Scroll untuk baca artikel

News

Lebaran Yatim dan Kelompok Difabel Bentuk Kepedulian Umat

41
×

Lebaran Yatim dan Kelompok Difabel Bentuk Kepedulian Umat

Sebarkan artikel ini

Lensa Mata Medan – Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menjadikan momen 10 Muharram menjadi hari Lebaran bagi Yatim dan Kelompok Difabel, hal ini disampaikan oleh Menag saat perayaan Lebaran Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas di Jakarta, Kamis (25/06), perayaan ini sebagai rangkaian dari Program Peaceful Muharam yang telah digelar sejak 1 Muharam hingga sebulan ke depan.

“Tradisi Lebaran Yatim ini telah dikenal di Indonesia, ini kita jadikan gagasan baru ataupun tradisi baru di Indonesia sebagai memontum berbagi dan peduli ditengah-tengah masyarakat”, ujar Menag.

Menag mengatakan bahwa umumnya masyarakat kita mengisi bulan Muharram dengan amalan puasa, namun semangat berbagi dan menyantuni anak yatim juga perlu diperkuat sebagai bagian dari peringatan bulan yang dimuliakan tersebut.

“Insyallah di tahun tahun mendatang kita akan mengisi peringatan Muharram dengan Lebaran Anak Yatim dan Kelompok Difabel, mari kita membebaskan, memerdekakan anak anak Yatim dari kesulitan hidup”, ajaknya.

Baca Juga :  PN Medan Gelar Khataman, Santunan dan Buka Puasa Bersama Yatim Piatu

Menag juga mengajak seluruh masyarakat untuk lebih menunjukkan kecintaan dan kepedulian kepada Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas. “Mari kita cintai Agama dengan cara mencintai anak-anak yatim dan kelompok difabel. Kalau bukan kita siapa lagi yang akan peduli dan mencintai mereka, tentu saja Kita,” ujar Menag.

Di tempat terpisah Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara Ahmad Qosbi, menyampaikan terima kasih kepada Badan Amil Zakat (BAZNAS) Provinsi Sumatera Utara, Forum Organisasi Zakat Sumatera Utara dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Sumatera Utara yang telah berkolaborasi dengan Kanwil Kementerian Agama Sumatera Utara atas terlaksanakanya Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas.

Kakanwil juga mengapresiasi atas partisipasi LAZ yang telah menyiapkan sejumlah paket dan uang santunan yang akan diberikan bagi Anak Yatim dan Kelompok Difabel.

Baca Juga :  Kunjungi Pemkab Langkat, KKKS EMP Gebang Bahas Rencana Pengeboran Sumur Gas

Kakanwil optimis bahwa tingkat kesadaran umat Islam khususnya di Sumatera Utara dalam menjalankan ibadah dengan bersedeqah dan berinfaq masih tinggi.

“Umat Islam di Sumut banyak yang dermawan, tingkat kepedulian sosial tinggi, semoga niat suci dalam bersedeqah dan berinfaq terus ada dan mendapatkan pahala dari Allah SWT,” ujarnya.

Senada dengan Menteri Agama, Kakanwil mengatakan bahwa di tahun mendatang, Perayaan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas harus lebih meriah lagi.

“Tahun ini ada 1000 paket untuk Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas  Se Sumatera Utara, tahun depan harus lebih banyak lagi, momen kepedulian ini jangan hanya hari ini saja, tapi bisa tetap dilakukan di momen momen lainnya, misalnya tahun baru Islam”, kata Kanwil.

Baca Juga :  Sinaga Se Taput Siap Menangkan JTP-DENS

Terkait pengumpulan sadaqah dan infaq , Kakanwil akan membahas dan merancang regulasi terkait ini, agar di internal melalui penyuluh penyuluh agama, penghulu dapat menawarkan program kepedulian terhadap anak Yatim dan Penyandang Disabilitas melalui skema Infaq dan Sadaqah, “ nanti kita rancang dan diskusikan dulu terkait Infaq ini, supaya sesuai aturan guna meningkatkan kepedulian sosial”, tambahnya.

Kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas terlaksana atas kerjasama Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Sumut dengan FOZ dan 20 LAZ, yakni Dompet Dhuafa, Dt Peduli, Ayah Yatim Indonesia, Rumah Zakat, Inisiatif Zakat Indonesia, Daarul Alquran, Nurul Hayat, Yatim Mandiri, Sahabat Yatim, Lazpersis, Mandiri Amal Insan, Djalaluddin Pane Foundation, Baitul Muamalat, Yakesma, BMH, Rumah Yatim, YBM Brilian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *