Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Menko AHY Tinjau Langsung Angkutan Natal dan Tahun Baru, Sapa Penumpang dan Lepas Keberangkatan KA Cakrabuana di Gambir

104
×

Menko AHY Tinjau Langsung Angkutan Natal dan Tahun Baru, Sapa Penumpang dan Lepas Keberangkatan KA Cakrabuana di Gambir

Sebarkan artikel ini

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melakukan peninjauan langsung pelaksanaan Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 di Stasiun Gambir, Selasa (23/12). Kegiatan tersebut dilakukan bersama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin.

Dalam kunjungan tersebut, Menko AHY menyapa langsung para penumpang di Stasiun Gambir sekaligus memberangkatkan Kereta Api Cakrabuana relasi Gambir–Cirebon–Purwokerto (PP). Aktivitas ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan layanan transportasi publik berjalan aman, lancar, dan nyaman di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode libur akhir tahun.

“Kami ingin memastikan secara langsung bahwa transportasi multimoda baik darat, laut, udara, termasuk kereta api berjalan optimal dan benar-benar siap melayani masyarakat selama masa Natal dan Tahun Baru,” ujar AHY.

Baca Juga :  Makanan untuk Penderita Kista, Apa yang Dihindari?

AHY menjelaskan, peninjauan lapangan di Stasiun Gambir difokuskan pada kesiapan operasional, pengelolaan arus penumpang, serta koordinasi teknis antara pemerintah dan operator transportasi. Ia menegaskan bahwa keselamatan penumpang menjadi prioritas utama, diikuti ketepatan waktu perjalanan dan kenyamanan layanan.

Dalam kesempatan tersebut, AHY juga mengapresiasi langkah KAI yang menghadirkan program diskon tarif hingga 30 persen selama periode Nataru dengan kuota sekitar 1,5 juta pelanggan. Kebijakan ini dinilai membantu masyarakat dalam merencanakan perjalanan liburan dengan lebih terjangkau.

Berdasarkan laporan KAI, frekuensi perjalanan kereta api selama Nataru 2025/2026 meningkat sekitar 8,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan penambahan kapasitas tempat duduk sekitar 3 persen atau setara 3,5 juta kursi. AHY turut menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap faktor cuaca, seiring potensi peningkatan curah hujan hingga awal Januari 2026.

Baca Juga :  VRITIMES dan InspirasiKalbar.com Berkolaborasi untuk Meningkatkan Jangkauan dan Kualitas Berita di Kalimantan Barat

“Posko Angkutan Natal dan Tahun Baru KAI telah aktif 24 jam untuk memastikan pelayanan kepada penumpang tetap optimal, khususnya pada periode puncak arus liburan dan arus balik,” tambah AHY.

Sementara itu, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa tingkat okupansi kereta api selama masa Nataru telah mencapai sekitar 83 persen. Puncak permintaan diperkirakan terjadi pada 28 Desember 2025, dengan arus balik utama pada 3 dan 4 Januari 2026.

Baca Juga :  Barang Menumpuk Jadi Masalah Baru di Kota Besar, Solusinya Hadir dari Ruang yang Sering Diabaikan

“KAI berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dengan mengutamakan keselamatan, menjaga ketepatan waktu perjalanan, serta terus meningkatkan kualitas layanan pelanggan,” ujar Bobby.

Bobby juga menegaskan bahwa KAI telah melakukan mitigasi menyeluruh pada jalur-jalur rawan bencana, termasuk identifikasi titik kritis dan penguatan prasarana jalan rel, guna memastikan operasional kereta api tetap andal di tengah potensi cuaca ekstrem.

Melalui sinergi pemerintah dan KAI, layanan kereta api selama Angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026 diharapkan dapat berjalan aman, tertib, dan memberikan pengalaman perjalanan yang nyaman bagi masyarakat.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

Usai rilis data inflasi Amerika Serikat, pergerakan harga emas dunia diperkirakan masih berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini. Meskipun demikian, emas sempat mengalami koreksi terbatas pada sesi sebelumnya. XAU/USD…

Ekonomi

Harga emas (XAU/USD) dunia masih mempertahankan tren penguatan yang solid pada awal pekan ini, mencerminkan kombinasi antara sentimen safe-haven yang kuat dan meningkatnya keyakinan pasar terhadap pelonggaran kebijakan moneter Amerika…