Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Menko AHY Tinjau Langsung Angkutan Natal dan Tahun Baru, Sapa Penumpang dan Lepas Keberangkatan KA Cakrabuana di Gambir

315
×

Menko AHY Tinjau Langsung Angkutan Natal dan Tahun Baru, Sapa Penumpang dan Lepas Keberangkatan KA Cakrabuana di Gambir

Sebarkan artikel ini

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melakukan peninjauan langsung pelaksanaan Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 di Stasiun Gambir, Selasa (23/12). Kegiatan tersebut dilakukan bersama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin.

Dalam kunjungan tersebut, Menko AHY menyapa langsung para penumpang di Stasiun Gambir sekaligus memberangkatkan Kereta Api Cakrabuana relasi Gambir–Cirebon–Purwokerto (PP). Aktivitas ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan layanan transportasi publik berjalan aman, lancar, dan nyaman di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode libur akhir tahun.

“Kami ingin memastikan secara langsung bahwa transportasi multimoda baik darat, laut, udara, termasuk kereta api berjalan optimal dan benar-benar siap melayani masyarakat selama masa Natal dan Tahun Baru,” ujar AHY.

Baca Juga :  BTN Gelar Akad KPR Massal 1000 Unit Rumah di Seluruh Indonesia

AHY menjelaskan, peninjauan lapangan di Stasiun Gambir difokuskan pada kesiapan operasional, pengelolaan arus penumpang, serta koordinasi teknis antara pemerintah dan operator transportasi. Ia menegaskan bahwa keselamatan penumpang menjadi prioritas utama, diikuti ketepatan waktu perjalanan dan kenyamanan layanan.

Dalam kesempatan tersebut, AHY juga mengapresiasi langkah KAI yang menghadirkan program diskon tarif hingga 30 persen selama periode Nataru dengan kuota sekitar 1,5 juta pelanggan. Kebijakan ini dinilai membantu masyarakat dalam merencanakan perjalanan liburan dengan lebih terjangkau.

Berdasarkan laporan KAI, frekuensi perjalanan kereta api selama Nataru 2025/2026 meningkat sekitar 8,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan penambahan kapasitas tempat duduk sekitar 3 persen atau setara 3,5 juta kursi. AHY turut menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap faktor cuaca, seiring potensi peningkatan curah hujan hingga awal Januari 2026.

Baca Juga :  Sales Call Tidak Diangkat? Cek 3 Hal Ini Sebelum Tambah Target Call

“Posko Angkutan Natal dan Tahun Baru KAI telah aktif 24 jam untuk memastikan pelayanan kepada penumpang tetap optimal, khususnya pada periode puncak arus liburan dan arus balik,” tambah AHY.

Sementara itu, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa tingkat okupansi kereta api selama masa Nataru telah mencapai sekitar 83 persen. Puncak permintaan diperkirakan terjadi pada 28 Desember 2025, dengan arus balik utama pada 3 dan 4 Januari 2026.

Baca Juga :  BRI Finance Catatkan Pertumbuhan Bisnis Resilien Di Tengah Perubahan Nilai Tukar Rupiah

“KAI berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dengan mengutamakan keselamatan, menjaga ketepatan waktu perjalanan, serta terus meningkatkan kualitas layanan pelanggan,” ujar Bobby.

Bobby juga menegaskan bahwa KAI telah melakukan mitigasi menyeluruh pada jalur-jalur rawan bencana, termasuk identifikasi titik kritis dan penguatan prasarana jalan rel, guna memastikan operasional kereta api tetap andal di tengah potensi cuaca ekstrem.

Melalui sinergi pemerintah dan KAI, layanan kereta api selama Angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026 diharapkan dapat berjalan aman, tertib, dan memberikan pengalaman perjalanan yang nyaman bagi masyarakat.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

Pertumbuhan jumlah investor kripto dan perkembangan teknologi blockchain membuka peluang baru bagi transformasi aset digital di Indonesia. Founder dan CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis,menilai perkembangan tersebut menunjukkan bahwa aset kripto telah berkembang menjadi bagian dari industri jasa keuangan yang lebih luas. Dalam presentasinya di AWS Summit Jakarta 2026, Yudhono menyampaikan bahwa Indonesia saat ini memiliki lebih dari 20 juta investor aset kripto. Nilai transaksi aset kripto di Indonesia sepanjang 2025 juga telahmencapai lebih dari Rp400 triliun, sementara sekitar satu dari 14 penduduk Indonesia tercatat telah berinvestasi pada aset kripto. “Ini bukan lagi hanya cerita tentang kripto. Ini sudah menjadi cerita tentang industri jasa keuangan,” ujar Yudho dalam presentasinya di AWS Summit Jakarta 2026 dapa Kamis, 6 Agustus 2026. Menurut Yudho, tingkat penetrasi aset kripto di Indonesia yang masih berada di kisaran 7% menunjukkan bahwa ruang pertumbuhan industri masih terbuka lebar. Peluang tersebut juga semakin besar seiringberkembangnya stablecoin, tokenisasi aset dunia nyata atau real-world assets (RWA), serta integrasi kecerdasan buatan dengan sistem keuangan berbasis blockchain….