Scroll untuk baca artikel
Uncategorized

Penjual Jamu Gendongan di Kecamatan Pardasuka Pringsewu Bertransformasi

1937
×

Penjual Jamu Gendongan di Kecamatan Pardasuka Pringsewu Bertransformasi

Sebarkan artikel ini

Lensa Mata Pringsewu || Jamu Gendongan merupakan jamu tradisional yang telah melekat di hati Masyarakat khususnya masyarakat Jawa yang telah merambah di seluruh Nusantara, tidak terkecuali hingga di daerah Lampung yang memiliki kemajemukan masyarakatnya, Senin (12/6).

Marsinah/Bukan nama sebenarnya, seorang penjual jamu gendong yang bertransformasi menggunakan motor menjajakan jamu racikannya asal Pekon Pujodadi, telah lebih dari 6 tahun menekuni pekerjaan ini.

Ketika di jumpai Lensa Mata, Marsinah warga Pekon Pujodadi tersebut menjelaskan bahwa dirinya hampir setiap hari menjual jamu racikannya.

Baca Juga :  Dari 17 LP, Polres Labuhanbatu Berhasil Amankan 21 Tersangka

“Keliling ider tiap hari om”, kata marsinah.

Ia berkeliling menghampiri para pelanggan setianya hingga Pekon Tanjung Rusia Timur kecamatan Padasuka kabupaten Pringsewu.

” Kami sekeluarga dapat menghabiskan lebih dari 5 Kg Kunyit dan bahan lainnya untuk membuat jamu kebanggaan Nenek Moyang bangsa Indonesia ini”, ujarnya.

Baca Juga :  DPRD: Masa Jabatan MTH-PB Segera Berakhir. Bupati: "Hari ini bukan akhir dari jabatan kami,"

Jamu gendong ini dapat meredakan nyeri otot dan persendian, menyembuhkan mati rasa, serta meringankan pilek dan demam. Cabe puyang terbuat dari cabai jawa, cengkeh, kunyit jawa, dan temu hitam, ungkap Marsinah menjelaskan manfaat minum jamu tradisionalnya.

Pahitan, lanjutnya, dapat menambah nafsu makan, meringankan masalah pencernaan, menghilangkan rasa gatal, dan mengurangi bau badan, ujar ibu dua anak ini.

Baca Juga :  Implementasi Branch Transfomation Berdampak Positif Pada Produktifitas dan Efisiensi BTN

Ia pun menjelaskan para pelanggan jamu tradisional yang ia buat diantaranya adalah ibu-ibu yang baru melahirkan, bapak bapak petani, pekerja berat masyarakat yang badannya kurang sehat dan masyarakat umum lainnya.

“Para Pelanggan jamu tradisional yang ia jajakan diantaranya adalah ibu ibu yang baru melahirkan, bapak bapak petani, buruh kasar, masyarakat yang kondisi badannya kurang sehat dan masyarakat umum lainnya”pungkasnya.(LM/BP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *