Lensa Mata Medan – Kota Medan akhirnya mengambil langkah yang selama ini hanya dibicarakan banyak daerah, namun jarang benar-benar dilakukan menjadikan data sebagai ‘senjata utama’ kepemimpinan. Jumat (21/11/25), seluruh Pimpinan OPD dan Camat se-Kota Medan menandatangani Pakta Integritas Data Driven Leadership sebuah deklarasi terbuka bahwa era kerja asal-asalan tanpa data resmi berakhir mulai hari ini.
Di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota, di hadapan jajaran pejabat dan mitra strategis seperti Komisi Informasi Sumut dan BPS Medan, Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas tampil tegas. Ia tak sekadar bicara reformasi, tapi menantang para pemimpin OPD untuk masuk ke standar baru pemerintahan kerja berbasis data atau tersingkir oleh sistem yang semakin transparan.
“Siapa yang punya data, dialah yang punya masa depan,” tegas Rico Waas.
Pernyataannya terdengar seperti ultimatum. Bahwa ke depan, kebijakan tak lagi cukup disusun dari laporan “katanya” atau presentasi yang manis. Semua harus berbasis data riil, yang bisa diuji, dilacak, dan dipertanggungjawabkan.
Rico Waas bahkan menyentil praktik lama yang kerap menghambat efektivitas kebijakan. “Kalau datanya lengkap, kerja kita *on point*. Kalau tidak, kita hanya menebak-nebak dan membuang waktu,” ujarnya.
Hasilnya 580 dataset terkumpul Target 644 dataset Total dataset hanya dalam kurun waktu 2 bulan, sehingga yang sudah bisa dibagipakaikan melalui portal Medan Terkini: 1.768 dataset yang lengkap dengan metadatanya. Angka yang jelas, konkret, dan menunjukkan bahwa Medan tidak lagi bermain di level wacana.
Penandatanganan Pakta Integritas Data Driven Leadership bukan cuma acara resmi. Ini “kode keras” bahwa Pemko Medan memasuki era baru—di mana keputusan publik harus akurat, mudah diaudit, dan berbasis pada data yang tak bisa dimanipulasi.
.







