Scroll untuk baca artikel
News

Pemberitaan Hoax di Salah Satu Media Online Dikritik, Diduga Menciderai Kode Etik Jurnalistik

862
×

Pemberitaan Hoax di Salah Satu Media Online Dikritik, Diduga Menciderai Kode Etik Jurnalistik

Sebarkan artikel ini

Lensa Mata Semarang – Pemberitaan di salah satu Media Online mendapat kritik keras karena diduga mengandung unsur hoax.

Dalam judul berita tersebut menyebutkan bahwa LSM dan media di Jawa Tengah diduga memback-up mafia solar, namun tanpa didasari oleh konfirmasi yang jelas.

Kritik tersebut menyebutkan bahwa pemberitaan tersebut merupakan pembunuhan karakter yang keji dan tak mendasar. Selain itu, pemberitaan tersebut juga diduga menciderai kode etik jurnalistik yang berlaku.

Baca Juga :  Patroli Dialogis Polres Nias Selatan Himbau Masyarakat "Jangan Percaya Berita Hoax"

“Pemberitaan tersebut tidak hanya merugikan reputasi LSM dan media yang disebutkan, tetapi juga menciderai prinsip-prinsip jurnalistik yang berlaku,” kata seorang kritikus, Sabtu (1/2/2025).

Dalam kode etik jurnalistik, disebutkan bahwa wartawan harus memastikan kebenaran dan keakuratan informasi sebelum mempublikasikannya. Selain itu, wartawan juga harus menghindari pemberitaan yang dapat merugikan atau menciderai reputasi seseorang atau organisasi.

Baca Juga :  Debat Kandidat Perdana Paslon 02 Diduga Sebar Informasi Hoax

Hingga saat ini, Media Warta 1 belum memberikan klarifikasi atau tanggapan atas kritik tersebut.

Sebelumnya oknum wartawan media warta 1 memberitakan terkait menemukan dugaan praktik mafia solar yang bernarasikan di SPBU 45.574.31 Pulodadi – Kadirejo Kec. Karangnom Kab. Klaten Jawa Tengah menjadi lahan subur para pengangsu Solar namun menggunakan foto dari media lain dan diduga tidak paham tentang ilmu kewartawanan banyak pihak yang meragukan ilmu jurnalistik dari oknum wartawan media warta 1 tersebut.

Baca Juga :  Wujudkan Motor Baru untuk Mobilitas Harian, BRI Finance Tawarkan Bunga Mulai 0,7%

“Seharusnya oknum wartawan warta 1 itu jika mau memberitakan sesuatu hal itu kudu klarifikasi dan konfirmasi dengan orang yang mereka duga tersebut jangan asal tulis ya kalo yang mereka tulis itu benar, kalau salah apa tidak jatuh nya fitnah. Fitnah lebih kejam dari pembunuhan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *