Lensa Mata Medan – Konflik antara kepala daerah dan wakil kepala daerah dapat merusak pelaksanaan program pembangunan yang telah direncanakan. Karena itu, keduanya perlu mengesampingkan ego, membangun komunikasi, dan saling mendukung agar visi dan misi pemerintahan berjalan sesuai tujuan.
Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat menyambut para wakil kepala daerah dalam Rapat Koordinasi Wilayah Sumatera Utara Asosiasi Wakil Kepala Daerah Indonesia (Aswakada) di Heritage Grand City Hall, Jumat (23/10/2026).
“Penting bagi kita menyadari bahwasanya apa makna dalam kepemimpinan dwi tunggal kepala daerah? Karena banyak pekerjaan-pekerjaan yang sebenarnya menanti, tapi kadang-kadang permasalahan konflik antara kepala daerah itu yang malah merusak perjalanan program visi-misi kita sendiri,” kata Rico Waas.
Ia menilai, persoalan hubungan kepala daerah dan wakilnya perlu disikapi dengan hati nurani, bukan semata-mata berdasarkan hierarki birokrasi. Keduanya harus membangun hubungan yang dilandasi persahabatan, kekeluargaan, serta kesediaan untuk saling memahami dan mendengarkan.
“Saya sama Pak Zaki, jujur saja kami juga membagi tugas masing-masing juga. Nah, tapi satu yang saya pedomani sampai hari ini, apabila pasangan saya memberikan satu aspirasi ataupun dorongan kerja, saya langsung coba akomodir,” terangnya.





