Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Lounching Nasional KMHDI Mengajar 2024, : Ketua Umum : Pendidikan Sebagai Pilar Utama Wujudkan Indonesia Emas 2045

1170
×

Lounching Nasional KMHDI Mengajar 2024, : Ketua Umum : Pendidikan Sebagai Pilar Utama Wujudkan Indonesia Emas 2045

Sebarkan artikel ini

Lensa Mata Jakarta – Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI) menggelar Launching Nasional KMHDI Mengajar, pada Minggu, (05/05/2024), bertempat di Aula Auditorium Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) di Jakarta.

Ada yang berbeda dari Program “KMHDI Mengajar” Tahun 2024 ini, yaitu pelaksanaannya serentak di 100 desa di 50 Kota/Kabupaten di 22 Provinsi.

Ketua Umum PP KMHDI, I Wayan Darmawan menyampaikan KMHDI Mengajar telah menjadi program nasional yang rutin dilaksanakan sejak tahun 2017. Untuk tahun 2024 ini secara khusus mengusung tema “Mewujudkan Pendidikan Yang Inklusif”.

Darmawan mengungkapkan KMHDI adalah organisasi mahasiswa Hindu yang meyakini pendidikan adalah pilar utama untuk mewujudkan indonesia Emas 2045.

“Untuk mencapai Indonesia Emas 2045, kami meyakini pendidikan adalah pilar utama yang harus terus diperjuangkan agar pendidikan yang inklusif bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat”, ungkapnya.

Baca Juga :  Peluncuran "AI-Driven Excellence" oleh Dee Ferdinand: Maksimalkan Potensi Kecerdasan Buatan (A.I) untuk Kesuksesan Bisnis Anda

Darmawan menambahkan bahwa melalui program KMHDI Mengajar, para kader turun ke tengah anak anak Hindu, kususnya mereka yang berada di daerah tertinggal, terbelakang dan terluar (3T).

“Saya mengajak kader KMHDI dan mahasiswa Hindu untuk ikut berkontribusi bagi kemajuan SDM Hindu, hadir menyebarkan semangat, menyebarkan informasi ke desa-desa Hindu yang jauh dari sentuhan program pemerintah terutama di daerah tertinggal, terbelakang dan terluar, untuk memberikan dukungan moril dan akses informasi bagi generasi muda Hindu, agar mereka mampu menggantungkan dan dapat menggapai mimpinya yang lebih tinggi”, ujar Darmawan.

Sementara itu Ketua Panitia acara yang juga merupakan Ketua Departemen Sosial Masyarakat PP KMHDI yaitu Wayan Ardi Adnyana mengungkapkan kepada media bahwa program ini untuk mendorong peran kader KMHDI dan mahasiswa Hindu dalam hal pendidikan dan pelibatan generasi muda, dengan dukungan dari Ditjen Bimas Hindu Kementerian Agama, Kementerian PPPA, beserta stakeholder lainnya.

Baca Juga :  7 Pekerjaan Creative Advertising Paling Dicari, Saatnya Upgrade Skill

“KMHDI Mengajar sebagai pemantik atau pemancing agar para mahasiswa Hindu semangat meningkatkan pengabdiannya kepada masyarakat, khususnya bidang pendidikan, ini merupakan momentum penyatuan pikiran dari KMHDI, pemerintah, dan stakeholder terkait”, pungkas Adnyana.

Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Bimas Hindu Kementerian Agama yaitu Prof. Dr. I Nengah Duija, M.Si., menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada KMHDI yang secara konsisten melaksanakan program KMHDI Mengajar, yang menurutnya program ini ibarat lentera yang sangat bermanfaat untuk menembus kegelapan.

“Gerakan KMHDI Mengajar ibarat sebuah lentera, yang semangat dan cahaya-cahayanya bisa menembus kegelapan, semangat itu lebih penting dari materi, pemberian/sumbangan pengetahuan menurut ajaran suci Hindu merupakan punia atau yadnya yang utama”, ujar Prof. Duija.

Pada kesempatan tersebut Prof. Duija juga menyiarkan bahwa Ditjen Bimas Hindu telah melaunching Pendidikan Widyalaya (seperti halnya madrasah), selain itu sebentar lagi di tanah Jawa yaitu di Klaten akan diresmikan perguruan tinggi negeri Hindu. Sehingga umat Hindu lengkap memiliki pendidikan formal dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.

Baca Juga :  Implementasi "Laudato Si" oleh Mahasiswa Agribisnis Universitas Katolik Widya Karya

Dalam kesempatan yang sama, Plt. Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yaitu Titi Eko Rahayu dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan KMHDI Mengajar yang akan dilaksanakan secara serentak di 22 Provinsi.

“Launching KMHDI Mengajar merupakan bentuk dari program merdeka belajar, tentu kami sangat mengapresiasi program ini dan berharap program ini terus berlanjut” ujarnya.

Turut hadir dalam acara tersebut yaitu para Pejabat dari Kementerian PPPA dan Kemenag, pimpinan lembaga/organisasi keumatan Hindu diantaranya PHDI, Peradah, ICHI, Pemuda Majapahit, tampak hadir juga Wakil Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara, serta perwakilan dari berbagai unsur dan tokoh lintas agama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *