Lensa Mata Langgur – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Pemkab Malra) kembali mencanangkan Gerakan Tanam Cabai sebagai upaya untuk menekan inflasi di daerah. Gerakan tersebut dilakukan Pemkab Malra melalui Dinas Pertanian dan Peternakan dengan menyediakan ratusan anakan pohon Cabai yang siap ditanam pada lahan baru bertempat di belakang Kantor Bupati setempat Selasa, (23/1/2024).
Gerakan penanaman itu dipimpin langsung Penjabat (Pj) Bupati Malra didampingi Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) Ir. Nicodemus Ubro, M.Si, Kapolres Malra AKBP Frans Duma, S.P, Ketua DPRD Malra Minducri Kudubun, SE diikuti para Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekda dan para OPD.
Pj. Bupati Maluku Tenggara, Drs. Jasmono, M.Si, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini menjadi salah satu skala prioritas Pemerintah Daerah (Pemda) Maluku Tenggara dari tujuh program prioritas yakni, program ketahanan pangan yang juga mengarah pada penanganan inflasi.
Selain pemberdayaan dalam bidang agraris, menjadi kunci penting membangunan ketahanan pangan daerah, dan fokus ini menjadi akselerasi serius guna mendukung program yang akan digalakan secara berkelanjutan.
“Pemerintah daerah memberikan perhatian serius dan mendukung program pertanian dan ketahanan sebagai upaya pemberdayaan, guna menopang pembangunan yang berkelanjutan” tutur Jasmono.
Dikatakan, jejaring kerjasama seluruh staekholder untuk menggerakan sektor pertanian merupakan langkah konkrit pemerintah, guna memperluas kawasan pengembangan komoditi pertanian yang mampu mengangkat potensi lokal dalam rangka memperkuat pangan di daerah sesuai rancangan strategis di setiap kawasan yang menjadi pusat pengembangan komoditi unggulan.
“Kawasan pengembangan bawang merah, cabe, kelapa, buah dan ubi kayu menjadi perencanaan yang matang sehingga komoditas pertanian yang menjadi unggulan serta membentuk nilai suplus pangan demi pemenuhan kebutuhan masyarakat secara umum di Kabupaten Maluku Tenggara” jelasnya.
Menurut Jasmono, tata kelola pertanian dari hulu sampai ke hilir inilah yang mestinya menjadi perhatian serius dari kita semua sehingga produk pertanian bawang merah dan cabai tidak hanya berdampak pada pengendalian inflasi saja melainkan mampu menambah nilai ekonomi bagi masyarakat secara menyeluruh.
“Disinilah Pemerintah daerah harus hadir memberikan jaminan pasar bagi petani yang dilakukan diantaranya melalui kerjasama antar daerah” ucapnya.
Dirinya meneegaskan bahwa akselerasi pemberdayaan hanya bisa bisakukan jika ada keterpaduan program dan kegiatan sehingga tujuan dapat dicapai diantaranya penyediaan dan peningkatan sarana dan pra-sarana meliputi jalan usaha tani, irigasi, transportasi dan hasil pertanian.
“Untuk itu, peningkatan nilai tambah komoditi pertanian yang meliputi pembangunan home industri dan optimalisasi peran penyuluh serta pengembangan kelembagaan ekonomi petani seperti optimalisasi peran bumo dan pengembangan jejaring pasar yang difasilitasi Pemerintah Daerah” pungkasnya.








