luka Ringan

Sebarkan artikel ini

Lensa Mata Deli Serdang – Pemerintah Kabupaten Deli Serdang memastikan seluruh korban dalam peristiwa tanah longsor di Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, telah ditemukan. Operasi SAR gabungan resmi ditutup, sementara penanganan dampak longsor di sejumlah titik lainnya masih terus berlangsung.

Dalam laporan yang disampaikan pada Rabu (8/4/2026) malam, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Deli Serdang, Mukti Ali Harahap, menyampaikan bahwa proses evakuasi dan pencarian korban telah selesai dilaksanakan.

“Seluruh korban tanah longsor di Desa Sembahe telah berhasil ditemukan dan dievakuasi. Operasi SAR gabungan juga sudah resmi ditutup, dan saat ini kami fokus pada penanganan lanjutan di lokasi terdampak,” tegas Mukti Ali Harahap.

Baca Juga :  Kades Lubuk Kemiling Pimpin Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih

Ia menjelaskan, dalam kejadian tersebut tercatat lima orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka ringan. Selain itu, longsor juga menyebabkan kerusakan pada rumah warga serta satu unit fasilitas ibadah.

Saat ini, lokasi terdampak di Desa Sembahe telah diamankan oleh pihak kepolisian dengan pemasangan garis pembatas. Pemerintah juga akan melaksanakan pembersihan lanjutan melalui gotong royong setelah kondisi dinyatakan aman.

Baca Juga :  Plt Kadis PUTR Nias Barat Diduga Tutupi Hasil Temuan BPK Yang Belum Dikembalikan, Kerugian Capai Miliaran Rupiah

Di titik lain di Kecamatan Sibolangit, seperti Desa Batu Belin dan Desa Tambunen, material longsor yang menutup badan jalan telah berhasil dibersihkan. Namun, masih terdapat jalur yang hanya dapat dilalui satu arah sehingga memerlukan kewaspadaan pengguna jalan.

“Di Sibolangit, titik longsor ada di lima desa. Titik longsor di Desa Tambunen saat ini hanya bisa diakses satu jalur,” terangnya.

Sementara itu, di Kecamatan STM Hilir, Desa Penungkiren, akses jalan penghubung antar kecamatan yang sempat terganggu akibat material longsor. Hingga saat ini, jalur tersebut telah dibersihkan.

Baca Juga :  Dugaan Korupsi Keuangan Dana Desa Dao-Dao Zanuwo Idano Tae Nias Selatan TA 2020-2024 akan Segera Dilaporkan ke APH

BPBD bersama unsur terkait tetap siaga di lapangan untuk mengantisipasi potensi bencana susulan, seiring kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan dengan intensitas tinggi.

“Seluruh titik longsor yang terjadi diawali hujan deras pada Selasa malam. Kepada masyarakat diimbau untuk tetap waspada, khususnya di wilayah rawan longsor, serta segera melaporkan jika terjadi kondisi darurat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *