Scroll untuk baca artikel

News

Kreativitas dan Pelestarian Budaya: Jasmine Meilani Memperkenalkan Ulos Heritage

357
×

Kreativitas dan Pelestarian Budaya: Jasmine Meilani Memperkenalkan Ulos Heritage

Sebarkan artikel ini

Lensa Mata Medan – Jasmine Meilani Halim seorang Mahasiswi Universitas Sumatera Utara yang berhasil membuat sebuah karya hasil dari sebuah kreativitas dan kepeduliannya terhadap Budaya.

Budaya adalah sebuah kultur yang dari dulu sudah ada sampai sekarang ini. Dizaman sekarang ini budaya terkadang dianggap bukanlah sesuatu yang terlalu penting sekali.

Hal ini yang membuat banyak anak muda sekarang menganggap remeh sebuah hasil budaya. Berbeda dengan pada umumnya Jasmine berhasil membuat sebuah karya yang akan membuat orang menganggap budaya adalah sebuah hal yang bisa dikembangkan dan digabungan dengan teknologi yang ada sekarang.

Sering sekali budaya dan teknologi adalah sebuah hal yang akan bertabrakan jika digabungkan atau diperlihatkan. Dimana budaya mengusung nilai atau produk lama sedangkan teknologi adalah sebuah hal yang melakukan perubahan konstan.

Di zaman sekarang ini Kreativitas sangatlah sulit ditemui atau didapatkan karena kemudahan yang ada di kalangan setiap masyarakat membuat banyak orang malas untuk berkreativitas dan hanya mengikuti hal hal yang sudah ada saja.

Kreativitas pada dasarnya ada karena seseorang atau sebuah tim melihat sebuah kejanggalan atau masalah yang dihadapi dan ingin diselesaikan dengan cara yang unik untuk mendapatkan sebuah hasil yang dapat dengan mudah diterima dan menyelesaikan permasalahan tersebut.

Baca Juga :  Ombudsman Sumut Temukan Dugaan Mal Administrasi Rekrutmen Calon Pegawai Tirtanadi

Jasmine disini berhasil melihat sebuah peluang dimana adanya ketertinggalan produk budaya batak yang dimana dulunya menjadi fashion kebanggan suku batak tetapi sekarang dianggap hanya dipakai untuk saat pesta dan biasanya yang memakai hanya orang tua saja.

Jarang sekali kita lihat anak muda sekarang dengan bangga memakai Produk tersebut dikehidupan sehari hari. Ulos adalah salah satu produk hasil dari suku Batak yang sampai sekarang masih eksis dan selalu terlihat di pesta pesta adat Batak.

Ulos sendiri mempunyai banyak arti dan jenisnya. Mulai dari Ulos untuk orang yang sedang berduka sampai Ulos untuk orang sedang mengadakan Perkawinan juga ada. Ulos selain memiliki banyak arti dan jenisnya juga berasal dari daerah yang berbeda beda. Ulos dari Toba dengan Simalungun sangatlah berbeda.

Jasmine sebagai seorang anak muda yang tumbuh dilingkungan orang Batak tertarik dengan Ulos. Walaupun bersuku Tioghoa tetapi Jasmine memilki sebuah Ketertarikan terhadap Ulos.

Baca Juga :  Harli Siregar Bernostalgia di Kampus Fakultas Hukum USU Berikan Motivasi Mahasiswa Baru

Gadis berkelahiran 3 Mei 2003 ini membuat sebuah inovasi yang melibatkan Teknologi dengan Ulos. Museum Ulos Heritage adalah sebuah karya Jasmine dengan timnya yang berhasil mendapatkan medali Perunggu pada kejuaraan PIMMNAS 21 Oktober 2024 lalu. Tim yang dipimpin Jasmine ini berhasil membuat bangga suku Batak terkhusunya para pecinta Ulos. Tim yang mewakili USU ini berhasil membuat sebuah rancangan dimana mereka menggabungkan Ulos dengan teknologi berbasis Hologram.

Museum yang dirancang memiliki sebuah ruangan yang akan diisi dengan headphone dan hologram dimana pengunjung bisa mendengarkan sebuah narasi yang ditampilkan dalam animasi hologram didalam ruangannya. Jadi pengunjung dapat melihat serta merasakan bagaimana dulunya Ulos terbuat dan bagaimana perjuangan penenun Ulos zaman dahulu.

Inovasi ini adalah sebuah Trobosan baru bagi Masyarakat kota Medan yang sangat identik dengan suku Batak. Tidak hanya dari Medan saja diluar Medan juga sangat banyak orang yang antusias dengan kearifan suku Batak yang bisa terindikasi saat film “Agak Laen” main.

“Ulos adalah sebuah representatif dari suku Batak yang membuat orang batak akan sangat bangga jika diperkenalkan lebih luas” jawab Jasmine ketika ditanya kenapa harus mengangkat Ulos.

Baca Juga :  Kajati Kalbar Resmikan Inovasi Baru Kejari Sanggau Bernama "Danau Hukum"

Inovasi ini muncul atas keresahan Jasmine selama ini dimana melihat biasanya Pameran yang menampilkan Ulos hanya sebatas dipajang dimeja meja tanpa adanya penjelasan yang menarik dan akan sangat disayangkan jika dilihat langsung pada orang yang benar benar cinta akan Ulos tersebut.

Jasmine melalui wawancaranya sangat ingin kalau inovasi ini juga bisa dimanfaatkan oleh orang lain untuk melestarikan budayanya.

“Kalau bisa tidak hanya Ulos melainkan banyak Produk dari Budaya lain yang ingin dikemas lebih menarik” pungkasnya.

Jasmine dan Tim sangat berharap gerakan ini memotivasi anak muda dimanapun mereka berada untuk tetap melestarikan budaya asal mereka agar tidak punah dan dipandang sebelah mata oleh orang.

Selain Museum Ulos Heritage ini Jasmine juga menuangkan hasil idenya dalam sebuah bisnis yang dia rancang dan buat sendiri menggunakan Ulos. Malungoen.id adalah sebuah bisnis yang Jasmine bangun sendiri untuk menjual produk produk fashion seperti totebag, pouch sampai dompet yang kain dasarnya adalah Ulos.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *