Scroll untuk baca artikel

News

Tokoh-tokoh Agama Kepulauan Kei Deklarasikan Damai Hadapi Pemilu 2024

1919
×

Tokoh-tokoh Agama Kepulauan Kei Deklarasikan Damai Hadapi Pemilu 2024

Sebarkan artikel ini

Nilai-nilai demokrasi dimaksud adalah menyelesaikan pertikaian secara damai dan sukarela, menjamin terjadinya perubahan secara damai, pergantian penguasa dengan teratur, sesedikit mungkin unsur paksaan dalam pembuatan, pelaksanaan, dan penegakan keputusan politik, adanya pengakuan terhadap nilai keanekaragaman, adanya pengakuan dan jaminan atas tegaknya keadilan, serta terwujudnya masyarakat Indonesia yang taat asas.

“Saya percaya, kita semua yang hadir di sini sependapat, bahwa Pemilu Damai adalah sebuah kerja besar yang membutuhkan partisipasi dari seluruh elemen bangsa, mulai dari tataran individu. Pemerintah sendiri, telah senantiasa berkomitmen untuk menjaga kondusifitas dan keamanan selama Pemilu.

Sehingga, pada kesempatan yang baik ini, saya mengajak saudara-saudara, sesuai dengan batasan kewenangan dan bidang urusan masing-masing, untuk:

Baca Juga :  Plt Bupati Deli Serdang Sampaikan Pendapat Akhir atas Persetujuan DPRD Tentang R-APBD 2024

Pertama, turut memastikan bahwa Pemilu Damai tidak semata-mata dimaknai sebagai slogan, melainkan sebagai ikhtiar untuk menciptakan atmosfer yang kondusif selam aseluruh rangkaian tahapan Pemilu berlangsung.

Kedua, bersedia untuk sepakat, bahwa menjaga kedamaian selama Pemilu adalah tanggungjawab bersama seluruh elemen bangsa, tanpa terkecuali. Dan ketiga, turut memastikan bahwa seluruh unsur yang terlibat dalam kegiatan kampanye politik dapat menjalankan perannya dengan tanpa mencederai harga diri dan martabat setiap pihak, termasuk lawan politiknya. Demikian pula, sudah bukan saatnya, masa kampanye diisi dengan kegiatan yang tidak produktif dan berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat sebagai benih terciptanya disintegrasi bangsa,” urai Ubro.

Baca Juga :  Inisiatif Sendiri, Sebagian Besar Warung di Langkat Pasang Spanduk AMIN

Deklarasi damai ini juga diharapkan dapat menjunjung tinggi nilai kearifan lokal dan Falsafah Para Leluhur “Ain Ni Ain” dan “Vuut En Mehe Ni Ngifun, Manut En Mehe Ni Tilur”. Sejatinya Kita Adalah Saudara yang terlahir dari Satu Rahim Leluhur Kei, Kita boleh berbeda Agama namun Kita Adalah Satu dalam persaudaraan Adat Budaya Kei.

Baca Juga :  Medan Boyong Adipura, Bukti Keberhasilan Walikota Laksanakan Program Prioritas Kebersihan

Sesungguhnya, sikap ekstrem dalam beragama tidak sesuai dengan esensi ajaran agama itu sendiri. Perilaku ekstrem atas nama agama juga sering mengakibatkan lahirnya konflik, rasa benci, intoleransi dan bahkan peperangan yang memusnahkan peradaban. Sikap-sikap seperti itulah yang perlu dimoderasi.

“Mari kita saling bekerja sama, sehingga Pemilu 2024 dapat menjadi bukti bahwa masyarakat telah kian cerdas dalam berpolitik, sekaligus menjadi perayaan atas kedewasaan kita sebagai Bangsa Indonesia,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *