Scroll untuk baca artikel

News

Penjual Tape Keliling Asal Medan Berangkat ke Tanah Suci Bersama Istri

1325
×

Penjual Tape Keliling Asal Medan Berangkat ke Tanah Suci Bersama Istri

Sebarkan artikel ini

Lensa Mata Medan – Rasa bahagia dan haru terpancar dari wajah Jumirin (70), seorang tukang tape pulut hitam keliling asal Kota Medan yang akhirnya bisa berangkat haji tahun ini bersama istrinya, Nurdiah.

Jumirin berangkat bersama tamu Allah lainnya yang tergabung dalam kelompok terbang 13 asal Labuhanbatu dan Medan.

Ditemui di Embarkasi Medan sebelum keberangkatan, Minggu (26/05), ia menceritakan bagaimana dirinya bisa mendaftar haji dan melunasi biaya haji bersama istrinya.

Baca Juga :  Sosok Niki Mawarni Penyanyi Asal Kota Medan yang Dipilih Rekaman di Jepang

Jumirin yang sejak tahun 1980an berjualan tape keliling terus menabung untuk keperluannya, baik kebutuhan keluarga dan yang lainnya.

“Saya berkeliling daerah Medan Johor, Deli Tua sejak tahun 80an. Saya dibantu istri saat proses pembuatan. Karena saya yang buat, saya yang keliling, saya yang promosiin,” ucapnya sambil tersenyum.

Dari hasil keliling, Jumirin punya strategi lain selain dari menjual tape keliling. Ia membeli tanah dari penghasilan menjual tape. Selang waktu berlalu, harga tanah naik, ia menjual tanah itu untuk mendaftar haji.

Baca Juga :  Ketua PPIH Medan: Pelayanan, Pembinaan, dan Perlindungan Tamu Allah Kewajiban Negara

“Saya membeli tanah dari hasil berjualan. Kan harga tanah naik, kemudian saya jual tanah itu lalu mendaftar bersama istri,” ungkap Jumirin.

Dari berjualan itu ia juga berhasil menyekolahkan 3 anaknya sampai menjadi sarjana.

“Saya membeli tanah dari hasil berjualan. Kan harga tanah naik, kemudian saya jual tanah itu lalu mendaftar bersama istri,” ungkap Jumirin.

Baca Juga :  Lepas Keberangkatan CJH Asal Madina, Ini Pesan Kakanwil Kemenag Sumut

Dari berjualan itu ia juga berhasil menyekolahkan 3 anaknya sampai menjadi sarjana.

Ia bersyukur dengan kerja keras dan hasil yang ia dapatkan. Ia mengatakan agar selalu tawakkal dan sabar dalam menjalani hidup karena sampai saat ini masih tetap berjualan tape keliling.

“Alhamdulillah doa kami diijabah Allah untuk melihat kabah di tanah suci. Doa kami agar selalu sehat dan bisa bermanfaat untuk orang lain,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News

Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2026, BRI Region 6 melaksanakan upacara bendera yang berlangsung dengan khidmat, tertib, dan penuh semangat kebangsaan. Kegiatan yang diikuti…